Kiriman dibuat oleh Anggi Fadhilah Putri

MPPE C2025 -> Diskusi

oleh Anggi Fadhilah Putri -
Nama: Anggi Fadhillah Putri
NPM: 2313031061

Seorang peneliti harus mampu menentukan teknik pengumpulan data yang sesuai karena teknik tersebut secara langsung memengaruhi validitas, reliabilitas, dan efisiensi penelitian, di mana teknik yang tepat memastikan data yang dikumpulkan akurat dan relevan, sehingga menghasilkan temuan yang dapat dipercaya dan menghindari kesalahan interpretasi atau bias yang bisa merusak integritas penelitian. Dimana, terdapat keterkaitan erat antara teknik pengumpulan data dengan masalah penelitian dan tujuan yang hendak dicapai, karena masalah penelitian seperti pertanyaan spesifik yang ingin dijawab menuntut teknik yang mampu menangkap data yang diperlukan, misalnya menggunakan wawancara mendalam untuk eksplorasi masalah kualitatif atau survei kuantitatif untuk pengukuran skala besar, sementara tujuan penelitian, seperti membangun teori baru atau menguji hipotesis, memerlukan teknik yang selaras agar data mendukung pencapaian tujuan tersebut secara efektif, sehingga jika teknik tidak sesuai, penelitian berisiko gagal mencapai kesimpulan yang bermakna atau bahkan menghasilkan data yang tidak berguna.

MPPE C2025 -> Penugasan mandiri

oleh Anggi Fadhilah Putri -
Nama: Anggi Fadhillah Putri
NPM: 2313031061

Berdasarkan dari yang saya baca yaitu buku "Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D" karya Sugiyono (edisi 2021, Penerbit Alfabeta)
Pada buku ini teknik sampling dibagi menjadi dua kategori utama: probability sampling (sampling probabilistik) dan non-probability sampling (sampling non-probabilistik). Sugiyono menekankan bahwa pemilihan teknik sampling harus sesuai dengan tujuan penelitian, ukuran populasi, dan ketersediaan data, untuk meminimalkan bias dan memastikan generalisasi hasil. Dalam riset pendidikan ekonomi (seperti studi tentang motivasi belajar ekonomi siswa, dampak kurikulum ekonomi terhadap keterampilan, atau analisis perilaku konsumen di kalangan mahasiswa ekonomi), teknik sampling yang sering digunakan adalah purposive sampling (sampling bertujuan) atau stratified sampling (sampling berstrata).
Argumen teoritiknya, yaitu:
a. Purposive Sampling: Teknik ini memungkinkan peneliti memilih responden yang paling relevan dengan pertanyaan penelitian, seperti siswa ekonomi yang memiliki pengalaman tertentu.
b. Stratified Sampling: pada teori statistik inferensial yang memastikan varians dalam populasi dikontrol untuk meningkatkan akurasi estimasi parameter, seperti rata-rata motivasi belajar ekonomi.