གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rieke Nindita Sari -

AUDITING A2026 -> Diskusi

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Prosedur pemeriksaan biaya dibayar di muka diawali dengan melakukan rekonsiliasi antara saldo buku besar dengan rincian jadwal biaya dibayar di muka, yang dilanjutkan dengan prosedur vouching ke dokumen pendukung seperti polis asuransi, perjanjian sewa, atau bukti bayar untuk memastikan validitas transaksi. Pertimbangan utama dalam pemeriksaan ini adalah ketepatan alokasi pembebanan biaya ke periode berjalan (amortisasi) dan konsistensi metode yang digunakan, karena biaya dibayar di muka sering kali melibatkan estimasi waktu yang secara langsung memengaruhi kewajaran penyajian beban di laporan laba rugi serta aset lancar di neraca. Hal ini menjadi krusial karena kesalahan perhitungan amortisasi dapat menyebabkan salah saji material berupa overstated pada aset atau understated pada beban periode berjalan, sehingga auditor harus mencermati masa manfaat yang tersisa dan memastikan bahwa seluruh biaya yang telah kedaluwarsa telah dipindahkan dari akun aset ke akun beban sesuai dengan prinsip penandingan (matching principle).

AUDITING A2026 -> Diskusi

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Pemeriksaan persediaan merupakan salah satu prosedur audit yang paling kritis dan strategis dalam keseluruhan proses audit laporan keuangan, mengingat persediaan seringkali menjadi akun dengan nilai material yang signifikan sekaligus rentan terhadap risiko salah saji, baik karena kesalahan pencatatan, penilaian yang tidak tepat, maupun kecurangan yang disengaja. Urgensinya bagi sebuah entitas tidak semata-mata bersifat kepatuhan terhadap standar akuntansi seperti PSAK 14 atau IAS 2, tetapi lebih jauh menyentuh dimensi manajerial dan strategis: ketepatan nilai persediaan secara langsung memengaruhi perhitungan harga pokok penjualan, laba bersih, dan rasio likuiditas yang menjadi dasar pengambilan keputusan oleh investor, kreditor, dan manajemen itu sendiri. Dari perspektif risiko audit, persediaan mengandung inherent risk yang tinggi karena melibatkan estimasi seperti nilai realisasi bersih (net realizable value), pemilihan metode penilaian (FIFO, rata-rata tertimbang), serta kerentanan terhadap keusangan dan kerusakan fisik, kondisi-kondisi yang menuntut auditor untuk tidak hanya melakukan observasi fisik (physical inventory count) sebagaimana disyaratkan ISA 501, tetapi juga merancang prosedur substantif yang memadai guna meyakinkan bahwa asersi keberadaan, kelengkapan, dan penilaian terpenuhi secara wajar. Lebih dari sekadar angka dalam neraca, pemeriksaan persediaan yang cermat pada akhirnya menjadi cermin integritas pelaporan keuangan suatu entitas dan fondasi kepercayaan publik terhadap informasi yang disajikan.

AUDITING A2026 -> Diskusi

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Mekanisme pemeriksaan surat berharga dan investasi dimulai dengan prosedur inspeksi fisik terhadap sertifikat saham atau obligasi yang disimpan sendiri, atau melakukan konfirmasi eksternal kepada pihak kustodian jika instrumen tersebut disimpan oleh lembaga keuangan. Auditor harus melakukan pencocokan antara daftar rincian investasi dengan saldo di buku besar, serta melakukan vouching terhadap dokumen pendukung untuk memastikan bahwa setiap transaksi pembelian dan penjualan investasi telah mendapatkan otorisasi yang tepat dan dicatat pada periode yang benar. Selain itu, prosedur penelaahan analitis dilakukan untuk memverifikasi ketepatan perhitungan pendapatan investasi, seperti dividen, bunga, atau amortisasi diskonto dan premium, guna memastikan bahwa seluruh penghasilan dari aset tersebut telah dilaporkan secara lengkap sesuai asersi keberadaan dan keterjadian.

Pada entitas dengan varian investasi yang kompleks, auditor harus mencermati klasifikasi aset keuangan berdasarkan model bisnis perusahaan (apakah diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, atau biaya perolehan diamortisasi) sesuai standar akuntansi yang berlaku. Perhatian khusus perlu diberikan pada metodologi penilaian harga pasar (mark-to-market) terutama untuk instrumen yang tidak aktif diperdagangkan di bursa, di mana auditor harus menguji validitas input data dan asumsi yang digunakan dalam model penilaian harga tersebut. Selain itu, auditor wajib mengevaluasi potensi penurunan nilai (impairment) yang bersifat permanen serta memeriksa kecukupan pengungkapan mengenai risiko pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas di dalam Catatan atas Laporan Keuangan untuk memastikan transparansi informasi bagi pengguna laporan keuangan.

AUDITING A2026 -> Diskusi

Rieke Nindita Sari - གིས-
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

1. Prosedur Pemeriksaan Kas dan Setara Kas
Prosedur audit kas dirancang untuk memverifikasi asersi keberadaan, kelengkapan, hak milik, serta penyajian dan pengungkapan. Meliputi Cash Count (Perhitungan Fisik Kas), Konfirmasi Bank, Rekonsiliasi Bank, Cut-off Test (Uji Pisah Batas), dan Pemeriksaan Setara Kas.

2. Pertimbangan dalam Audit Kas dan Setara Kas
Auditor harus mempertimbangkan beberapa faktor risiko seperti Tingkat Likuiditas, Internal Control (Pengendalian Internal), Signifikansi Saldo, Rekening Valuta Asing, dan Batasan Penggunaan.

3. Kaitan Kas dengan Pemeriksaan Piutang
Terdapat hubungan yang sangat erat antara siklus kas dan siklus piutang (siklus pendapatan). Keduanya terhubung dalam alur penerimaan kas.

4. Contoh Empiris dan Riset
Riset (Tuanakotta, 2011): Dalam audit di Indonesia, sering ditemukan praktik window dressing pada saldo kas. Perusahaan sengaja menahan pembayaran utang di akhir tahun agar saldo kas terlihat besar di neraca, yang kemudian segera dibayarkan di awal Januari. Auditor menggunakan uji pisah batas (cut-off) untuk mendeteksi ini.