Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009
1. Kesesuaian Teknik Pengumpulan Data dengan Pendekatan Kuantitatif
Teknik pengumpulan data menggunakan angket terstruktur dengan skala Likert sudah sesuai dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menekankan pengukuran variabel secara objektif, penggunaan data numerik, serta analisis statistik untuk menguji hubungan atau pengaruh antarvariabel. Angket memungkinkan peneliti memperoleh data dalam bentuk angka dari jumlah responden yang relatif besar, sehingga hasil penelitian dapat dianalisis secara statistik dan memiliki potensi untuk digeneralisasi pada populasi yang lebih luas.
2. Kelebihan:
- Memungkinkan pengumpulan data dari banyak guru dalam waktu relatif singkat.
- Pertanyaan yang sama diberikan kepada seluruh responden sehingga data bersifat konsisten dan dapat dibandingkan.
- Skala Likert memudahkan pengukuran tingkat kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara kuantitatif.
- Data yang diperoleh mudah diolah menggunakan perangkat statistik.
Kelemahan:
- Guru mungkin memberikan jawaban yang terlalu positif terhadap kepemimpinan kepala sekolah karena khawatir berdampak pada hubungan kerja.
- Angket tidak mampu menggali alasan mendalam di balik jawaban responden.
- Perbedaan pemahaman terhadap item pernyataan dapat memengaruhi keakuratan jawaban.
3. Teknik Analisis yang Tepat
Regresi linear sederhana:
o Digunakan untuk menjawab pertanyaan: apakah gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap motivasi kerja guru.
o Variabel gaya kepemimpinan sebagai variabel bebas dan motivasi kerja sebagai variabel terikat.
o Analisis ini dapat menunjukkan arah (positif/negatif) dan besar pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi.
Uji ANOVA satu arah (One-Way ANOVA):
o Digunakan untuk menjawab pertanyaan: apakah terdapat perbedaan motivasi kerja berdasarkan tingkat pendidikan guru.
o Cocok karena tingkat pendidikan terdiri dari lebih dari dua kelompok (misalnya S1, S2, dan S3).
o Apabila asumsi statistik tidak terpenuhi, dapat digunakan uji Kruskal–Wallis sebagai alternatif.
4. Potensi Bias dan Masalah Validitas serta Cara Mengatasinya
Potensi bias yang mungkin muncul adalah bias jawaban sosial, karena guru cenderung memberikan jawaban positif tentang kepemimpinan kepala sekolah. Selain itu, penilaian terhadap kepemimpinan dan motivasi kerja juga bersifat subjektif, sehingga bisa berbeda antarresponden. Masalah lain yang mungkin terjadi adalah instrumen angket yang kurang valid, misalnya pernyataan tidak jelas atau tidak sesuai dengan indikator variabel.
Untuk mengatasinya, peneliti perlu menjamin kerahasiaan dan anonimitas responden agar mereka menjawab dengan jujur. Angket juga harus diuji lebih dahulu melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Selain itu, pernyataan angket perlu dibuat jelas, sederhana, dan tidak menimbulkan makna ganda agar data yang didapat lebih akurat.