Posts made by Fani Dimas Prasetyo 2313031047

MPPE B2025 -> Diskusi

by Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
Npm : 2313031047

Apa yang saya ketahui tentang teori, kerangka pikir, dan hipotesis
Teori adalah kumpulan konsep, definisi, dan penjelasan yang disusun secara sistematis untuk menerangkan suatu fenomena. Teori membantu kita memahami mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi. Dalam penelitian, teori menjadi dasar ilmiah agar penelitian tidak hanya berdasarkan pendapat pribadi, tetapi memiliki landasan akademik yang kuat.

Kerangka pikir adalah alur pemikiran peneliti yang menjelaskan hubungan antarvariabel berdasarkan teori yang digunakan. Kerangka pikir menggambarkan bagaimana peneliti menalar masalah penelitian, mulai dari kondisi awal, faktor-faktor yang memengaruhi, hingga hasil yang diharapkan. Biasanya kerangka pikir disajikan dalam bentuk narasi atau bagan/diagram.

Hipotesis adalah dugaan sementara atau jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Hipotesis disusun berdasarkan teori dan kerangka pikir, dan kebenarannya masih harus diuji melalui pengumpulan dan analisis data.

Apakah ada hubungan antara teori, kerangka pikir, dan hipotesis?

Ya, ketiganya sangat saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

Hubungannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

Teori menjadi fondasi utama yang menjelaskan fenomena dan variabel penelitian.

Dari teori tersebut, peneliti menyusun kerangka pikir untuk menunjukkan bagaimana variabel-variabel saling berhubungan secara logis.

Berdasarkan kerangka pikir itu, peneliti kemudian merumuskan hipotesis sebagai dugaan sementara yang akan diuji secara empiris.

Dengan kata lain, teori → membentuk kerangka pikir → melahirkan hipotesis.
Jika salah satu tidak jelas, maka penelitian menjadi lemah, tidak runtut, dan sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

1. Identifikasi Masalah Penelitian

Masalah penelitian yang relevan dari kasus tersebut adalah terjadinya penurunan jumlah mahasiswa baru dalam tiga tahun terakhir meskipun universitas telah melakukan berbagai strategi promosi secara intensif. Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan bahwa strategi promosi yang dilakukan belum efektif, tidak sesuai dengan kebutuhan calon mahasiswa, atau terdapat faktor lain di luar promosi yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih universitas.

2. Variabel Penelitian yang Dapat Dikaji

a. Strategi Promosi Universitas

Jenis variabel: Variabel independen

Penjelasan: Strategi promosi meliputi media sosial, pameran pendidikan, dan kerja sama dengan SMA. Variabel ini dapat dikaji untuk melihat seberapa efektif promosi tersebut dalam menjangkau dan memengaruhi calon mahasiswa.

b. Minat atau Keputusan Calon Mahasiswa untuk Mendaftar

Jenis variabel: Variabel dependen

Penjelasan: Minat atau keputusan mendaftar menjadi hasil yang dipengaruhi oleh strategi promosi dan faktor lainnya.

(Opsional – jika dikembangkan lebih lanjut)
c. Persepsi Citra Universitas

Jenis variabel: Variabel intervening

Penjelasan: Persepsi calon mahasiswa terhadap kualitas, reputasi, dan prospek lulusan universitas dapat menjadi perantara antara promosi dan keputusan mendaftar.
3. Paradigma Penelitian yang Paling Tepat

Paradigma penelitian yang paling tepat untuk mengkaji kasus ini adalah paradigma interpretif.

Alasan:
Paradigma interpretif cocok digunakan karena penelitian ini tidak hanya ingin mengetahui berapa besar penurunan atau seberapa efektif promosi, tetapi juga ingin memahami makna, persepsi, dan alasan subjektif calon mahasiswa dalam memilih atau tidak memilih universitas tersebut. Dengan paradigma ini, peneliti dapat menggali pandangan calon mahasiswa secara lebih mendalam melalui wawancara atau kuesioner terbuka.

4. Rumusan Masalah

“Mengapa terjadi penurunan jumlah mahasiswa baru di universitas X dalam tiga tahun terakhir meskipun telah dilakukan berbagai upaya promosi?”

5. Pertanyaan Penelitian

“Bagaimana persepsi calon mahasiswa terhadap strategi promosi dan citra universitas dalam memengaruhi keputusan mereka untuk mendaftar?”

