Nama : Igha Mawardhani
NPM : 2313031043
Jurnal ini membahas secara mendalam tentang pentingnya perumusan masalah dalam penelitian sebagai tahap awal yang sangat menentukan kualitas dan arah penelitian. Perumusan masalah dipandang sebagai inti dari keseluruhan proses penelitian karena dari rumusan inilah tujuan, metode, pengumpulan data, hingga kesimpulan penelitian disusun. Tanpa rumusan masalah yang jelas dan tepat, penelitian berpotensi tidak fokus dan hasilnya menjadi kurang bermakna.
Masalah penelitian dijelaskan sebagai adanya kesenjangan antara kondisi yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. Kesenjangan tersebut dapat muncul dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, sosial, ekonomi, maupun kebijakan publik. Namun, tidak semua kesenjangan dapat dijadikan masalah penelitian. Masalah yang baik harus memenuhi beberapa syarat, antara lain memiliki kontribusi ilmiah, bersifat orisinal, dapat diteliti, serta sesuai dengan kemampuan peneliti dari segi waktu, biaya, dan sumber daya.
Jurnal ini juga menguraikan sumber-sumber masalah penelitian yang sangat beragam. Masalah penelitian dapat berasal dari pengalaman pribadi peneliti, hasil penelitian sebelumnya, kajian pustaka seperti buku dan jurnal ilmiah, diskusi akademik, observasi langsung di lapangan, hingga fenomena yang berkembang di masyarakat. Selain itu, teori yang sudah ada juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menemukan masalah penelitian melalui proses deduksi.
Dalam perumusan masalah, peneliti perlu memahami jenis-jenis masalah penelitian, yaitu masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif. Masalah deskriptif bertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena, masalah komparatif digunakan untuk membandingkan dua atau lebih variabel, sedangkan masalah asosiatif bertujuan untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Pemilihan jenis masalah ini harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan metode yang akan digunakan.
Tujuan penelitian dijelaskan sebagai pernyataan tentang apa yang ingin dicapai dari penelitian dan harus selaras dengan rumusan masalah. Tujuan penelitian ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif dan harus jelas serta terarah. Selain itu, jurnal ini menekankan pentingnya batasan masalah agar penelitian tidak terlalu luas dan tetap fokus pada aspek yang dapat diteliti secara mendalam.
Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa kemampuan merumuskan masalah penelitian merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh peneliti. Perumusan masalah yang baik akan membantu peneliti menghasilkan penelitian yang sistematis, relevan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun pemecahan masalah praktis di masyarakat.