NAMA : NELA AMELIA
NPM : 2313031050
Seorang peneliti perlu memahami masalah penelitian, variabel, dan paradigma agar proses riset berjalan terarah dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman yang jelas mengenai masalah membantu peneliti merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik dan relevan, sehingga tujuan riset tidak melebar atau kabur. Sementara itu, mengenali variabel—baik independen maupun dependen—memudahkan dalam merancang metode pengumpulan data, menentukan alat ukur, serta menganalisis hubungan sebab-akibat. Menurut Creswell (2014), kejelasan variabel menjadi dasar untuk memilih desain penelitian yang tepat.
Selain itu, pemahaman paradigma, seperti positivisme, konstruktivisme, atau mixed methods, memberikan landasan filosofis yang memengaruhi cara peneliti melihat realitas, memilih metode, hingga menafsirkan hasil. Tanpa fondasi paradigma yang kuat, penelitian berisiko tidak konsisten antara teori, metode, dan analisis. Sejalan dengan pendapat Kuhn (1970), paradigma membantu menempatkan penelitian dalam kerangka ilmiah yang diakui komunitas akademik, sehingga hasilnya lebih valid, dapat diuji, dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun pemecahan masalah praktis.
NPM : 2313031050
Seorang peneliti perlu memahami masalah penelitian, variabel, dan paradigma agar proses riset berjalan terarah dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman yang jelas mengenai masalah membantu peneliti merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik dan relevan, sehingga tujuan riset tidak melebar atau kabur. Sementara itu, mengenali variabel—baik independen maupun dependen—memudahkan dalam merancang metode pengumpulan data, menentukan alat ukur, serta menganalisis hubungan sebab-akibat. Menurut Creswell (2014), kejelasan variabel menjadi dasar untuk memilih desain penelitian yang tepat.
Selain itu, pemahaman paradigma, seperti positivisme, konstruktivisme, atau mixed methods, memberikan landasan filosofis yang memengaruhi cara peneliti melihat realitas, memilih metode, hingga menafsirkan hasil. Tanpa fondasi paradigma yang kuat, penelitian berisiko tidak konsisten antara teori, metode, dan analisis. Sejalan dengan pendapat Kuhn (1970), paradigma membantu menempatkan penelitian dalam kerangka ilmiah yang diakui komunitas akademik, sehingga hasilnya lebih valid, dapat diuji, dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun pemecahan masalah praktis.