Nama: Dia Ravikasari
NPM: 2313031067
Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik
1. Anggaran Operasional (Operational Budget)
Anggaran untuk kegiatan rutin pemerintah/instansi publik sehari-hari. Contohnya gaji pegawai negeri, biaya listrik kantor, biaya ATK, pemeliharaan gedung. Ruang lingkupnya mencakup semua pengeluaran yang sifatnya rutin/tetap tiap tahun supaya pelayanan publik tetap jalan.
2. Anggaran Modal/Investasi (Capital Budget)
Anggaran untuk pembangunan jangka panjang atau pembelian aset tetap. Contohnya pembangunan jalan tol, rumah sakit, sekolah baru, pembelian alat berat pemerintah. Ruang lingkupnya mencakup pengeluaran yang manfaatnya lebih dari satu tahun anggaran (aset besar yang dipakai terus-menerus).
3. Anggaran Program/Kegiatan (Program Budget)
Anggaran yang disusun berdasarkan program atau kegiatan tertentu. Contohnya program bantuan sosial, program vaksinasi, program pembangunan desa. Ruang lingkupnya mencakup setiap kegiatan yang sudah ditentukan target dan output-nya secara jelas.
4. Anggaran Kinerja (Performance Budget)
Anggaran yang disusun berdasarkan hasil atau kinerja yang mau dicapai. Contohnya anggaran dinas kesehatan berdasarkan target jumlah balita yang divaksin. Ruang lingkupnya yaitu berfokus pada output/outcome, jadi bukan cuma jumlah uang yang keluar, tapi juga pencapaian programnya.
5. Anggaran Tradisional (Line-Item Budget)
Anggaran yang disusun berdasarkan pos-pos belanja (misalnya belanja pegawai, belanja barang, belanja modal). Contohnya tiap pos belanja punya alokasi masing-masing di APBD/APBN. Ruang lingkupnya lebih fokus pada kontrol pengeluaran dibanding hasilnya.
6. Anggaran Berbasis Nol (Zero-Based Budgeting)
Setiap tahun semua kegiatan dianggap mulai dari nol, tidak otomatis dapat anggaran tahun lalu. Contohnya tiap program harus mengajukan anggaran baru lengkap dengan alasan dan rencana baru. Ruang lingkupnya yaitu menuntut evaluasi semua kegiatan, dan hanya program yang relevan yang dibiayai.
7. Anggaran berbasis NPM (New Public Management)
Yaitu pemerintah mengadopsi prinsip-prinsip manajemen sektor swasta supaya pelayanan publik jadi lebih efisien, efektif, transparan, dan berorientasi pada hasil. Contoh penerapan NPM adalah adanya layanan online untuk perizinan, kerja sama pemerintah dan swasta (Public Private Partnership), dan pengukuran kinerja pegawai dengan indikator yang jelas.