Kiriman dibuat oleh Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah

AUDITING A2026 -> Diskusi

oleh Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM   : 2313031025

Biaya dibayar dimuka merupakan akun yang kerap memerlukan kecermatan tersendiri dalam proses audit, mengingat sifatnya yang melibatkan alokasi beban lintas periode. Tujuan pemeriksaannya mencakup memastikan pengendalian internal yang memadai, memeriksa apakah biaya yang bermanfaat untuk tahun berikutnya sudah dicatat sebagai biaya dibayar dimuka, serta memastikan biaya yang bermanfaat untuk tahun berjalan telah dibebankan sebagai biaya tahun berjalan. Secara prosedural, auditor memulai dengan mengevaluasi pengendalian internal melalui compliance test dengan sampel pengeluaran kas yang dipilih secara acak, kemudian meminta rincian schedule per tanggal neraca, memeriksa ketelitian matematis, mencocokkan saldo dengan buku besar, serta melakukan vouching atas pembayaran dan memeriksa perjanjian yang berlaku.

Pertimbangan utama dalam pemeriksaan akun ini adalah ketepatan pengakuan beban antarperiode. Tanpa pengendalian yang memadai, risiko seperti kesalahan perhitungan pengakuan beban, amortisasi yang tidak sesuai periode manfaat, atau pencatatan transaksi yang tidak valid dapat timbul. Lebih jauh, manajemen berpotensi mencatat masa manfaat lebih pendek agar beban yang diakui menjadi kecil sehingga laba tampak lebih tinggi atau overstated, ditambah pada entitas berskala kecil sering terjadi kurangnya pemisahan fungsi di mana pencatatan, otorisasi, dan persetujuan pembayaran dirangkap oleh satu individu. Hal inilah yang mendorong auditor untuk tidak hanya memeriksa angka, tetapi juga menilai kewajaran asumsi manajemen di balik setiap alokasi biaya. Pengalaman audit pada PT DHL menunjukkan bahwa temuan terkait pengakuan biaya dibayar dimuka memerlukan beberapa penyesuaian, meskipun setelah penyesuaian dilakukan akun tersebut dinyatakan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material (Tanissa, 2016).

Referensi

Tanissa, I. (2016). Audit terhadap biaya dibayar dimuka dan uang muka PT DHL [Laporan tugas akhir, Universitas Indonesia]. Universitas Indonesia. 

AUDITING A2026 -> Diskusi

oleh Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM   : 2313031025

Persediaan bukan sekadar tumpukan barang di gudang; ia adalah salah satu akun yang paling kompleks dan berisiko tinggi dalam laporan keuangan sebuah entitas. Persediaan termasuk akun dengan risiko salah saji material yang tinggi, yang disebabkan oleh kompleksitas pengelolaan seperti variasi jenis barang, metode pencatatan yang berbeda, dan kemungkinan penurunan nilai. Karena itu, audit atas persediaan dilakukan untuk mengevaluasi keakuratan dan kesesuaian persediaan barang, sekaligus memeriksa efektivitas kontrol internal yang diterapkan dalam manajemen persediaan, termasuk menghindari kesalahan dalam menentukan besarnya investasi atau modal yang tertanam (Arens et al., 2017).

Dalam pelaksanaannya, prosedur audit persediaan mencakup stock opname, observasi fisik, peninjauan ulang, dan penyesuaian, di mana stock opname dilakukan terutama untuk persediaan yang berada di gudang perusahaan, dan jika terdapat barang konsinyasi atau barang di gudang publik dalam jumlah material, maka stock opname harus tetap dilakukan. Selanjutnya, prosedur pemeriksaan juga mencakup siklus pembelian, penyimpanan, pemakaian, dan penjualan persediaan, karena akun ini berkaitan langsung dengan siklus pembelian, utang, dan pengeluaran kas, serta siklus penjualan, piutang, dan penerimaan kas (Arens et al., 2017).

Dari sisi urgensi yang lebih strategis, pendekatan audit berbasis risiko menjadi penting untuk memungkinkan auditor mengalokasikan sumber daya secara optimal pada area yang paling berisiko sehingga opini audit yang dihasilkan lebih andal. Pandangan saya, pemeriksaan persediaan bukan sekadar kewajiban prosedural, melainkan cermin dari kesehatan operasional entitas secara keseluruhan. Akun persediaan termasuk dalam area berisiko tinggi yang selalu menjadi perhatian utama auditor, di samping pendapatan dan estimasi akuntansi lainnya. Entitas yang mengabaikan kualitas audit persediaannya bukan hanya berisiko terhadap salah saji laporan keuangan, tetapi juga terhadap kepercayaan pemangku kepentingan secara lebih luas.

REFERENSI
Arens, A. A., Elder, R. J., Beasley, M. S., & Hogan, C. E. (2017). Auditing and assurance services: An integrated approach (Ed. ke-15). Pearson.

