Posts made by Rieke Nindita Sari -

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Penelitian Ilmiah
Menurut Yusuf (2016) penelitian dimulai atau diawali dengan rasa ingin tahu yang mendalam dari manusia tentang sesuatu atau masalah. Penelitian ilmiah merupakan penyelidikan sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari proposisi hipotesis tentang hubungan tertentu antara fenomena. Oleh karena itu, penelitian adalah keingintahuan manusia akan pengetahuan melalui penggunaan metode atau metode ilmiah dalam situasi ini.
Secara teori ada beberapa pertimbangan bagi seorang peneliti dalam memilih masalah penelitian, yaitu:
1. Pertimbangan Workability
2. Pertimbangan Critical Mass
3. Pertimbangan Interest
4. Pertimbangan Theoretical Value
5. Pertimbangan Practical Value

Metode Penelitian Ilmiah
Metode penelitian yang benar adalah metode yang dapat menjawab pertanyaan penelitian dengan baik.
1. Penelitian Dasar (Basic/ Pure Research)
Penelitian dasar adalah kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan pengujian sudah atau belum dilakukan sebelumnya dan membuktikan hipotesis dan konsep yang secara abstrak untuk diuji oleh peneliti (Gay, 1977).
2. Penelitian Terapan (Applied Research)
Penelitian terapan adalah penelitian untuk memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat dalam kaitannya dengan masalah dan masalah sosial, sosial, ekonomi, dan masalah lainnya.

Metode Penelitian berdasarkan “Tujuan”
1. Metode Eksplorasi (explorative method)
2. Metode Deskriptif (descriptive method)
3. Metode Verifikatif (verificative method)

Metode Penelitian berdasarkan “Sifat”
1. Studi kasus
2. Studi sejarah
3. Penelitian eksperimental
4. Studi
5. Studi Banding

Langkah-langkah atau Prosedur dalam Melakukan Penelitian
Ada langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam melakukan penelitian kuantitatif, yaitu:
1. Mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah
2. Menyusun kerangka pemikiran
3. Merumuskan hipotesis
Langkah-langkah dalam penelitian metode kualitatif dimulai dengan identifikasi masalah, tinjauan pustaka, kejelasan tujuan penelitian, pengumpulan data, observasi, sampel, wawancara, masalah etis, dan analisis data.
1. Identifikasi masalah
2. Tinjauan pustaka
3. Tujuan penelitian
4. Pengumpulan data
5. Observasi
6. Sampel
7. Wawancara
8. Analisis data

Manfaat Penelitian
1. Manfaat teoritis
Manfaat teoritis adalah fungsi penelitian pengembangan ilmiah. Manfaat teoritis didasarkan pada tujuan verifikatif, yaitu untuk menguji teori-teori yang ada.
2. Manfaat praktis
Manfaat praktis adalah dampak langsung dari hasil penelitian, dan masyarakat dapat menggunakannya untuk memecahkan berbagai jenis rumusan masalah praktis.

ASP A2025 -> CASE STUDY 2

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Penyusunan Audit Kinerja Berbasis Risiko untuk IzinCerdas
• Mengidentifikasi Risiko Utama:
1. Keterlambatan penerbitan izin (rata-rata 10 hari) mengindikasikan risiko operasional dan proses yang tidak efisien.
2. Ketidakjelasan status izin dalam sistem menimbulkan risiko transparansi dan akuntabilitas.
3. Praktik penyalahgunaan wewenang tetap ada meskipun ada digitalisasi, menunjukkan risiko korupsi dan kelemahan kontrol internal.
• Melakukan Penilaian Risiko:
1. Risiko diukur berdasarkan dampak dan probabilitas terjadinya, misalnya keterlambatan berdampak besar pada pelayanan publik dan reputasi.
2. Risiko korupsi diberi bobot tinggi mengingat dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat.
• Menentukan Prioritasi Audit:
1. Fokus audit pada area dengan risiko tinggi dan potensi dampak signifikan: proses penerbitan izin, mekanisme update status, dan pengendalian akses serta otorisasi dalam sistem.
• Menentukan Subjek Audit dan Lingkup:
1. Audit kinerja mencakup evaluasi proses bisnis digital, efektivitas sistem IT, keamanan data, dan kepatuhan prosedur.
• Mengevaluasi Kinerja Sistem:
1. Analisis data proses izin (waktu proses, jumlah izin tertunda) dan laporan status otomatis.
2. Pemeriksaan internal control untuk mengidentifikasi celah yang memungkinkan penyalahgunaan.
• Melakukan Pengujian Sistem dan Proses:
1. Penetration testing dan uji keamanan untuk mengidentifikasi potensi risiko keamanan siber.
2. Review log aktivitas pengguna untuk mendeteksi perilaku tidak wajar.

