Kiriman dibuat oleh Martsha Afifah Putri _2451011017

Nama : Martsha Afifah Putri
NPM : 2451011017

Mohon izin pak Roy untuk menanggapi video tersebut.

Video tersebut membahas
pentingnya menjaga ketahanan ideologi Pancasila di era digital sebagai langkah menghadapi tantangan globalisasi dan ancaman ideologi asing seperti liberalisme, komunisme, sosialisme, serta radikalisme. Dengan jumlah pengguna internet yang besar di Indonesia, masyarakat, terutama generasi muda, menjadi rentan terhadap pengaruh ideologi asing yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Isi Utama
1. Pentingnya Pancasila sebagai Landasan Ideologi Bangsa
Pancasila dirumuskan untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang majemuk.
Ir. Soekarno menegaskan Pancasila sebagai dasar ideologi yang mampu menjaga keutuhan bangsa.

2. Strategi Memperkuat Ketahanan Ideologi
Penanaman nilai-nilai Pancasila melalui sosialisasi, pendidikan, pelatihan, dan kegiatan kreatif.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.

3. Peran Generasi Muda
Generasi muda sebagai pengguna internet terbesar memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga persatuan dan identitas nasional.

Diharapkan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Relevansi dengan Nilai-Nilai Pancasila
1. Ketuhanan Yang Maha Esa:
Menanamkan nilai-nilai religius sebagai landasan moral untuk menghadapi pengaruh negatif ideologi asing.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
Mengakses dan menyebarkan informasi secara bijak dan menghormati perbedaan.

3. Persatuan Indonesia:
Memperkuat persatuan dalam menghadapi ancaman yang dapat memecah belah bangsa.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:
Menjaga nilai-nilai demokrasi yang berbasis musyawarah dalam mengatasi konflik.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
Mewujudkan keadilan dalam akses teknologi dan informasi untuk semua lapisan masyarakat.

Kesimpulan
Ketahanan ideologi Pancasila di era digital adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi bangsa dari ancaman globalisasi dan ideologi asing. Penanaman nilai-nilai Pancasila menjadi solusi utama untuk memperkuat identitas nasional, menjaga persatuan, dan membangun Indonesia yang berintegritas di tengah arus globalisasi.
Nama : Martsha Afifah Putri
Kelas : 2451011017

Mohon izin pak Roy untuk menanggapi video tersebut
Materi tersebut membahas kasus Jaksa Jovi Andre, yang melaporkan dugaan kriminalisasi, perbuatan sewenang-wenang, dan upaya pemberhentiannya ke Komisi III DPR. Inti dari materi tersebut adalah:

1. Dugaan Upaya Kriminalisasi:
Jaksa Jovi mengklaim bahwa tuduhan terhadapnya dimanipulasi, di mana ia dituduh menuduh rekan kerjanya, Nela Marcela, menggunakan mobil dinas untuk tujuan tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa kritiknya hanya terkait penggunaan mobil dinas yang dipamerkan di media sosial, tanpa ada tuduhan perbuatan tidak senonoh.

2. Perbuatan Sewenang-wenang:
Jovi juga menuduh Siti Kholijah Arahab, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan, melakukan tindakan sewenang-wenang terhadapnya.

3. Upaya Pemberhentian:
Jovi menuduh Siti Kholijah Arahab berusaha memberhentikannya dari jabatannya. Ia menyatakan bahwa kritiknya terhadap penggunaan mobil dinas adalah upaya untuk transparansi dan penegakan hukum, bukan serangan pribadi.

Tanggapan atas Kasus
Media sosial digunakan sebagai alat kritik, tetapi dapat berbalik menjadi masalah hukum dan sosial jika tidak dikelola dengan bijak.

Nilai-nilai Pancasila: Kasus ini dikaitkan dengan relevansi terhadap keadilan sosial, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta pentingnya menjaga persatuan di lingkungan kerja.

Pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab digital untuk mencegah konflik internal dan menjaga citra institusi.

Kasus ini mencerminkan tantangan dalam penggunaan media sosial dan etika kerja di era digital.
Nama : Martsha Afifah Putri
NPM : 2451011017

Assalamualaikum Pak Roy, izin memberi tanggapan terkait video tersebut

Materi ini membahas peran Pancasila sebagai sistem etika dan panduan moral bangsa Indonesia, khususnya bagi mahasiswa. Sebagai "way of life," Pancasila mendorong mahasiswa untuk membangun moralitas, solidaritas, dan komitmen etis dalam menghadapi tantangan modern, seperti perubahan budaya, ketidakadilan hukum, kapitalisme, dan penyalahgunaan teknologi. Tantangan-tantangan ini menuntut mahasiswa untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, menjaga integritas, dan berperan sebagai solusi bagi permasalahan bangsa, terutama melalui praktik keadilan sosial dan tanggung jawab moral dalam penggunaan teknologi.