Nama : Fani Dimas Prasetyo
Npm : 2313031047
Apa yang saya ketahui tentang teori, kerangka pikir, dan hipotesis
Teori adalah kumpulan konsep, definisi, dan penjelasan yang disusun secara sistematis untuk menerangkan suatu fenomena. Teori membantu kita memahami mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi. Dalam penelitian, teori menjadi dasar ilmiah agar penelitian tidak hanya berdasarkan pendapat pribadi, tetapi memiliki landasan akademik yang kuat.
Kerangka pikir adalah alur pemikiran peneliti yang menjelaskan hubungan antarvariabel berdasarkan teori yang digunakan. Kerangka pikir menggambarkan bagaimana peneliti menalar masalah penelitian, mulai dari kondisi awal, faktor-faktor yang memengaruhi, hingga hasil yang diharapkan. Biasanya kerangka pikir disajikan dalam bentuk narasi atau bagan/diagram.
Hipotesis adalah dugaan sementara atau jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Hipotesis disusun berdasarkan teori dan kerangka pikir, dan kebenarannya masih harus diuji melalui pengumpulan dan analisis data.
Apakah ada hubungan antara teori, kerangka pikir, dan hipotesis?
Ya, ketiganya sangat saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.
Hubungannya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Teori menjadi fondasi utama yang menjelaskan fenomena dan variabel penelitian.
Dari teori tersebut, peneliti menyusun kerangka pikir untuk menunjukkan bagaimana variabel-variabel saling berhubungan secara logis.
Berdasarkan kerangka pikir itu, peneliti kemudian merumuskan hipotesis sebagai dugaan sementara yang akan diuji secara empiris.
Dengan kata lain, teori → membentuk kerangka pikir → melahirkan hipotesis.
Jika salah satu tidak jelas, maka penelitian menjadi lemah, tidak runtut, dan sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Npm : 2313031047
Apa yang saya ketahui tentang teori, kerangka pikir, dan hipotesis
Teori adalah kumpulan konsep, definisi, dan penjelasan yang disusun secara sistematis untuk menerangkan suatu fenomena. Teori membantu kita memahami mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi. Dalam penelitian, teori menjadi dasar ilmiah agar penelitian tidak hanya berdasarkan pendapat pribadi, tetapi memiliki landasan akademik yang kuat.
Kerangka pikir adalah alur pemikiran peneliti yang menjelaskan hubungan antarvariabel berdasarkan teori yang digunakan. Kerangka pikir menggambarkan bagaimana peneliti menalar masalah penelitian, mulai dari kondisi awal, faktor-faktor yang memengaruhi, hingga hasil yang diharapkan. Biasanya kerangka pikir disajikan dalam bentuk narasi atau bagan/diagram.
Hipotesis adalah dugaan sementara atau jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian. Hipotesis disusun berdasarkan teori dan kerangka pikir, dan kebenarannya masih harus diuji melalui pengumpulan dan analisis data.
Apakah ada hubungan antara teori, kerangka pikir, dan hipotesis?
Ya, ketiganya sangat saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.
Hubungannya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Teori menjadi fondasi utama yang menjelaskan fenomena dan variabel penelitian.
Dari teori tersebut, peneliti menyusun kerangka pikir untuk menunjukkan bagaimana variabel-variabel saling berhubungan secara logis.
Berdasarkan kerangka pikir itu, peneliti kemudian merumuskan hipotesis sebagai dugaan sementara yang akan diuji secara empiris.
Dengan kata lain, teori → membentuk kerangka pikir → melahirkan hipotesis.
Jika salah satu tidak jelas, maka penelitian menjadi lemah, tidak runtut, dan sulit dipertanggungjawabkan secara ilmiah.