Posts made by Igha Mawardhani

MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Igha Mawardhani -

Nama : Igha Mawardhani

NPM : 2313031043


1. Teori yang Relevan sebagai Landasan Teori

Untuk meneliti pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa, beberapa teori yang relevan antara lain:

  1. Teori Belajar Konstruktivisme
    Teori ini menjelaskan bahwa mahasiswa membangun pemahaman melalui pengalaman belajar aktif. Dalam pembelajaran daring, mahasiswa dituntut lebih mandiri, aktif mencari informasi, dan mengelola proses belajarnya sendiri.
  2. Teori Pembelajaran Daring (E-learning Theory)
    Teori ini membahas karakteristik pembelajaran berbasis teknologi, seperti fleksibilitas waktu dan tempat, penggunaan media digital, serta interaksi melalui platform online yang dapat memengaruhi efektivitas belajar.
  3. Teori Motivasi Belajar
    Teori ini penting karena pembelajaran daring sangat bergantung pada motivasi internal mahasiswa. Tingkat motivasi dapat memengaruhi keseriusan mahasiswa mengikuti perkuliahan dan berdampak pada hasil belajar.

Teori-teori tersebut membantu menjelaskan bagaimana pembelajaran daring dapat memengaruhi proses dan hasil belajar mahasiswa.

 

2. Kerangka Pikir Penelitian

Kerangka pikir dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pembelajaran daring yang diterapkan pada masa pascapandemi memiliki karakteristik tertentu, seperti penggunaan platform digital, fleksibilitas waktu belajar, dan metode penyampaian materi secara online. Cara pembelajaran ini akan memengaruhi proses belajar mahasiswa, seperti tingkat partisipasi, pemahaman materi, dan motivasi belajar. Selanjutnya, proses belajar tersebut akan berdampak pada hasil belajar mahasiswa, yang dapat dilihat dari nilai, pemahaman konsep, atau capaian akademik lainnya.

Dengan demikian, pembelajaran daring dipandang sebagai faktor yang diduga berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa.

 

3. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka pikir tersebut, hipotesis yang dapat dirumuskan adalah:

Hipotesis kerja (H₁):
Pembelajaran daring berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.

Hipotesis nol (H₀):
Pembelajaran daring tidak berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19.

Hipotesis ini bersifat dapat diuji secara ilmiah melalui pengumpulan dan analisis data, sehingga dapat diketahui apakah pembelajaran daring benar-benar berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa.

 


MPPE B2025 -> Membuat summary e journal

by Igha Mawardhani -

Nama : Igha Mawardhani

NPM : 2313031043


Jurnal ini membahas secara mendalam tentang pentingnya perumusan masalah dalam penelitian sebagai tahap awal yang sangat menentukan kualitas dan arah penelitian. Perumusan masalah dipandang sebagai inti dari keseluruhan proses penelitian karena dari rumusan inilah tujuan, metode, pengumpulan data, hingga kesimpulan penelitian disusun. Tanpa rumusan masalah yang jelas dan tepat, penelitian berpotensi tidak fokus dan hasilnya menjadi kurang bermakna.

Masalah penelitian dijelaskan sebagai adanya kesenjangan antara kondisi yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Kesenjangan tersebut dapat muncul dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, ekonomi, maupun kebijakan publik. Namun, tidak semua kesenjangan dapat dijadikan masalah penelitian. Masalah yang baik harus memenuhi beberapa syarat, antara lain memiliki kontribusi ilmiah, bersifat orisinal, dapat diteliti, serta sesuai dengan kemampuan peneliti dari segi waktu, biaya, dan sumber daya.

Jurnal ini juga menguraikan sumber-sumber masalah penelitian yang sangat beragam. Masalah penelitian dapat berasal dari pengalaman pribadi peneliti, hasil penelitian sebelumnya, kajian pustaka seperti buku dan jurnal ilmiah, diskusi akademik, observasi langsung di lapangan, hingga fenomena yang berkembang di masyarakat. Selain itu, teori yang sudah ada juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menemukan masalah penelitian melalui proses deduksi.

Dalam perumusan masalah, peneliti perlu memahami jenis-jenis masalah penelitian, yaitu masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Masalah deskriptif bertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena, masalah komparatif digunakan untuk membandingkan dua atau lebih variabel, sedangkan masalah asosiatif bertujuan untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Pemilihan jenis masalah ini harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan metode yang akan digunakan.

