Posts made by Rieke Nindita Sari -

ASP A2025 -> Summary

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Analisis investasi sektor publik merupakan proses penilaian terhadap kelayakan suatu proyek yang dibiayai oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa dana publik digunakan secara efisien, efektif, dan memberikan manfaat sosial maupun ekonomi bagi masyarakat. Berbeda dengan investasi sektor swasta yang berorientasi pada keuntungan finansial, investasi sektor publik lebih menitikberatkan pada manfaat sosial, seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, serta pengurangan ketimpangan antarwilayah.
Dalam melakukan analisis investasi sektor publik, beberapa aspek penting yang diperhatikan meliputi analisis biaya dan manfaat (cost-benefit analysis), kelayakan ekonomi, kelayakan sosial, serta dampak lingkungan. Analisis biaya dan manfaat digunakan untuk menilai apakah manfaat proyek lebih besar dibandingkan biayanya dalam jangka panjang. Selain itu, indikator seperti Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) dapat digunakan untuk menilai efisiensi ekonomi proyek publik, meskipun hasilnya sering kali disesuaikan dengan nilai sosial non-moneter.
Faktor lain yang turut memengaruhi investasi publik adalah keterbatasan anggaran, prioritas pembangunan nasional, serta kebijakan fiskal pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah perlu menetapkan skala prioritas dan memilih proyek yang memberikan dampak paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

MPPE A2025 -> CASE STUDY 2

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

1) Teori untuk landasan teori
Teori utama yang relevan adalah Teori Kepemimpinan Transformasional & Transaksional (Bass) karena menjelaskan bagaimana gaya pemimpin memotivasi dan memengaruhi kinerja; Leader–Member Exchange (LMX) untuk menjelaskan kualitas hubungan atasan–bawahan; Teori Kontingensi (Fiedler / Hersey-Blanchard) dan Path-Goal (House) untuk menyoroti bahwa efektivitas gaya bergantung konteks dan kebutuhan bawahan; untuk mekanisme motivasi gunakan Expectancy Theory (Vroom) dan Self-Determination Theory (Deci & Ryan) yang mengaitkan gaya kepemimpinan dengan motivasi intrinsik/ekstrinsik dan kapasitas karyawan mencapai hasil; serta Job Characteristics Model dan Social Exchange Theory sebagai dukungan untuk memahami bagaimana kondisi pekerjaan dan timbal balik sosial mempengaruhi kinerja.
2) Kerangka pikir
Gaya kepemimpinan (variabel independen) mis. transformasional vs transaksional, kualitas LMX, kecocokan kontingensi memengaruhi motivasi kerja, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi (variabel mediasi), yang pada gilirannya menentukan kinerja karyawan (variabel dependen: produktivitas, kualitas pekerjaan, pencapaian target). Selain itu terdapat variabel moderator seperti kondisi kerja / budaya startup, tingkat perubahan organisasi, dan kompetensi karyawan yang memperkuat atau melemahkan hubungan antara gaya kepemimpinan dan motivasi/kinerja. Secara operasional: gaya kepemimpinan (melalui) motivasi/komitmen hasil kinerja, dengan konteks (moderator) menentukan kekuatan efek.
3) Hipotesis yang dapat diuji
H1: Gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
H2: Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dimediasi oleh motivasi kerja (motivasi menjelaskan sebagian atau seluruh efek).
H3: Kualitas hubungan atasan–bawahan (LMX) memperkuat pengaruh positif gaya kepemimpinan terhadap motivasi dan kinerja (efek moderasi).
H4: Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja lebih kuat pada karyawan dengan kompetensi tinggi dibandingkan kompetensi rendah (moderasi kompetensi).

MPPE A2025 -> CASE STUDY

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

1. Landasan Teori
Teori-teori yang relevan dalam penelitian tentang pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi antara lain Teori Konstruktivisme yang menekankan bahwa belajar merupakan proses aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman; Teori Belajar Sosial Bandura yang menyoroti pentingnya interaksi dan observasi dalam proses belajar, termasuk dalam konteks daring; serta Teori Efektivitas Pembelajaran yang menilai keberhasilan belajar dari aspek interaksi, motivasi, dan hasil capaian. Selain itu, Teori Teknologi Pembelajaran (Educational Technology Theory) juga dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan media digital dan platform daring mempengaruhi pemahaman serta keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar.

