Nama: Yesi Novia Pitriani
NPM: 2313031006
1. Paradigma anggaran tradisional menekankan pada pengawasan yang terpusat dan penyusunan berbasis incrementalism serta line-item, sedangkan paradigma anggaran berbasis New Public Management (NPM) menekankan pada desentralisasi, pengelolaan berbasis kinerja (performance-based), serta value for money yang mengedepankan output dan outcome. Proses implementasi Zero-Based Budgeting (ZBB) hadir untuk mengatasi kesenjangan sistem anggaran dengan memulai penyusunan anggaran dari nol, sehingga seluruh program dievaluasi secara kritis atas kebutuhan dan manfaatnya, bukan sekadar berdasarkan penambahan dari tahun lalu
2. Proses implementasi Zero-Based Budgeting (ZBB) dimulai dengan memetakan seluruh unit keputusan di organisasi untuk menentukan kegiatan atau program apa saja yang membutuhkan anggaran. Setiap unit kemudian membuat paket keputusan, yaitu uraian dan analisis atas program secara terperinci, meliputi tujuan, kebutuhan, alternatif pelaksanaan, dan manfaatnya bagi organisasi. Semua paket program dievaluasi dari nol tanpa mempertimbangkan anggaran tahun sebelumnya, lalu diprioritaskan menurut tingkat urgensi dan kontribusi terhadap tujuan organisasi. Selanjutnya, alokasi anggaran diberikan hanya kepada paket yang terbukti paling efisien dan mendukung pencapaian target, sehingga ZBB mampu menutup celah antara praktik anggaran tradisional dan berbasis NPM dengan menekan pemborosan serta meningkatkan transparansi.
NPM: 2313031006
1. Paradigma anggaran tradisional menekankan pada pengawasan yang terpusat dan penyusunan berbasis incrementalism serta line-item, sedangkan paradigma anggaran berbasis New Public Management (NPM) menekankan pada desentralisasi, pengelolaan berbasis kinerja (performance-based), serta value for money yang mengedepankan output dan outcome. Proses implementasi Zero-Based Budgeting (ZBB) hadir untuk mengatasi kesenjangan sistem anggaran dengan memulai penyusunan anggaran dari nol, sehingga seluruh program dievaluasi secara kritis atas kebutuhan dan manfaatnya, bukan sekadar berdasarkan penambahan dari tahun lalu
2. Proses implementasi Zero-Based Budgeting (ZBB) dimulai dengan memetakan seluruh unit keputusan di organisasi untuk menentukan kegiatan atau program apa saja yang membutuhkan anggaran. Setiap unit kemudian membuat paket keputusan, yaitu uraian dan analisis atas program secara terperinci, meliputi tujuan, kebutuhan, alternatif pelaksanaan, dan manfaatnya bagi organisasi. Semua paket program dievaluasi dari nol tanpa mempertimbangkan anggaran tahun sebelumnya, lalu diprioritaskan menurut tingkat urgensi dan kontribusi terhadap tujuan organisasi. Selanjutnya, alokasi anggaran diberikan hanya kepada paket yang terbukti paling efisien dan mendukung pencapaian target, sehingga ZBB mampu menutup celah antara praktik anggaran tradisional dan berbasis NPM dengan menekan pemborosan serta meningkatkan transparansi.