NAMA : NELA AMELIA
NPM : 2313031050
1. Landasan Teori yang Relevan
Penelitian ini dapat didukung oleh beberapa teori pendidikan dan pembelajaran:
Teori Konstruktivisme (Piaget, Vygotsky): menekankan bahwa pengetahuan dibangun aktif oleh mahasiswa melalui interaksi dan pengalaman, termasuk dalam konteks daring.
Teori Pembelajaran Daring/Online Learning seperti Community of Inquiry (Garrison, Anderson, Archer): menjelaskan pentingnya interaksi sosial, kognitif, dan pengajaran dalam kelas virtual.
Teori Motivasi Belajar (Self-Determination Theory, Deci & Ryan): menguraikan peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap hasil belajar dalam lingkungan digital.
Teori Teknologi Pendidikan (Technology Acceptance Model—TAM): menyoroti pengaruh persepsi kemudahan dan kebermanfaatan teknologi terhadap penerimaan serta efektivitas pembelajaran online.
2. Kerangka Pikir
Kerangka penelitian dapat digambarkan sebagai hubungan kausal: pembelajaran daring sebagai variabel bebas memengaruhi hasil belajar mahasiswa sebagai variabel terikat. Faktor pendukung seperti tingkat motivasi, interaksi dosen-mahasiswa, kualitas materi digital, serta dukungan teknologi dapat menjadi variabel perantara atau moderasi. Alurnya: penggunaan sistem pembelajaran daring → memengaruhi proses belajar (interaksi, keterlibatan, akses materi) → berdampak pada pencapaian akademik mahasiswa.
3. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir tersebut, hipotesis yang dapat diuji misalnya:
• Hipotesis kerja (H₁): Pembelajaran daring memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada masa pascapandemi COVID-19.
• Hipotesis nol (H₀): Pembelajaran daring tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada masa pascapandemi COVID-19.
Rumusan ini memungkinkan pengujian empiris melalui metode kuantitatif, seperti analisis regresi atau uji t, untuk menilai sejauh mana sistem pembelajaran daring memengaruhi prestasi akademik.
NPM : 2313031050
1. Landasan Teori yang Relevan
Penelitian ini dapat didukung oleh beberapa teori pendidikan dan pembelajaran:
Teori Konstruktivisme (Piaget, Vygotsky): menekankan bahwa pengetahuan dibangun aktif oleh mahasiswa melalui interaksi dan pengalaman, termasuk dalam konteks daring.
Teori Pembelajaran Daring/Online Learning seperti Community of Inquiry (Garrison, Anderson, Archer): menjelaskan pentingnya interaksi sosial, kognitif, dan pengajaran dalam kelas virtual.
Teori Motivasi Belajar (Self-Determination Theory, Deci & Ryan): menguraikan peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik terhadap hasil belajar dalam lingkungan digital.
Teori Teknologi Pendidikan (Technology Acceptance Model—TAM): menyoroti pengaruh persepsi kemudahan dan kebermanfaatan teknologi terhadap penerimaan serta efektivitas pembelajaran online.
2. Kerangka Pikir
Kerangka penelitian dapat digambarkan sebagai hubungan kausal: pembelajaran daring sebagai variabel bebas memengaruhi hasil belajar mahasiswa sebagai variabel terikat. Faktor pendukung seperti tingkat motivasi, interaksi dosen-mahasiswa, kualitas materi digital, serta dukungan teknologi dapat menjadi variabel perantara atau moderasi. Alurnya: penggunaan sistem pembelajaran daring → memengaruhi proses belajar (interaksi, keterlibatan, akses materi) → berdampak pada pencapaian akademik mahasiswa.
3. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pikir tersebut, hipotesis yang dapat diuji misalnya:
• Hipotesis kerja (H₁): Pembelajaran daring memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada masa pascapandemi COVID-19.
• Hipotesis nol (H₀): Pembelajaran daring tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa pada masa pascapandemi COVID-19.
Rumusan ini memungkinkan pengujian empiris melalui metode kuantitatif, seperti analisis regresi atau uji t, untuk menilai sejauh mana sistem pembelajaran daring memengaruhi prestasi akademik.