2. Kerangka Pikir
Dalam konteks ini, kerangka pikir dibangun berdasarkan hubungan antara pembelajaran daring sebagai variabel independen (X) dan hasil belajar mahasiswa sebagai variabel dependen (Y). Pembelajaran daring mempengaruhi hasil belajar melalui beberapa aspek seperti kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa, ketersediaan materi digital, motivasi belajar, serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi. Jika pembelajaran daring dirancang dengan baik interaktif, mudah diakses, dan mendorong partisipasi aktif maka hasil belajar mahasiswa cenderung meningkat. Sebaliknya, pembelajaran daring yang kurang efektif dapat menurunkan minat dan pencapaian akademik. Dengan demikian, kerangka pikir ini menggambarkan hubungan sebab-akibat di mana efektivitas pelaksanaan pembelajaran daring akan berdampak langsung pada hasil belajar mahasiswa.

3. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir tersebut, hipotesis yang dapat diajukan adalah: “Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara efektivitas pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.” Secara alternatif, hipotesis nol (H₀) dapat dinyatakan sebagai: “Tidak terdapat pengaruh signifikan antara efektivitas pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.” Hipotesis ini dapat diuji secara ilmiah menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner dan analisis statistik, seperti uji regresi atau korelasi.

MPPE A2025 -> Menulis Summary e-journal

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Jurnal ini berfokus pada upaya memperjelas perbedaan antara teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual, yang sering kali disalahartikan oleh mahasiswa pascasarjana maupun peneliti pemula. Kivunja menyoroti bahwa banyak peneliti menggunakan istilah-istilah tersebut secara bergantian tanpa memahami makna dan fungsi spesifiknya dalam penelitian ilmiah. Melalui pendekatan reflektif dan tinjauan pustaka sistematis, penulis menjelaskan bahwa teori merupakan seperangkat konsep dan proposisi yang saling berhubungan untuk menjelaskan atau memprediksi fenomena tertentu. Sebuah teori lahir dari akumulasi hasil penelitian empiris yang kemudian membentuk dasar pengetahuan ilmiah.
Sementara itu, kerangka teori dijelaskan sebagai struktur akademik yang bersumber dari teori-teori para ahli, berfungsi sebagai landasan untuk menganalisis dan menafsirkan data penelitian. Kerangka teori bukanlah hasil pemikiran pribadi peneliti, melainkan sintesis dari pandangan ilmuwan terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Ia berperan sebagai “gantungan” bagi seluruh proses analisis data dan interpretasi hasil penelitian agar memiliki dasar ilmiah yang kuat dan arah yang konsisten.
Sebaliknya, kerangka konseptual mencakup keseluruhan rancangan berpikir peneliti mengenai proyek risetnya, mulai dari pemilihan topik, perumusan masalah, teori yang digunakan, hingga metode dan interpretasi hasil. Kivunja menganalogikan kerangka konseptual sebagai “rumah penelitian”, sedangkan kerangka teori adalah salah satu ruangan di dalamnya. Pada akhirnya, penulis menegaskan bahwa pemahaman mendalam tentang perbedaan ketiga konsep ini tidak hanya membantu peneliti menyusun proposal dan tesis secara lebih sistematis, tetapi juga meningkatkan kredibilitas akademik, kedalaman analisis, serta kemampuan berpikir kritis dalam konteks penelitian ilmiah.

MPPE A2025 -> Diskusi

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Teori, kerangka pikir, dan hipotesis merupakan tiga unsur penting yang saling berkaitan dalam penelitian ilmiah. Teori adalah kumpulan konsep dan prinsip yang telah teruji dan digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena secara ilmiah. Dari teori-teori yang relevan, peneliti kemudian menyusun kerangka pikir (kerangka konseptual), yaitu alur logis yang menggambarkan bagaimana variabel-variabel dalam penelitian saling berhubungan berdasarkan landasan teori tersebut. Selanjutnya, dari kerangka pikir inilah peneliti merumuskan hipotesis, yaitu dugaan atau pernyataan sementara tentang hubungan antara variabel yang akan diuji secara empiris. Dengan demikian, teori menjadi dasar konseptual, kerangka pikir menjadi jembatan penalaran, dan hipotesis menjadi pernyataan yang diuji dalam proses penelitian untuk membuktikan kebenaran teori atau memperluasnya.