Posts made by Aulya Syifa Zulkarnaen

MPPE A2025 -> CASE STUDY

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

1. Kesesuaian Teknik Pengumpulan Data dengan Pendekatan Kuantitatif
Teknik pengumpulan data menggunakan angket terstruktur dengan skala Likert sudah sesuai dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menekankan pengukuran variabel secara objektif, penggunaan data numerik, serta analisis statistik untuk menguji hubungan atau pengaruh antarvariabel. Angket memungkinkan peneliti memperoleh data dalam bentuk angka dari jumlah responden yang relatif besar, sehingga hasil penelitian dapat dianalisis secara statistik dan memiliki potensi untuk digeneralisasi pada populasi yang lebih luas.

2. Kelebihan:
  • Memungkinkan pengumpulan data dari banyak guru dalam waktu relatif singkat.
  • Pertanyaan yang sama diberikan kepada seluruh responden sehingga data bersifat konsisten dan dapat dibandingkan.
  • Skala Likert memudahkan pengukuran tingkat kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru secara kuantitatif.
  • Data yang diperoleh mudah diolah menggunakan perangkat statistik.
Kelemahan:
  • Guru mungkin memberikan jawaban yang terlalu positif terhadap kepemimpinan kepala sekolah karena khawatir berdampak pada hubungan kerja.
  • Angket tidak mampu menggali alasan mendalam di balik jawaban responden.
  • Perbedaan pemahaman terhadap item pernyataan dapat memengaruhi keakuratan jawaban.

3. Teknik Analisis yang Tepat
Regresi linear sederhana:
 o Digunakan untuk menjawab pertanyaan: apakah gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap motivasi kerja guru.
 o Variabel gaya kepemimpinan sebagai variabel bebas dan motivasi kerja sebagai variabel terikat.
 o Analisis ini dapat menunjukkan arah (positif/negatif) dan besar pengaruh kepemimpinan terhadap motivasi.
Uji ANOVA satu arah (One-Way ANOVA):
 o Digunakan untuk menjawab pertanyaan: apakah terdapat perbedaan motivasi kerja berdasarkan tingkat pendidikan guru.
 o Cocok karena tingkat pendidikan terdiri dari lebih dari dua kelompok (misalnya S1, S2, dan S3).
 o Apabila asumsi statistik tidak terpenuhi, dapat digunakan uji Kruskal–Wallis sebagai alternatif.

4. Potensi Bias dan Masalah Validitas serta Cara Mengatasinya
Potensi bias yang mungkin muncul adalah bias jawaban sosial, karena guru cenderung memberikan jawaban positif tentang kepemimpinan kepala sekolah. Selain itu, penilaian terhadap kepemimpinan dan motivasi kerja juga bersifat subjektif, sehingga bisa berbeda antarresponden. Masalah lain yang mungkin terjadi adalah instrumen angket yang kurang valid, misalnya pernyataan tidak jelas atau tidak sesuai dengan indikator variabel.
Untuk mengatasinya, peneliti perlu menjamin kerahasiaan dan anonimitas responden agar mereka menjawab dengan jujur. Angket juga harus diuji lebih dahulu melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Selain itu, pernyataan angket perlu dibuat jelas, sederhana, dan tidak menimbulkan makna ganda agar data yang didapat lebih akurat.

MPPE A2025 -> Diskusi

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

Seorang peneliti harus dapat menentukan teknik pengumpulan data yang sesuai karena hal ini berhubungan langsung dengan masalah penelitian dan tujuan yang ingin dicapai. Pemilihan teknik yang tepat memastikan bahwa data yang diperoleh valid dan relevan dan juga harus mempertimbangkan konteks dan populasi yang diteliti, sehingga dapat menjawab pertanyaan penelitian secara efektif. Proses pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka, bahasa, simbol, bahkan keadaan yang dapat membantu hasil penelitian nantinya. Dengan demikian, pemahaman terhadap masalah penelitian akan mempengaruhi pilihan metode pengumpulan data.

