Kiriman dibuat oleh Aulya Syifa Zulkarnaen

ASP A2025 -> CASE STUDY

oleh Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

Platform SehatMandiri mengalami rendahnya efektivitas karena beberapa faktor utama yang muncul dalam digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia. Pertama, rendahnya literasi digital dan kompetensi tenaga kesehatan di Puskesmas menyebabkan banyak fasilitas belum menggunakan sistem secara penuh, ditambah dengan resistensi terhadap perubahan dari prosedur manual. Kedua, masalah sinkronisasi data timbul dari kurangnya standar interoperabilitas antar fasilitas, infrastruktur internet yang lemah, dan koordinasi antar-instansi yang minim, sehingga data tidak selaras. Ketiga, keterlambatan pelayanan meningkat karena investasi infrastruktur tidak memadai dan kurangnya pelatihan.
Pendekatan audit berbasis data SehatMandiri dimulai dengan analisis tingkat penggunaan platform per Puskesmas/Klinik (persentase layanan digital vs manual) untuk identifikasi unit kurang optimal, uji data matching rekam medis guna deteksi ketidaksinkronan (dari input petugas, jaringan, atau integrasi lemah), serta pemetaan pengaduan terhadap waktu tunggu dan antrian digital untuk telusuri penyebab keterlambatan (verifikasi sistem, kelalaian petugas, atau alur non-digital); hasilnya direkomendasikan sebagai pelatihan wajib, penyempurnaan database, dan otomatisasi verifikasi demi tingkatkan efektivitas pelayanan.

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

Langkah-langkah dalam mengembangkan laporan audit kinerja sektor publik melibatkan beberapa tahapan penting untuk memastikan hasil audit yang objektif, relevan, dan bermanfaat bagi pemangku kepentingan. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam pengembangannya:
1. Perencanaan Audit
Langkah pertama adalah merencanakan audit dengan jelas, termasuk menentukan tujuan audit, ruang lingkup, kriteria, dan metode yang akan digunakan. Auditor mengidentifikasi area atau program yang berisiko tinggi atau signifikan bagi sektor publik. Setelah itu, penyusunan program kerja audit dilakukan dengan merencanakan langkah-langkah audit yang akan dilaksanakan, alokasi waktu, serta sumber daya yang diperlukan.
2. Penentuan Kriteria Kinerja
Auditor menetapkan kriteria yang relevan untuk mengukur efisiensi, efektivitas, dan ekonomi program yang diaudit. Kriteria ini mencakup standar atau target yang harus dipenuhi oleh entitas sektor publik untuk menilai keberhasilan program.
3. Pengumpulan Data dan Bukti
Auditor mengumpulkan data dan bukti yang mendukung penilaian kinerja. Bukti ini dapat mencakup dokumen, wawancara, survei, dan data kuantitatif yang relevan. Pengumpulan data harus dilakukan secara komprehensif dan akurat untuk mendukung hasil audit.
4. Analisis Data
Auditor menganalisis data yang diperoleh untuk menilai apakah program atau kegiatan memenuhi kriteria kinerja yang telah ditetapkan. Analisis ini penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pelaksanaan program.
5. Pengembangan Temuan dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil analisis, auditor merumuskan temuan utama yang mencakup masalah atau kesenjangan yang ditemukan, serta rekomendasi perbaikan. Rekomendasi ini bertujuan untuk membantu entitas publik meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan secara lebih efektif.
6. Penyusunan Laporan Audit
Auditor menyusun laporan audit yang mencakup tujuan audit, metodologi, hasil, temuan, dan rekomendasi. Laporan ini harus disusun secara jelas dan objektif agar mudah dipahami oleh pemangku kepentingan. Sebelum disampaikan, laporan diverifikasi secara internal untuk memastikan tidak ada kesalahan fakta atau interpretasi.
7. Penyampaian Laporan dan Tindak Lanjut
Laporan audit disampaikan kepada entitas terkait dan pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti. Auditor juga melakukan pemantauan untuk memastikan rekomendasi dilaksanakan dengan efektif. Proses ini dikenal sebagai audit lanjutan atau follow-up audit.

Langkah-langkah ini penting untuk menghasilkan laporan audit kinerja yang kredibel bukan hannya menjadi dokumen administratif, tetapi dapat digunakan sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan dalam sektor publik.

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

Value for Money Audit memiliki peran penting dalam sektor publik karena berfokus pada evaluasi efisiensi, efektivitas, dan ekonomi penggunaan sumber daya publik. Dalam konteks sektor publik, audit VfM membantu memastikan bahwa dana yang dikeluarkan oleh pemerintah benar-benar digunakan secara optimal untuk mencapai hasil terbaik bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa peran penting audit VfM:
1. Mendorong Efisiensi
2. Memastikan Efektivitas Program
3. Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas
4. Mendukung Perbaikan Berkelanjutan
Audit Value for Money merupakan alat penting dalam membantu sektor publik mencapai kinerja yang optimal, mendukung tata kelola yang baik, serta memastikan dana publik digunakan untuk manfaat yang maksimal.

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Aulya Syifa Zulkarnaen -

Nama    : Aulya Syifa Zulkarnaen

NPM      : 2313031009

Laporan keuangan sektor publik berfungsi untuk menyajikan kondisi keuangan dan kinerja operasional lembaga pemerintah atau instansi publik, dengan tujuan memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana publik. Laporan keuangan sektor publik terdiri dari beberapa komponen utama yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai posisi keuangan, kinerja, serta arus kas entitas pemerintah. Berikut adalah jenis-jenis laporan keuangan sektor publik:

  1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA), LRA menunjukkan pendapatan dan belanja yang telah terealisasi dibandingkan dengan anggaran yang ditetapkan. Laporan ini membantu memantau seberapa efektif pemerintah dalam mengelola anggaran.
  2. Laporan Operasional (LO), Laporan ini memberikan gambaran tentang seluruh aktivitas operasional pemerintah dalam periode tertentu. Laporan operasional mencakup pendapatan, belanja, dan hasil bersih dari operasi selama periode tersebut.
  3. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Laporan ini menyajikan perubahan ekuitas pemerintah, yang mencakup saldo awal, surplus atau defisit operasional, dan penyesuaian lainnya. Ini menunjukkan bagaimana posisi ekuitas pemerintah berubah dalam satu periode.
  4. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP-SAL), LP-SAL menjelaskan perubahan saldo anggaran lebih yang berasal dari kelebihan pendapatan atau efisiensi belanja. Laporan ini penting untuk mengetahui berapa banyak sisa anggaran yang dapat dialokasikan ke periode berikutnya. Dengan LP-SAL, pemerintah atau lembaga publik dapat merencanakan penggunaan dana lebih lanjut dengan lebih akurat.
  5. Neraca, Neraca adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan organisasi pada akhir periode. Laporan ini mencakup aset (sumber daya yang dimiliki), kewajiban (utang atau kewajiban yang harus dibayar), dan ekuitas atau kekayaan bersih. Dengan neraca, pengguna laporan dapat memahami kesehatan finansial organisasi dan kemampuan membiayai operasional atau investasi di masa depan.
  6. Laporan Arus Kas, Laporan arus kas menginformasikan tentang arus masuk dan keluar kas, baik dari kegiatan operasional, investasi, maupun pendanaan. Ini penting untuk memahami likuiditas dan kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
  7. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), Catatan ini menyediakan informasi tambahan yang lebih rinci terkait pos-pos dalam laporan keuangan utama, serta penjelasan kebijakan akuntansi yang digunakan.