MPPE B2025 -> Membuat summary e journal

by Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047

Masalah penelitian dipandang sebagai titik awal yang harus didefinisikan dengan jelas agar tujuan penelitian tidak melebar. Masalah yang teridentifikasi dengan baik akan menuntun peneliti dalam menentukan variabel yang relevan serta hubungan di antara variabel tersebut. Selanjutnya, variabel menjadi komponen yang dapat diukur dalam penelitian, baik sebagai variabel bebas maupun terikat. Pemilihan variabel harus sesuai dengan masalah yang diangkat sehingga data yang diperoleh dapat mendukung analisis secara akurat.Jurnal ini juga menelusuri tentang evolusi historis dari paradigma-paradigma ini, serta perdebatan yang muncul di antara para peneliti terkait penggunaan dan definisi paradigma. Paradigma penelitian bukan hanya memengaruhi metode pengumpulan data, tetapi juga bagaimana peneliti menafsirkan hasil penelitian serta mengaitkannya dengan teori yang ada. Setiap paradigma membawa perspektif yang berbeda dalam memahami dunia dan menetapkan standar untuk pengujian kebenaran.Paradigma Kritis bertujuan untuk mengatasi ketidakadilan sosial dan struktur kekuasaan yang tidak adil melalui penelitian yang bersifat partisipatif. Pragmatisme memungkinkan penggunaan metode campuran, menggabungkan kuantitatif dan kualitatif, sesuai kebutuhan penelitian.Dalam konteks penelitian pendidikan, terdapat beberapa paradigma dominan yaitu paradigma positivis yang menekankan penelitian kuantitatif dengan dasar metode ilmiah dan objektivitas, paradigma interpretivis yang berfokus pada konstruksi sosial realitas dan pemahaman makna subjektif melalui metode kualitatif, paradigma kritis yang berorientasi pada perubahan sosial, keadilan, dan pembebasan dari struktur kekuasaan, serta paradigma pragmatis yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif berdasarkan kebutuhan praktis penelitian

MPPE B2025 -> Diskusi

by Fani Dimas Prasetyo 2313031047 -
Nama : Fani Dimas Prasetyo
NPM : 2313031047
Pentingnya Memahami Masalah Penelitian

Masalah penelitian adalah titik awal dari seluruh proses penelitian. Tanpa pemahaman masalah yang jelas, penelitian akan kehilangan arah dan tujuan.

Alasan pentingnya memahami masalah:

Menentukan fokus dan batasan penelitian

Mencegah penelitian menjadi terlalu luas atau tidak relevan

Menjadi dasar dalam perumusan tujuan dan pertanyaan penelitian

Menjamin penelitian memiliki urgensi dan kontribusi ilmiah

Menurut Creswell (2018), masalah penelitian yang dirumuskan dengan baik akan memandu peneliti dalam memilih desain dan metode penelitian yang tepat.

2. Pentingnya Memahami Variabel Penelitian

Variabel adalah konsep atau objek yang diteliti dan diukur dalam penelitian. Pemahaman variabel sangat penting terutama dalam penelitian kuantitatif.

Mengapa variabel harus dipahami dengan baik:

Membantu peneliti menentukan hubungan sebab–akibat

Menjadi dasar dalam penyusunan hipotesis

Menentukan jenis instrumen dan teknik analisis data

Menghindari kesalahan interpretasi hasil penelitian

Sugiyono (2019) menegaskan bahwa kesalahan dalam mengidentifikasi variabel akan berdampak langsung pada ketidakakuratan hasil penelitian.
Pentingnya Memahami Paradigma Penelitian

Paradigma penelitian merupakan cara pandang peneliti terhadap realitas dan menentukan bagaimana pengetahuan diperoleh.

Contoh paradigma:

Positivistik → kuantitatif

Interpretatif → kualitatif

Pragmatis → mixed methods

Kritis → penelitian emansipatoris

Pentingnya memahami paradigma:

Menentukan pendekatan dan metode penelitian

Menjaga konsistensi antara tujuan, metode, dan analisis

Membantu peneliti bersikap objektif sesuai kerangka ilmiah

Menghindari ketidaksesuaian antara data dan interpretasi

Creswell & Poth (2018) menyatakan bahwa paradigma penelitian memengaruhi seluruh keputusan metodologis dalam penelitian.

4. Keterkaitan Masalah, Variabel, dan Paradigma

Ketiga unsur ini tidak dapat dipisahkan, karena:

Masalah penelitian menentukan variabel yang diteliti

Variabel menentukan metode pengumpulan dan analisis data

Paradigma menentukan pendekatan dan cara memaknai data

Penelitian yang baik harus menunjukkan keselarasan (alignment) antara masalah, variabel, dan paradigma.