NAMA: FERNANDO HASAN
NPM: 2456041022
KELAS: MANDIRI A
Analisis saya terhadap
jurnal tersebut menunjukkan bahwa demokrasi dapat dipahami sebagai "pemerintahan yang berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat." Namun, mewujudkan prinsip ini tidaklah mudah karena terdapat berbagai tahap penting yang perlu dilalui, termasuk konsolidasi demokrasi, yang berfungsi untuk meningkatkan komitmen seluruh lapisan masyarakat terhadap aturan main demokrasi.
Kesimpulan dari
jurnal ini menegaskan bahwa pemilu 2019 memberikan banyak pelajaran berharga bagi penguatan demokrasi di Indonesia. Sebagai elemen vital dalam sistem demokrasi, pemilu berperan penting dalam suksesi kepemimpinan dan evaluasi kinerja pemerintah. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti intoleransi, demokrasi pasca pemilu 2019 menunjukkan tanda-tanda kematangan.
Di samping itu, calon presiden memanfaatkan media sosial dan komunikasi inovatif dalam kampanye mereka, yang bisa berdampak signifikan jika mereka terpilih. Masyarakat juga perlu meningkatkan partisipasi dalam proses demokrasi untuk memperkuat kesadaran politik.
Jurnal ini juga menyoroti isu penyebaran berita palsu yang dapat memengaruhi persepsi pemilih, serta tantangan politik identitas yang muncul dalam pemilu 2019, di mana agama, etnis, dan budaya digunakan untuk menarik dukungan. Hal ini berpotensi memecah belah masyarakat dan menciptakan polarisasi, terutama melalui konten provokatif di media sosial yang dapat memicu konflik dan menimbulkan rasa ketidakpercayaan.
Oleh karena itu, kolaborasi antara pengawas pemilu dan pemerintah di semua tingkatan sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap calon presiden dan wakil presiden.