Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006
1. Kesesuaian Teknik Pengumpulan Data KuantitatifTeknik pengumpulan data melalui angket terstruktur sangat sesuai untuk pendekatan kuantitatif. Alasannya, angket memungkinkan data diubah ke dalam bentuk numerik misalnya, skor pada skala Likert, sehingga analisis statistik dapat dilakukan untuk menemukan hubungan antar variabel atau membandingkan kelompok responden berdasarkan karakteristik tertentu seperti tingkat pendidikan. Data demografis juga penting untuk pengelompokan dan analisis selanjutnya.
2. Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan penggunaan angket dalam penelitian ini adalah kemampuan untuk mengumpulkan data dari banyak guru dalam waktu relatif singkat dengan prosedur yang terstandar, sehingga memudahkan peneliti mengubah respons menjadi angka dan melakukan analisis statistik secara objektif. Selain itu, angket memungkinkan responden menjawab secara lebih jujur karena sifatnya yang anonim dan tidak menuntut interaksi langsung dengan peneliti, sehingga dapat mengurangi rasa sungkan ketika menilai gaya kepemimpinan kepala sekolah atau mengungkap tingkat motivasi kerja. Di sisi lain, angket memiliki kelemahan karena setiap guru mungkin menafsirkan pernyataan dengan cara yang berbeda, sehingga dapat menurunkan ketepatan makna data yang diperoleh. Angket juga kurang mampu menggali informasi yang bersifat mendalam, seperti alasan psikologis atau pengalaman spesifik yang memengaruhi motivasi kerja, dan terdapat risiko jawaban tidak akurat jika responden mengisi secara terburu-buru, asal pilih, atau sekadar menyesuaikan dengan jawaban yang dianggap “aman” secara sosial.
3. Teknik Analisis Statistik yang Tepat
• Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja digunakan teknik regresi linier sederhana (bila variabel gaya kepemimpinan dianggap sebagai satu skor keseluruhan) atau regresi linier berganda (bila terdiri dari beberapa dimensi kepemimpinan).
• Untuk mengetahui perbedaan motivasi kerja berdasarkan tingkat pendidikan guru digunakan teknik uji ANOVA satu arah (one-way ANOVA), karena membandingkan mean motivasi kerja dari lebih dari dua kelompok pendidikan.
4. Potensi Bias/Validitas dan Cara Mengatasinya
• Bias sosial (social desirability bias): Guru bisa memilih jawaban yang dianggap ‘baik’ atau aman. Cara mengatasi: Anonimitas diperkuat dan instruksi menekankan kerahasiaan.
• Validitas konstruk: Pernyataan pada angket harus benar-benar mencerminkan teori variabel yang diukur. Cara mengatasi: Uji validitas isi dengan meminta ahli menelaah item, lakukan uji coba (try-out) dan analisis validitas.
• Bias nonrespons: Tidak semua guru yang diberi angket mengisinya, sehingga data tidak representatif. Cara mengatasi: Pastikan distribusi angket merata dan lakukan follow-up pada responden.
• Reliabilitas skala: Pastikan konsistensi internal antar butir pernyataan dengan uji reliabilitas (misalnya menggunakan Cronbach’s Alpha).