Keterkaitan antara teknik pengumpulan data dan tujuan penelitian sangat penting. Teknik yang dipilih tidak hanya mempengaruhi kualitas data tetapi juga bagaimana hasil penelitian dapat diterapkan dalam konteks praktis atau teoritis. Kemudian keterkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai dalam sebuah penelitian yaitu pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Oleh karena itu, pemilihan teknik pengumpulan data yang tepat adalah langkah krusial dalam proses penelitian.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

1. Jenis Skala Pengukuran
  • Usia responden: memakai skala rasio
  • Jenis kelamin: memakai skala nominal, karena berupa kategori tanpa urutan tertentu.
  • Tingkat kepuasan dosen pembimbing akademik: memakai skala ordinal, karena memperlihatkan tingkatan kepuasan tetapi jarak antar kategori tidak pasti.
  • Jumlah mata kuliah yang diambil: memakai skala rasio, karena merupakan data hitungan dengan nol absolut atau bisa dihitung.
  • Urutan prioritas dalam memilih universitas: memakai skala ordinal, karena berbentuk peringkat dari paling penting hingga paling tidak penting.

2. Kelayakan Statistik Parametrik
Tidak semua data pada kuesioner dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik. Statistik parametrik hanya diterapkan pada data berskala interval dan yang memenuhi asumsi statistik tertentu. Dalam kuesioner ini, hanya data usia dan jumlah mata kuliah yang berpotensi dianalisis secara parametrik, sedangkan data lain menggunakan statistik nonparametrik.

3. Metode Analisis Hubungan Variabel
Untuk melihat hubungan antara tingkat kepuasan layanan akademik dan jumlah mata kuliah yang diambil, metode yang cocok adalah korelasi Spearman karena melibatkan data berskala ordinal dan rasio serta tidak mensyaratkan distribusi data normal.

MPPE A2025 -> Diskusi

by Aulya Syifa Zulkarnaen -
Nama : Aulya Syifa Zulkarnaen
NPM : 2313031009

1. Skala pengukuran dalam penelitian adalah konsep fundamental yang digunakan untuk mengklasifikasikan dan mengukur variabel penelitian. Skala pengukuran merupakan suatu kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut dapat menghasilkan data kuantitatif yang akurat.

Fungsi Skala Pengukuran:
  • Mengklasifikasikan Variabel: Skala pengukuran membantu dalam mengklasifikasikan variabel penelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data dan langkah penelitian selanjutnya.
  • Mengukur Data: Skala pengukuran digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti, sehingga menghasilkan data kuantitatif.
  • Memilih Metode Analisis: Pemilihan skala pengukuran akan mempengaruhi metode atau rumus statistik yang akan digunakan dalam analisis data.

Dalam penelitian skala pengukuran yang digunakan yakni :
  • Skala Nominal merupakan skala yang paling lemah/rendah di antara skala pengukuran yang ada. Skala nominal hanya bisa membedakan benda atau peristiwa yang satu dengan yang lainnya berdasarkan nama (predikat).
  • Skala Ordinal ini lebih tinggi daripada skala nominal, dan sering juga disebut dengan skala peringkat. Hal ini karena dalam skala ordinal, lambang-lambang bilangan hasil pengukuran selain menunjukkan pembedaan juga menunjukkan urutan atau tingkatan obyek yang diukur menurut karakteristik tertentu.
  • Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Skala interval sudah memiliki nilai intrinsik, sudah memiliki jarak, tetapi jarak tersebut belum merupakan kelipatan yaitu skala interval tidak memiliki nilai nol mutlak.
  • Skala rasio adalah skala data dengan kualitas paling tinggi. Pada skala rasio, terdapat semua karakteristik skala nominal, ordinal dan skala interval ditambah dengan sifat adanya nilai nol yang bersifat mutlak. Nilai nol mutlak ini artinya adalah nilai dasar yang tidak bisa diubah meskipun menggunakan skala yang lain. Pada skala ratio, pengukuran sudah mempunyai nilai perbandingan/rasio.