Tujuan penelitian dijelaskan sebagai pernyataan tentang apa yang ingin dicapai dari penelitian dan harus selaras dengan rumusan masalah. Tujuan penelitian ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif dan harus jelas serta terarah. Selain itu, jurnal ini menekankan pentingnya batasan masalah agar penelitian tidak terlalu luas dan tetap fokus pada aspek yang dapat diteliti secara mendalam.

Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa kemampuan merumuskan masalah penelitian merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh peneliti. Perumusan masalah yang baik akan membantu peneliti menghasilkan penelitian yang sistematis, relevan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun pemecahan masalah praktis di masyarakat.

 


MPPE B2025 -> Diskusi

by Igha Mawardhani -

Nama : Igha Mawardhani

NPM : 2313031043


Teori

Teori adalah kumpulan konsep, definisi, dan hubungan antar variabel yang digunakan untuk memahami suatu fenomena secara sistematis. Teori membantu peneliti menjelaskan mengapa suatu peristiwa terjadi dan memperkirakan apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Dalam penelitian, teori berfungsi untuk memperjelas variabel yang diteliti, menyusun hipotesis dan instrumen penelitian, menafsirkan hasil penelitian, serta memberi arah dalam pemecahan masalah.


Kerangka Pikir

Kerangka pikir adalah gambaran konseptual yang menunjukkan hubungan antar variabel berdasarkan teori yang digunakan. Kerangka pikir membantu peneliti melihat alur logis penelitian, mulai dari masalah, variabel yang terlibat, hingga hubungan di antara variabel tersebut. Kerangka pikir yang baik membuat penelitian lebih terarah dan mudah dipahami.


Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang ditemukan berdasarkan teori, bukan berdasarkan data lapangan. Hipotesis umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif dan akan diuji secara empiris. Hipotesis bisa berbentuk deskriptif, komparatif, atau asosiatif, serta terdiri dari hipotesis kerja dan hipotesis nol.


Hubungan Teori, Kerangka Pikir, dan Hipotesis

Ketiganya saling berkaitan. Teori menjadi dasar pemikiran, kerangka pikir menyusun hubungan antar variabel secara sistematis, dan hipotesis merumuskan dugaan sementara yang akan diuji dalam penelitian. Tanpa teori tidak ada kerangka pikir, dan tanpa kerangka pikir hipotesis tidak dapat disusun secara jelas.


MPPE B2025 -> CASE STUDY

by Igha Mawardhani -

Nama : Igha mawardhani

NPM : 2313031043

1. Identifikasi Masalah Penelitian
Masalah penelitian yang relevan dalam kasus ini adalah penurunan jumlah mahasiswa baru yang terus terjadi meskipun universitas telah melakukan berbagai upaya promosi. Hal ini menunjukkan bahwa strategi promosi yang dijalankan belum mampu menarik minat calon mahasiswa secara efektif atau terdapat faktor lain di luar promosi yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa untuk memilih universitas tersebut.
 
2. Variabel yang Dapat Dikaji
Beberapa variabel yang dapat diteliti antara lain:
 
Strategi promosi universitas
Jenis variabel: Variabel independen (bebas)
Variabel ini mencakup bentuk, media, dan intensitas promosi yang dilakukan oleh universitas.
 
Minat calon mahasiswa untuk mendaftar
Jenis variabel: Variabel dependen (terikat)
Variabel ini menunjukkan ketertarikan calon mahasiswa terhadap universitas yang berdampak pada keputusan pendaftaran.
 
(Variabel lain yang juga bisa dikaji, misalnya citra universitas atau persepsi kualitas pendidikan, sebagai variabel intervening atau mediasi.)
 
3. Paradigma Penelitian yang Paling Tepat
Paradigma penelitian yang paling tepat digunakan adalah paradigma interpretif.
 
Alasan pemilihan:
Paradigma interpretif digunakan karena penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan, pandangan, dan persepsi calon mahasiswa terkait pilihan mereka dalam menentukan universitas. Peneliti tidak hanya mengukur angka penurunan, tetapi juga menafsirkan makna di balik keputusan calon mahasiswa yang tidak memilih universitas tersebut, meskipun promosi sudah dilakukan secara intensif.
 
4. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian
Rumusan Masalah:
Bagaimana efektivitas strategi promosi universitas dalam memengaruhi minat calon mahasiswa pada tiga tahun terakhir?
 
Pertanyaan Penelitian:
Faktor apa saja yang menyebabkan calon mahasiswa kurang tertarik mendaftar di universitas tersebut meskipun promosi telah dilakukan secara besar-besaran?