Nama : Irfan A Suki
Npm : 2313031013
1. Teori yang relevan
- Teori Kepemimpinan Transformasional & Transaksional (Burns / Bass): Menjelaskan bagaimana pemimpin menginspirasi atau memberi imbalan sehingga memengaruhi perilaku karyawan.
- Teori Kontingensi / Situasional (Hersey-Blanchard, Fiedler): Menekankan bahwa efektivitas gaya kepemimpinan tergantung konteks dan kesiapan bawahan.
- Leader–Member Exchange (LMX): Fokus pada kualitas hubungan atasan-bawahan dan dampaknya pada hasil kerja.
- Path-Goal Theory: Pemimpin memfasilitasi pencapaian tujuan bawahan melalui dukungan, arahan, atau imbalan.
- Teori Pertukaran Sosial & Self-Determination (motivasi): menjelaskan mekanisme motivasi, komitmen, dan kepuasan yang menghubungkan kepemimpinan dengan kinerja.
2. Kerangka pikir (sistematis & logis)
Gaya kepemimpinan (independen: transformasional / transaksional / situasional / gaya perilaku) → memengaruhi motivasi kerja / kepuasan kerja / komitmen organisasi (mediator) → yang pada gilirannya memengaruhi kinerja karyawan (dependen).
Selain itu, ada efek langsung gaya kepemimpinan → kinerja, dan faktor moderasi (mis. dukungan organisasi, budaya startup, sistem reward) yang memperkuat atau melemahkan hubungan tersebut.
(Skema singkat:
Gaya Kepemimpinan → Motivasi/Kepuasan/Komitmen → Kinerja
Gaya Kepemimpinan → Kinerja (langsung)
Moderator: Dukungan Organisasi / Budaya / Reward)
3. Hipotesis yang dapat diuji
- H1 (utama): Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. (H0: tidak ada pengaruh.)
- H2: Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh positif lebih kuat terhadap kinerja dibanding kepemimpinan transaksional.
- H3 (mediasi): Motivasi kerja memediasi pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.
- H4 (moderasi): Dukungan organisasi (sistem reward / budaya startup) memperkuat pengaruh positif gaya kepemimpinan terhadap kinerja.