Penggunaan Teknologi Digital dalam Deteksi Penyimpangan dan Kelemahan Sistem
• Data Analytics dan Machine Learning (ML):
1. Implementasi algoritma ML untuk mendeteksi pola anomali dalam data permohonan izin dan statusnya, misalnya penundaan berulang atau perubahan status tanpa otorisasi.
2. Analisis transaksi dan aktivitas untuk mengidentifikasi tanda-tanda fraud atau penyalahgunaan wewenang seperti perubahan data tanpa log yang sah.
• Sistem Pemantauan Real-time:
1. Dashboard monitoring berbasis data real-time yang menampilkan waktu proses perizinan, status izin, dan laporan anomali.
2. Alert otomatis ketika ditemukan keterlambatan melebihi ambang batas atau aktivitas mencurigakan.
• Audit Trail dan Forensik Digital:
1. Penggunaan log activity yang komprehensif untuk memastikan jejak digital yang jelas dari setiap transaksi dan perubahan data sebagai dasar audit dan investigasi.
• Kecerdasan Buatan (AI) untuk Analisis Dokumen dan Komunikasi:
1. Pemanfaatan AI dan Natural Language Processing (NLP) untuk meninjau komunikasi, aduan, dan dokumen permohonan yang dapat mengindikasikan potensi penyimpangan lebih awal.
• Integrasi Sistem Keamanan:
1. Implementasi kontrol akses berbasis peran (RBAC) dan autentikasi multi-faktor untuk memperkuat pengendalian akses user.

ASP A2025 -> CASE STUDY

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Penyebab Utama Rendahnya Efektivitas Implementasi Digitalisasi Layanan Kesehatan
• Banyak Puskesmas belum menggunakan sistem secara penuh kemungkinan disebabkan keterbatasan infrastruktur teknologi, seperti jaringan internet yang lambat atau tidak stabil, perangkat keras yang kurang memadai, serta kurangnya pelatihan dan dukungan teknis bagi staf kesehatan.
• Data yang tidak sinkron antar fasilitas kesehatan menandakan adanya hambatan teknis dalam integrasi sistem yang berbeda. Hal ini sangat umum terjadi jika EHR (Electronic Health Record) dari berbagai fasilitas tidak kompatibel atau tidak ada standar data yang diadopsi bersama, sehingga data pasien terfragmentasi dan tidak terintegrasi dengan baik.
• Keterlambatan pelayanan dan peningkatan pengaduan masyarakat juga dapat terjadi akibat rendahnya keterlibatan dan pemahaman petugas kesehatan dalam menggunakan sistem digital ini, ditambah ada resistensi terhadap perubahan dari metode manual ke digital.
• Kurangnya kebijakan yang standar terkait pengelolaan data, kurangnya monitoring penggunaan sistem secara konsisten, dan ketiadaan mekanisme audit yang rutin menyebabkan efektivitas pemanfaatan sistem menjadi rendah.

Pendekatan Audit Berbasis Data untuk Evaluasi dan Peningkatan Kinerja SehatMandiri
• Evaluasi kesiapan infrastruktur di setiap Puskesmas dan Klinik terkait jaringan, perangkat, dan pelatihan pengguna. Ini mencakup inventarisasi teknologi, pengukuran kecepatan akses, dan ketersediaan dukungan teknis.
• Pengujian interoperabilitas sistem antar fasilitas menggunakan data dummy atau riil untuk mengevaluasi sinkronisasi data. Identifikasi inconsistency dan delay dalam pembaruan data pasien. Audit ini juga mencakup peninjauan protokol keamanan dan privasi data pasien.
• Survei dan wawancara pengguna sistem baik petugas kesehatan maupun pasien untuk menilai tingkat penggunaan, kendala, dan kepuasan layanan. Penerapan audit berbasis dashboard yang dapat memantau real-time penggunaan fitur sistem serta identifikasi hambatan operasional mampu meningkatkan feedback loop.
• Analisis data pengaduan masyarakat dan monitoring waktu respons pelayanan. Memeriksa proses alur pelayanan yang digital dan non-digital untuk mengidentifikasi bottleneck atau hambatan yang berdampak pada keterlambatan layanan.

