Posts made by IRFAN A SUKI

AUDITING A2026 -> Diskusi

by IRFAN A SUKI -
Nama : Irfan A Suki
Npm : 2313031013

Pemeriksaan persediaan merupakan bagian penting dalam audit karena persediaan sering menjadi aset yang bernilai besar dan rentan terhadap kesalahan maupun kecurangan. Audit persediaan bertujuan memastikan bahwa jumlah, kondisi, dan nilai persediaan telah dicatat secara benar sesuai dengan keadaan sebenarnya. Prosedur yang dilakukan biasanya meliputi observasi fisik (stock opname), pengecekan dokumen, serta penilaian metode pencatatan seperti FIFO atau rata-rata.

Urgensi pemeriksaan persediaan bagi entitas sangat tinggi karena kesalahan dalam pencatatan persediaan dapat berdampak langsung pada laporan laba rugi dan neraca. Selain itu, persediaan juga berisiko mengalami kehilangan, kerusakan, atau usang. Oleh karena itu, pengendalian internal yang baik serta audit yang tepat sangat diperlukan agar informasi yang disajikan akurat dan dapat dipercaya.

AUDITING A2026 -> Diskusi

by IRFAN A SUKI -
Nama : Irfan A Suki
Npm : 2313031013

Pemeriksaan surat berharga dan investasi dilakukan untuk memastikan bahwa kepemilikan, penilaian, dan pencatatannya sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya. Prosedur audit meliputi pengecekan bukti kepemilikan seperti sertifikat atau dokumen investasi, konfirmasi ke pihak ketiga (bank atau kustodian), serta penilaian kembali nilai investasi sesuai harga pasar.

Dalam mengaudit surat berharga dan investasi, auditor perlu memperhatikan beberapa hal penting, seperti keabsahan kepemilikan, klasifikasi investasi (jangka pendek atau panjang), metode penilaian yang digunakan, serta potensi risiko penurunan nilai. Jika entitas memiliki banyak jenis investasi, auditor harus lebih teliti dalam memahami karakteristik masing-masing instrumen, risiko yang melekat, serta memastikan pengungkapan dalam laporan keuangan sudah lengkap dan sesuai standar.

AUDITING A2026 -> Diskusi

by IRFAN A SUKI -
Nama : Irfan A Suki
Npm : 2313031013

Pemeriksaan kas dan setara kas dilakukan untuk memastikan bahwa saldo kas benar, lengkap, dan sesuai dengan catatan. Prosedurnya meliputi perhitungan fisik kas, rekonsiliasi bank, konfirmasi ke bank, serta pemeriksaan bukti transaksi. Dalam audit ini, auditor perlu memperhatikan risiko kecurangan, efektivitas pengendalian internal, serta ketepatan pencatatan periode.

Audit kas juga berkaitan erat dengan audit piutang karena penerimaan kas umumnya berasal dari pelunasan piutang. Auditor harus memastikan bahwa kas yang diterima telah dicatat dengan benar agar tidak terjadi kecurangan seperti lapping. Contohnya, dalam praktik sering ditemukan penyalahgunaan kas untuk menutupi piutang lama, yang dapat dideteksi melalui ketidaksesuaian pencatatan.