Nama: Sinthia Wardani
NPM: 2313031063
Pada bab 4 ini membahas tentang "Teknik Sampling, Desain Penelitian, Instrumen Penelitian dan Persyaratannya"
A. Teknik Sampling (Pengambilan Sampel)
Teknik sampling merupakan prosedur krusial dalam penelitian yang bertujuan untuk menentukan sampel yang akan dijadikan sumber data. Tujuannya adalah memastikan sampel tersebut representatif, yaitu jumlahnya memadai dan benar-benar mencerminkan karakteristik serta penyebaran populasi, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi. Teknik ini terbagi menjadi dua kelompok utama. Pertama, Probability Sampling (Sampel Acak), di mana setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih, mencakup metode seperti Simple Random, Systematic Random, Stratified Random (berstrata), dan Area Random (wilayah). Kedua, Nonprobability Sampling (Sampel Tidak Acak), yang tidak menggunakan kaidah peluang dan melibatkan pertimbangan subjektif peneliti, seperti Purposive sampling (dengan pertimbangan), Snowball sampling (bola salju), Accidental sampling (kebetulan), Quota sampling (jatah), dan sampling jenuh.
B. Desain Penelitian (Research Design)
Desain penelitian didefinisikan sebagai kerangka atau rencana dasar (frame work) yang berfungsi sebagai pedoman untuk memandu keseluruhan proses penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga analisisnya. Desain ini merupakan strategi yang menentukan jenis informasi yang akan dikumpulkan, sumber data yang relevan, dan prosedur sistematis untuk pengumpulan data. Secara hakikat, desain penelitian adalah cetak biru untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Unsur-unsur pokok yang harus dimuat dalam desain penelitian meliputi: Judul, Latar Belakang Masalah, perumusan Tujuan dan Hipotesis (jika ada), Kerangka Dasar Penelitian, serta penjelasan rinci mengenai Penarikan Sampel, termasuk penetapan populasi, batasan masalah, ciri-ciri sampel, besar sampel, dan cara penarikannya.
C. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data secara sistematis, mempermudah dan memastikan proses tersebut terstruktur. Instrumen ini berfungsi untuk merekam keadaan atau aktivitas dari atribut-atribut yang diteliti, seringkali dalam bentuk kuantitatif. Agar dapat dianggap baik dan layak digunakan, sebuah instrumen harus memenuhi serangkaian persyaratan penting. Persyaratan utama meliputi Validitas (kesahihan atau ketepatan alat ukur dalam mengukur apa yang seharusnya diukur) dan Reliabilitas (keajegan atau keandalan hasil ukur jika diulang). Selain itu, instrumen juga harus memiliki Objektivitas dan mampu menyediakan hasil yang dapat diinterpretasikan secara akurat. Dalam memilih atau menyusun instrumen, peneliti harus mempertimbangkan kejelasan variabel, keragaman sumber data, serta jenis data yang diharapkan.
NPM: 2313031063
Pada bab 4 ini membahas tentang "Teknik Sampling, Desain Penelitian, Instrumen Penelitian dan Persyaratannya"
A. Teknik Sampling (Pengambilan Sampel)
Teknik sampling merupakan prosedur krusial dalam penelitian yang bertujuan untuk menentukan sampel yang akan dijadikan sumber data. Tujuannya adalah memastikan sampel tersebut representatif, yaitu jumlahnya memadai dan benar-benar mencerminkan karakteristik serta penyebaran populasi, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi. Teknik ini terbagi menjadi dua kelompok utama. Pertama, Probability Sampling (Sampel Acak), di mana setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih, mencakup metode seperti Simple Random, Systematic Random, Stratified Random (berstrata), dan Area Random (wilayah). Kedua, Nonprobability Sampling (Sampel Tidak Acak), yang tidak menggunakan kaidah peluang dan melibatkan pertimbangan subjektif peneliti, seperti Purposive sampling (dengan pertimbangan), Snowball sampling (bola salju), Accidental sampling (kebetulan), Quota sampling (jatah), dan sampling jenuh.
B. Desain Penelitian (Research Design)
Desain penelitian didefinisikan sebagai kerangka atau rencana dasar (frame work) yang berfungsi sebagai pedoman untuk memandu keseluruhan proses penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga analisisnya. Desain ini merupakan strategi yang menentukan jenis informasi yang akan dikumpulkan, sumber data yang relevan, dan prosedur sistematis untuk pengumpulan data. Secara hakikat, desain penelitian adalah cetak biru untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Unsur-unsur pokok yang harus dimuat dalam desain penelitian meliputi: Judul, Latar Belakang Masalah, perumusan Tujuan dan Hipotesis (jika ada), Kerangka Dasar Penelitian, serta penjelasan rinci mengenai Penarikan Sampel, termasuk penetapan populasi, batasan masalah, ciri-ciri sampel, besar sampel, dan cara penarikannya.
C. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data secara sistematis, mempermudah dan memastikan proses tersebut terstruktur. Instrumen ini berfungsi untuk merekam keadaan atau aktivitas dari atribut-atribut yang diteliti, seringkali dalam bentuk kuantitatif. Agar dapat dianggap baik dan layak digunakan, sebuah instrumen harus memenuhi serangkaian persyaratan penting. Persyaratan utama meliputi Validitas (kesahihan atau ketepatan alat ukur dalam mengukur apa yang seharusnya diukur) dan Reliabilitas (keajegan atau keandalan hasil ukur jika diulang). Selain itu, instrumen juga harus memiliki Objektivitas dan mampu menyediakan hasil yang dapat diinterpretasikan secara akurat. Dalam memilih atau menyusun instrumen, peneliti harus mempertimbangkan kejelasan variabel, keragaman sumber data, serta jenis data yang diharapkan.