Posts made by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah

AUDITING A2026 -> Summary

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM   : 2313031025

Menurut saya, tes transaksi dalam auditing adalah cara auditor untuk membuktikan apakah transaksi-transaksi yang dicatat oleh perusahaan benar-benar mencerminkan kejadian yang sesungguhnya. Ini adalah tahap yang tidak bisa dianggap remeh, karena di sinilah auditor mulai menggali lebih dalam ke dalam catatan keuangan kliennya. Auditor tidak hanya sekadar melihat angka, tapi juga mempertanyakan apakah transaksi itu benar-benar terjadi, sudah diotorisasi dengan benar, dicatat di periode yang tepat, dan diklasifikasikan ke akun yang sesuai. Kalau salah satu aspek ini terlewat, besar kemungkinan ada salah saji yang lolos begitu saja tanpa terdeteksi (kesalahan dalam laporan keuangan yang tidak diketahui oleh auditor). Oleh karena itu, pemahaman yang kuat tentang tes transaksi menjadi bekal penting bagi seorang auditor agar hasil auditnya bisa benar-benar dipertanggungjawabkan.

AUDITING A2026 -> Brainstorming

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

Menurut saya tes transaksi itu ibarat "jantung" dari proses audit, karena laporan keuangan pada dasarnya tersusun dari kumpulan transaksi. Jika transaksi yang mendasarinya saja bermasalah, maka laporan keuangannya pun tidak bisa diandalkan. Mengingat auditor tidak mungkin memeriksa 100% transaksi, pemahaman yang baik tentang tes transaksi membantu auditor menentukan sampel mana yang paling berisiko untuk diperiksa lebih dalam, sehingga bukti audit yang diperoleh tetap cukup dan relevan secara efisien. Hal inilah yang membuat tes transaksi sangat penting untuk dipahami oleh seorang auditor.

Aspek yang harus diperhatikan dalam tes transaksi yaitu: a) kelengkapan, memastikan semua transaksi yang seharusnya dicatat sudah tercatat seluruhnya. b) keterjadian, memverifikasi bahwa transaksi yang tercatat benar-benar terjadi dan bukan transaksi fiktif. c) keakuratan, memastikan nilai yang dicatat sudah benar tanpa ada kesalahan perhitungan. d) otorisasi, setiap transaksi harus disetujui oleh pihak yang berwenang. e) klasifikasi, transaksi harus dicatat pada akun yang tepat. f) cutoff, transaksi harus dicatat pada periode yang sesuai karena manipulasi cutoff sering digunakan untuk mempercantik laporan keuangan. Terakhir, pemilihan sampel yang tepat dan representatif agar hasil pengujian benar-benar mencerminkan kondisi nyata.

AUDITING A2026 -> Brainstorming

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -

Nama : Mar'atus Shalihah
NPM   : 2313031025

Tes transaksi itu ibarat "jantung" dari proses audit, karena laporan keuangan pada dasarnya tersusun dari kumpulan transaksi. Jika transaksi yang mendasarinya saja bermasalah, maka laporan keuangannya pun tidak bisa diandalkan. Mengingat auditor tidak mungkin memeriksa 100% transaksi, pemahaman yang baik tentang tes transaksi membantu auditor menentukan sampel mana yang paling berisiko untuk diperiksa lebih dalam, sehingga bukti audit yang diperoleh tetap cukup dan relevan secara efisien.

Aspek yang harus diperhatikan dalam tes transaksi yaitu: a) kelengkapan, memastikan semua transaksi yang seharusnya dicatat sudah tercatat seluruhnya. b) keterjadian, memverifikasi bahwa transaksi yang tercatat benar-benar terjadi dan bukan transaksi fiktif. c) keakuratan, memastikan nilai yang dicatat sudah benar tanpa ada kesalahan perhitungan. d) otorisasi, setiap transaksi harus disetujui oleh pihak yang berwenang. e) klasifikasi, transaksi harus dicatat pada akun yang tepat. f) cutoff, transaksi harus dicatat pada periode yang sesuai karena manipulasi cutoff sering digunakan untuk mempercantik laporan keuangan. Terakhir, pemilihan sampel yang tepat dan representatif agar hasil pengujian benar-benar mencerminkan kondisi nyata.

AUDITING A2026 -> Brainstorming

by Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -

Nama : Mar'atus Shalihah
NPM   : 2313031025

  1. Pengendalian intern adalah sistem kebijakan dan prosedur yang dibuat manajemen supaya semua kegiatan organisasi bisa berjalan sesuai tujuan. Komponennya mencakup lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Yang perlu digaris bawahi, pengendalian intern bukan cuma aturan di atas kertas, tapi harus benar-benar dijalankan dalam keseharian organisasi.
  2. Menurut saya, pengendalian intern itu penting karena fungsinya sangat mendasar bagi kelangsungan sebuah entitas. Mulai dari melindungi aset perusahaan, menjaga agar laporan keuangan yang disajikan akurat dan bisa dipercaya, mendorong efisiensi operasional, hingga memastikan perusahaan patuh terhadap regulasi yang berlaku. Yang paling krusial, pengendalian intern menjadi garis pertahanan utama dalam mencegah dan mendeteksi fraud di dalam organisasi.
  3. Pengendalian intern dan auditing itu ibarat dua sisi mata uang. Ketika melakukan audit, auditor tidak mungkin memeriksa seluruh transaksi satu per satu, jadi langkah awalnya adalah mengevaluasi seberapa kuat sistem pengendalian intern entitas tersebut. Kalau pengendaliannya solid, auditor bisa lebih efisien dalam bekerja. Sebaliknya, kalau lemah, prosedur pengujiannya otomatis diperluas. Jadi kualitas pengendalian intern sangat mempengaruhi strategi dan luasnya proses audit.
  4. Audit internal dikerjakan oleh orang dalam organisasi sendiri, tujuannya membantu manajemen memperbaiki efisiensi dan mengevaluasi pengendalian yang ada, serta berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Sedangkan audit eksternal dilakukan oleh pihak independen dari luar seperti Kantor Akuntan Publik, fokusnya memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan, dan hasilnya diperuntukkan bagi investor, publik, maupun regulator. Sederhananya, audit internal lebih ke "bagaimana kita bisa lebih baik ke depan," sementara audit eksternal lebih ke "apakah yang sudah dilaporkan itu sudah benar dan wajar."