Posts made by Ranum Sri Rahayu

MPPE C2025 -> Penugasan mandiri

by Ranum Sri Rahayu -
Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074

Berdasarkan sumber buku/jurnal, teknik sampling yang paling banyak digunakan dalam penelitian pendidikan ekonomi adalah:
Menurut Sugiyono (2019), stratified random sampling adalah teknik sampling yang dilakukan dengan membagi populasi ke dalam beberapa strata atau kelompok homogen, kemudian sampel diambil secara acak dari setiap strata tersebut.
Simple Random Sampling adalah teknik pengambilan sampel di mana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama dan independen untuk dipilih menjadi anggota sampel. Proses ini memastikan bahwa sampel yang terpilih merupakan representasi yang adil dan tidak bias dari keseluruhan populasi. Biasanya, pemilihan dilakukan dengan undian, tabel angka acak, atau menggunakan perangkat lunak statistik.
Kelebihan teknik ini adalah kemudahan pelaksanaan dan validitas hasil penelitian, karena peluang setiap elemen sama serta menjamin keterwakilan. Kekurangannya, teknik ini mengharuskan peneliti memiliki daftar lengkap populasi (sampling frame) sehingga dalam praktiknya bisa sulit jika populasi sangat besar atau tersebar.
Penggunaan di Penelitian Pendidikan Ekonomi dan Argumentasi Teoritis
Dalam penelitian pendidikan ekonomi, Simple Random Sampling sering digunakan karena biasanya populasi berupa siswa, guru, atau lembaga yang cukup jelas batasannya dan datanya tersedia lengkap. Teknik ini dipilih karena:
1. Memberikan hasil yang valid dan reliabel untuk generalisasi populasi.
2. Memudahkan analisis statistik yang bersifat kuantitatif, yang merupakan pendekatan umum di penelitian pendidikan ekonomi.
3. Memenuhi prinsip objektivitas dan menghindari bias dalam pengambilan sampel sehingga mendukung akurasi kesimpulan penelitian.
Referensi:
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Ranum Sri Rahayu -
Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074

Dari buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" membahas bagaimana menentukan teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian yang tepat dalam sebuah penelitian.

Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Populasi adalah wilayah generalisasi objek/subjek dengan karakteristik tertentu yang menjadi sasaran penelitian.
Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil sebagai representasi agar penelitian praktis dan hasilnya dapat digeneralisasi.

Teknik pengambilan sampel terbagi menjadi:
1. Probability sampling (peluang sama untuk setiap elemen populasi) yang meliputi simple random sampling, stratified random sampling, disproportionate stratified, cluster sampling, dan multistage sampling.
2. Pengambilan sampel non-probabilitas (peluang tidak sama) meliputi pengambilan sampel purposive, pengambilan sampel bola salju, pengambilan sampel aksidental, pengambilan sampel kuota, pengambilan sampel jenuh, dan pengambilan sampel sistematik.

Menentukan Desain Penelitian
Desain penelitian adalah rencana atau strategi dasar untuk mencapai tujuan penelitian. Desain membantu mengarahkan pengumpulan dan analisis data agar sesuai dengan tujuan dan hipotesis. Tipe desain macam meliputi: penelitian perbandingan sebab-akibat (sebab akibat), penelitian eksperimen, penelitian etnografi, penelitian sejarah, penelitian tindakan, penelitian survei, penelitian korelasi, dan lain-lain. Desain penelitian kuantitatif biasanya lebih terstruktur dan kaku, sedangkan desain kualitatif lebih fleksibel dan adaptif.
Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat bantu peneliti untuk mengumpulkan data yang valid dan dapat diandalkan. Bentuk instrumennya meliputi tes (kepribadian, bakat, intelegensi, sikap, minat, prestasi), angket/kuesioner (tertutup, terbuka, checklist, skala bertingkat), wawancara, observasi, skala bertingkat (rating scale), dan dokumentasi. Penyusunan instrumen harus memperhatikan validitas (isi, konstruk, kriteria), reliabilitas (konsistensi penolakan, konsistensi butir), dan praktikabilitas agar instrumen mudah digunakan namun akurat. Validitas dan reliabilitas diuji dengan prosedur tertentu untuk menjamin kualitas data yang dikumpulkan.

