Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006
Rendahnya efektivitas SehatMandiri terutama disebabkan oleh rendahnya adopsi di Puskesmas (SDM belum terampil, SOP belum mewajibkan penggunaan penuh), integrasi dan kualitas data yang buruk (standar data berbeda, tidak ada mekanisme sinkronisasi yang kuat), serta alur layanan yang tidak diubah sehingga sistem hanya menjadi pekerjaan tambahan dan justru memperlambat pelayanan sehingga keluhan meningkat. Untuk mengauditnya secara berbasis data, dapat digunakan pendekatan audit kinerja/value for money: tetapkan tujuan dan indikator kuantitatif (misalnya persentase kunjungan yang memakai pendaftaran online, rata‑rata waktu tunggu sebelum dan sesudah sistem, jumlah data tidak sinkron, jumlah keluhan, dan rasio biaya sistem per kunjungan yang memakai aplikasi), tarik data dari log sistem, antrian, dan keluhan, lalu analisis perbandingan antar waktu dan antar fasilitas (unit yang aktif vs pasif menggunakan sistem) dan kombinasikan dengan wawancara terarah. Hasil analisis kemudian digunakan untuk menyusun rekomendasi spesifik: redesign alur layanan agar proses kunci wajib lewat SehatMandiri (tanpa input ganda), standardisasi dan integrasi data, penguatan tata kelola TI dan peran penanggung jawab data di tiap Puskesmas, serta pembuatan dashboard monitoring kinerja real‑time bagi pimpinan Dinas.
NPM: 2313031006
Rendahnya efektivitas SehatMandiri terutama disebabkan oleh rendahnya adopsi di Puskesmas (SDM belum terampil, SOP belum mewajibkan penggunaan penuh), integrasi dan kualitas data yang buruk (standar data berbeda, tidak ada mekanisme sinkronisasi yang kuat), serta alur layanan yang tidak diubah sehingga sistem hanya menjadi pekerjaan tambahan dan justru memperlambat pelayanan sehingga keluhan meningkat. Untuk mengauditnya secara berbasis data, dapat digunakan pendekatan audit kinerja/value for money: tetapkan tujuan dan indikator kuantitatif (misalnya persentase kunjungan yang memakai pendaftaran online, rata‑rata waktu tunggu sebelum dan sesudah sistem, jumlah data tidak sinkron, jumlah keluhan, dan rasio biaya sistem per kunjungan yang memakai aplikasi), tarik data dari log sistem, antrian, dan keluhan, lalu analisis perbandingan antar waktu dan antar fasilitas (unit yang aktif vs pasif menggunakan sistem) dan kombinasikan dengan wawancara terarah. Hasil analisis kemudian digunakan untuk menyusun rekomendasi spesifik: redesign alur layanan agar proses kunci wajib lewat SehatMandiri (tanpa input ganda), standardisasi dan integrasi data, penguatan tata kelola TI dan peran penanggung jawab data di tiap Puskesmas, serta pembuatan dashboard monitoring kinerja real‑time bagi pimpinan Dinas.