AUDITING A2026 -> Diskusi

oleh Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

Pemeriksaan surat berharga dan investasi merupakan salah satu area audit yang memerlukan kecermatan tinggi mengingat sifatnya yang dinamis dan beragam. Investasi dalam surat berharga diklasifikasikan sebagai aktiva lancar apabila dibeli untuk memanfaatkan kelebihan dana jangka pendek, atau sebagai investasi jangka panjang apabila bertujuan menguasai manajemen perusahaan lain maupun memperoleh pendapatan berkelanjutan. Prosedur pemeriksaannya mencakup evaluasi pengendalian internal, pemeriksaan fisik dan kepemilikan, vouching atas transaksi, serta pemeriksaan perhitungan bunga dan dividen berikut aspek perpajakannya, dilanjutkan dengan pemeriksaan harga pasar, diskusi perubahan tujuan investasi bersama manajemen, dan penelaahan subsequent events sebelum kesimpulan ditarik.

Ketika entitas memiliki varian kepemilikan yang beragam, auditor tidak dapat menerapkan satu metode penilaian secara seragam karena berdasarkan PSAK 71, setiap instrumen harus diukur berdasarkan karakteristik arus kas dan model bisnisnya, apakah menggunakan FVTOCI atau FVTPL. Di sisi lain, penerapan fair value accounting seringkali sulit diterapkan di lingkungan dengan volatilitas pasar yang tinggi, sehingga kewajaran angka yang disajikan manajemen harus ditelaah dengan sangat cermat. Auditor juga perlu memastikan ketepatan metode akuntansi atas kepemilikan saham di berbagai perusahaan, apakah menggunakan metode ekuitas, konsolidasi, atau harga perolehan, karena tujuan akhirnya adalah memastikan penilaian dan penyajian surat berharga telah sesuai dengan SAK/ETAP/IFRS. 

AUDITING A2026 -> Diskusi

oleh Mar'atus Shalihah Mar'atus Shalihah -
Nama : Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025

  1. Prosedur Pemeriksaan
    Auditor memulai dengan memahami pengendalian internal atas transaksi kas, membuat top schedule per tanggal neraca, melakukan cash count, mengirim konfirmasi ke seluruh rekening bank, serta memeriksa rekonsiliasi bank. Secara substantif, prosedur ini mencakup konfirmasi bank, penelusuran jurnal, verifikasi buku besar, rekonsiliasi, dan evaluasi penyajian laporan keuangan. 
  2. Pertimbangan Utama
    Kas adalah akun yang masuk ke hampir semua siklus transaksi perusahaan, sehingga hasil audit kas sangat bergantung pada pengujian di siklus lain dan memiliki potensi kecurangan yang tinggi. Auditor perlu memperhatikan klasifikasi rekening yang dibatasi, kurs mata uang asing, serta memastikan bahwa investasi hanya digolongkan sebagai setara kas apabila jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang.
  3. Kaitan dengan Pemeriksaan Piutang
    Pemeriksaan piutang dilaksanakan setelah kas dan setara kas diketahui nilai tercatatnya. Keduanya saling terkait karena auditor menelaah buku kas dan bukti penerimaan kas untuk memverifikasi subsequent collections atas piutang yang masih outstanding dari periode yang diperiksa. Karena piutang yang jatuh tempo harus ditagih dan dikaitkan dengan potensi kerugian piutang tak tertagih, audit atas penerimaan kas dari penagihan piutang menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
  4. Contoh Empiris
    Pada PT ABC yang diaudit KAP Buntaran & Lisawati, pengendalian internal dinilai memadai karena seluruh bukti transaksi kas telah dilengkapi dokumen pendukung, diotorisasi, dan diposting dengan benar (Pramesti & Azmiyanti, 2024). Sebaliknya, pada Organisasi Nirlaba XYZ, meski pengendalian internal tampak terkendali, ditemukan indikasi kecurangan pada aktivitas kas. Hal tersebut membuktikan bahwa kontrol yang baik di permukaan belum menjamin kewajaran akun sepenuhnya (Saenggo & Muslimin, 2023). Secara umum, dalam praktiknya auditor perlu menyesuaikan prosedur pemeriksaan dengan kondisi klien dan efektivitas pengumpulan bukti (Fitriandani & Sari, 2025).
Referensi
Pramesti, S. D., & Azmiyanti, R. (2024). Analisis prosedur audit kas dan setara kas pada PT ABC oleh KAP Buntaran & Lisawati. Jurnal Revenue: Jurnal Akuntansi, 5(1), 691–704.
Saenggo, A. T. P., & Muslimin. (2023). Analisis prosedur audit kas setara kas: Studi kasus terhadap laporan keuangan organisasi nirlaba XYZ. Seminar Nasional Akuntansi dan Call for Paper, 3(1), 1–8.
Fitriandani, S., & Sari, R. P. (2025). Dari prosedur ke praktik: Audit kas dan setara kas. Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (JEBISMA), 3(1).