MPPE C2025 -> Diskusi

by Ranum Sri Rahayu -
Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074

Populasi adalah keseluruhan objek, individu, atau entitas yang menjadi sasaran penelitian dan memiliki ciri-ciri tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Populasi dapat berupa manusia, benda, fenomena, atau konsep dan didefinisikan berdasarkan ruang lingkup lokasi, waktu, dan kriteria spesifik sesuai konteks penelitian. Contoh: seluruh pelanggan suatu perusahaan selama periode tertentu atau seluruh siswa di sekolah tertentu dalam tahun ajaran tertentu.​

Sampel adalah bagian atau subset dari populasi yang dipilih untuk diambil datanya dan mewakili populasi tersebut agar hasil penelitian dapat digeneralisasi. Sampel diambil karena biasanya sulit, mahal, dan memakan waktu untuk menganalisis seluruh populasi. Sampel yang baik harus representatif, artinya mewakili karakteristik utama populasi, dan cukup ukuran untuk menghasilkan data yang valid dan dapat diandalkan.​

Hal-hal yang harus diperhatikan peneliti saat menentukan populasi dan sampel:

1. Populasi harus jelas batasannya dan relevan dengan tujuan penelitian, meliputi siapa atau apa, kapan (waktu), dan dimana (lokasi).

2. Pemilihan populasi heterogen atau homogen sesuai kebutuhan penelitian.

3. Menentukan teknik pengambilan sampel yang tepat, apakah pengambilan sampel probabilitas (semua elemen populasi mempunyai peluang sama) atau pengambilan sampel non-probabilitas (peluang tidak sama).

4. Pemilihan sampel secara representatif agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi.

5. Memperhatikan ukuran sampel yang praktis namun cukup untuk analisis statistik yang valid.

6. Mempersiapkan kerangka sampling (sampling frame) daftar elemen populasi sebagai dasar pemilihan sampel dan meminimalkan bias.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Ranum Sri Rahayu -
Nama : Ranum Sri Rahayu
NPM : 2313031074

Dalam buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" membahas tentang teknik sampling, desain penelitian, instrumen penelitian, dan persyaratannya. Berikut ringkasan pokok-pokok isi Bab 4:

Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel penting karena dalam penelitian seringkali peneliti tidak dapat mengamati seluruh populasi, sehingga harus menggunakan sampel yang representatif. Teknik sampling adalah cara pemilihan sampel dari populasi yang memungkinkan peneliti menarik inferensi tentang populasi.
Teknik pengambilan sampel terbagi menjadi dua kategori besar:
1. Probability Sampling : Semua anggota populasi berpeluang sama untuk terpilih, contohnya simple random sampling, stratified random sampling, cluster sampling.
2. Non-Probability Sampling : Tidak semua anggota populasi mempunyai peluang yang sama, contohnya purposive sampling, kuota sampling, aksidental sampling.

Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan kerangka atau strategi untuk melakukan penelitian, yang mengatur bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis agar tujuan penelitian tercapai. Pemilihan desain peneliti bergantung pada jenis masalah, tujuan penelitian, dan karakteristik data. Desain harus memungkinkan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat atau sarana untuk mengumpulkan data (misalnya kuesioner, tes, wawancara).
Instrumen harus memenuhi persyaratan yang meliputi:
1. Validitas: ketepatan instrumen dalam mengukur apa yang seharusnya diukur.
2. Reliabilitas: konsistensi hasil pengukuran jika dilakukan berulang kali.
3. Praktikabilitas, berkaitan dengan kemudahan, efisiensi waktu, serta keterpakaian instrumen di lapangan.
Instrumen harus disusun dan diuji terlebih dahulu sebelum digunakan penelitian agar data yang diperoleh valid dan dapat diandalkan.

Dalam Buku dijelaskan pentingnya memilih teknik sampling yang tepat, mendesain penelitian yang sesuai, dan menggunakan instrumen yang valid dan reliabel untuk menghasilkan penelitian yang kredibel dan bermakna dalam konteks pendidikan berbasis kasus.