ASP A2025 -> Diskusi

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Hal yang harus diperhatikan sebelum memilih Teknik, yaitu:
1. Tujuan dan Kebutuhan Organisasi
Teknik akuntansi yang dipilih harus sesuai dengan tujuan organisasi sektor publik, yaitu untuk menyediakan informasi yang relevan bagi pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban publik. Misalnya, akuntansi anggaran digunakan untuk menekankan peranan anggaran dalam perencanaan dan pengendalian, sementara akuntansi akrual memberikan informasi yang lebih komprehensif dan relevan terkait pendapatan dan biaya.
2. Jenis dan Karakteristik Transaksi
Teknik akuntansi harus sesuai dengan jenis transaksi yang paling sering terjadi di organisasi. Akuntansi kas cocok untuk pencatatan transaksi yang berdasarkan penerimaan dan pengeluaran kas, sedangkan akuntansi komitmen dan akrual lebih tepat untuk mengakui transaksi berdasarkan kewajiban dan hak pada periode terjadinya, bukan hanya saat kas berpindah tangan.
3. Kemampuan dan Sumber Daya Organisasi
Pilihan teknik akuntansi harus mempertimbangkan kemampuan sumber daya manusia dan teknologi yang dimiliki organisasi. Teknik seperti akuntansi akrual dan komitmen biasanya memerlukan sistem dan sumber daya yang lebih kompleks dibandingkan akuntansi kas.
4. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi
Organisasi harus mempertimbangkan standar akuntansi sektor publik yang berlaku, misalnya standar berbasis akrual yang dianjurkan oleh badan pengatur seperti GASB (Governmental Accounting Standards Board). Penggunaan teknik yang tidak sesuai standar dapat mempengaruhi kualitas dan kepercayaan laporan keuangan.
5. Kesesuaian dengan Sistem Pengendalian dan Pelaporan
Teknik yang dipilih harus bisa mendukung tujuan pengendalian internal, pelaporan keuangan, serta transparansi dan akuntabilitas kepada publik.
Teknik akuntansi sektor publik yang umum dipilih antara lain:
• Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
• Akuntansi Komitmen (Commitment Accounting)
• Akuntansi Dana (Fund Accounting)
• Akuntansi Kas (Cash Accounting)
• Akuntansi Akrual (Accrual Accounting)
Setiap teknik memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing sehingga dalam praktiknya bisa digunakan secara kombinasi sesuai kebutuhan organisasi.
Referensi:
• RMK Teknik Akuntansi Keuangan Sektor Publik, Scribd, 2025
• Umi Rahma Dhany, Teknik Penyusunan Akuntansi Sektor Publik, Repository UPM, 2025
• Medanetera, Teknik Akuntansi Keuangan Sektor Publik, 2025

ASP A2025 -> Summary

by Rieke Nindita Sari - -
Nama : Rieke Nindita Sari
NPM : 2313031019

Pengukuran kinerja sektor publik adalah upaya sistematis untuk menilai seberapa baik layanan publik disampaikan kepada masyarakat, baik dari segi efisiensi maupun efektivitasnya. Hal ini melibatkan evaluasi keberhasilan strategi melalui indikator finansial dan non-finansial, dengan menerapkan praktik keuangan yang tepat dan akurat untuk memungkinkan pengelola sektor publik mengevaluasi pencapaian mereka.
Informasi yang Digunakan dalam Pengukuran Kinerja Sektor Publik
A. Informasi Keuangan: Realisasi Anggaran, Data Rencana Penarikan Dana (RPD) dan Laporan Keuangan dan Audit
B. Informasi Non-Keuangan: Capaian Program dan Kegiatan, Kualitas Pelayanan Publik, Produktivitas dan Efektivitas dan Informasi Sumber Daya Manusia (SDM)
C. Informasi dari Stakeholder dan Publik: Pengukuran kinerja sektor publik memerlukan input internal dan eksternal dari masyarakat serta stakeholder untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan hubungan timbal balik, seperti melalui survei kepuasan, forum dengar pendapat, dan kanal aduan yang memberikan umpan balik tentang efektivitas kebijakan dan kepercayaan publik
Indikator kinerja berperan sebagai alat ukur utama untuk menilai pencapaian hasil kerja pemerintah. Indikator kinerja memiliki peranan penting dalam sistem pengendalian manajemen agar organisasi publik dapat memastikan bahwa sumber daya digunakan secara efisien, efektif, dan sesuai dengan tujuan pelayanan publik.
Indikator Kinerja Utama (IKU) Berdasarkan Permenpan No PER/20/M.PA N/11/2008 tentang Pedoman Penyusunan IKU, indikator kinerja bisa ditetapkan dengan beberapa jenis, yaitu: 1. Kualitatif 2. Kuantitatif 3. Persentase 4. Rasio 5. Rata-rata 6. Indeks.
Value for Money (VFM) adalah konsep yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa besar kontribusi suatu proyek atau kegiatan di sektor publik terhadap anggaran yang dialokasikan. Konsep ekonomi menekankan efisiensi dalam penggunaan dana dan sumber daya, bukan hanya menghemat biaya, tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan sumber daya tanpa mengorbankan kualitas. Efisiensi dalam proyek berarti mencapai hasil yang diinginkan tanpa pemborosan sumber daya seperti waktu, tenaga kerja, dan materi. Efektivitas suatu proyek mencerminkan sejauh mana tujuan yang ditetapkan tercapai.