Nama: Mar'atus Shalihah
NPM : 2313031025
1. Anggaran Tradisional (Line-Item Budget)
Anggaran yang disusun berdasarkan jenis pengeluaran (belanja) tanpa memperhatikan tujuan atau hasil yang ingin dicapai. Fokus pada pengelompokan pengeluaran menurut pos seperti gaji, bahan habis pakai, dan peralatan. Lingkup dari anggaran ini cocok untuk kontrol pengeluaran yang ketat, namun lemah dalam pengukuran kinerja dan pertanggungjawaban hasil.
2. Anggaran Kinerja (Performance Budget)
Mengaitkan alokasi anggaran dengan hasil kinerja yang ingin dicapai. Setiap kegiatan memiliki indikator kinerja yang terukur. Lingkup dari anggaran ini yaitu meliputi input (dana), output (hasil langsung), dan outcome (dampak). Lebih menekankan pada efisiensi dan efektivitas program.
3. Anggaran Program (Program Budget)
Anggaran yang disusun berdasarkan program atau kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi tertentu. Lingkup dari anggaran ini yaitu untuk mengintegrasikan perencanaan dengan penganggaran, memudahkan evaluasi program secara menyeluruh.
4. Anggaran Berbasis Nol (Zero-Based Budget/ZBB)
Setiap periode anggaran dimulai dari nol, semua program harus diajukan dan dipertimbangkan kembali seolah-olah merupakan program baru. Lingkup dari anggaran ini yaitu untuk mencegah pemborosan karena tidak ada anggaran yang otomatis dilanjutkan. Namun membutuhkan waktu dan analisis yang mendalam.
5. Anggaran Berbasis Kinerja (Performance-Based Budget)
Pengembangan dari anggaran kinerja yang lebih komprehensif, mengintegrasikan perencanaan strategis dengan alokasi anggaran berdasarkan capaian kinerja. Lingkup dari anggaran ini yaitu, mencakup penetapan target kinerja, indikator kinerja kunci (KPI), dan alokasi anggaran yang fleksibel berdasarkan pencapaian.
6. Anggaran Berbasis Aktivitas (Activity-Based Budget/ABB)
Fokus pada aktivitas-aktivitas yang mengonsumsi sumber daya untuk menghasilkan output tertentu. Lingkup dari anggaran ini untuk mengidentifikasi biaya setiap aktivitas dan mengalokasikan sumber daya berdasarkan aktivitas yang bernilai tambah.
7. Anggaran Partisipatif (Participatory Budget)
Melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengalokasian anggaran, terutama di tingkat lokal. Lingkup dari anggaran ini untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan memastikan anggaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
8. Anggaran Fleksibel (Flexible Budget)
Anggaran yang dapat disesuaikan dengan perubahan volume aktivitas atau kondisi tertentu. Lingkup dari anggaran ini berguna untuk organisasi dengan tingkat aktivitas yang tidak pasti, memungkinkan penyesuaian alokasi anggaran.