Posts made by Adella Putri Rizkia

ASP B2025 -> Diskusi

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313032044

Pengukuran kinerja sektor publik adalah proses untuk menilai seberapa baik instansi pemerintah (seperti dinas, sekolah negeri, rumah sakit umum, dan lembaga lainnya) menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan kata lain, ini adalah cara untuk melihat apakah uang rakyat (APBN/APBD) benar-benar digunakan dengan efisien, efektif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tujuan dari pengukuran kinerja sektor publik adalah untuk mengetahui sejauh mana instansi pemerintah mampu mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Melalui pengukuran ini, lembaga publik dapat menilai apakah program dan kegiatan yang dilaksanakan sudah berjalan sesuai rencana atau masih perlu diperbaiki. Selain itu, pengukuran kinerja juga bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, agar instansi pemerintah dapat mempertanggungjawabkan hasil kerja serta penggunaan dana kepada masyarakat. Hasil pengukuran ini juga menjadi dasar penting bagi pengambilan keputusan, perbaikan kebijakan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik ke depannya.

Aspek-aspek yang diukur dalam kinerja sektor publik meliputi efisiensi, efektivitas, kualitas pelayanan, dan akuntabilitas. Efisiensi berhubungan dengan bagaimana instansi menggunakan sumber daya secara hemat dan tepat guna. Efektivitas melihat sejauh mana tujuan program telah tercapai. Kualitas pelayanan menilai tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan, sedangkan akuntabilitas menekankan pada keterbukaan dan tanggung jawab lembaga terhadap hasil kerja dan penggunaan anggaran. Dengan memperhatikan keempat aspek ini, kinerja sektor publik dapat dinilai secara lebih menyeluruh dan objektif.

MPPE B2025 -> Diskusi

by Adella Putri Rizkia -
Nama: Adella Putri Rizkia
NPM: 2313031044

Populasi adalah keseluruhan individu, objek, atau elemen yang memiliki karakteristik tertentu yang menjadi fokus penelitian—yakni grup yang ingin digeneralisasikan hasilnya.
Contoh: semua siswa kelas X di sebuah sekolah dalam satu tahun ajaran.

Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk menjadi subjek penelitian dan dianggap mewakili karakteristik populasi tersebut.
Contoh: 80 siswa dari total 300 siswa kelas X yang dipilih untuk mengisi kuesioner.

Peneliti harus memperhatikan beberapa aspek penting agar penelitian valid dan hasilnya dapat digeneralisasi ke populasi yang lebih luas. Berikut poin‐poinnya:

1.Penentuan populasi yang tepat

Pastikan populasi memiliki karakteristik yang relevan dengan fokus penelitian.

Definisikan batas‐batas populasi secara jelas (misalnya: kelas, sekolah, tahun ajaran, lokasi).

Hindari populasi yang terlalu luas atau kurang mempunyai kesamaan karakteristik yang relevan.

2.Representativitas sampel

Sampel harus mampu mewakili karakteristik utama populasi agar hasil bisa digeneralisasi.

Gunakan teknik sampling yang sesuai (probability atau non‐probability) tergantung kondisi penelitian.

Jika sampel tidak representatif, hasil penelitian bisa bias atau tidak valid.

3.Ukuran sampel yang memadai

Pertimbangkan seberapa besar sampel yang dibutuhkan agar variabilitas data dan margin kesalahan dapat diterima.

Perhitungkan juga keterbatasan waktu, biaya, sumber daya yang tersedia.

4.Teknik pengambilan sampel yang jelas dan tepat

Bila memungkinkan gunakan teknik probability sampling (simple random, stratified, cluster) untuk meningkatkan kredibilitas.

Bila menggunakan teknik non‐probability (purposive, convenience), maka peneliti harus menjelaskan alasan dan batasannya.

5.Frame sampling (daftar atau basis pemilihan sampel)

Pastikan ada daftar atau basis yang valid untuk memilih sampel (misalnya daftar siswa, kelas, sekolah).

Hindari frame yang usang atau tidak lengkap karena bisa menimbulkan bias.

6.Keterbatasan dan generalisasi

Peneliti harus menyadari bahwa semakin kecil atau kurang representatif sampel, semakin terbatas generalisasinya.

Sebaiknya diakui dalam bagian keterbatasan penelitian.

7.Praktik etis dan logistik

Pastikan sampel diambil secara etis (persetujuan, sukarela, anonimitas bila perlu).

Logistik pengambilan data (waktu, lokasi, alat) harus bisa dilakukan agar sampel benar‐benar bisa diwawancarai/diobservasi/diisi instrumen.
Nama: Adella Putri Rizkia
Kelas: 2313031044

Laporan Baca: Populasi dan Sampel dalam Penelitian Pendidikan Ekonomi

Dalam penelitian pendidikan ekonomi, populasi dan sampel merupakan unsur penting yang menentukan validitas hasil penelitian. Berdasarkan hasil membaca beberapa sumber metodologi penelitian, populasi diartikan sebagai keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu yang relevan dengan masalah penelitian. Populasi menjadi dasar dari mana data akan diambil dan kesimpulan akan digeneralisasikan. Menurut Purba dkk. (2021) dalam buku Metode Penelitian Ekonomi, populasi adalah keseluruhan unit analisis yang akan diteliti, baik individu, lembaga, maupun kelompok yang memiliki ciri tertentu sesuai fokus penelitian.

Sementara itu, sampel adalah sebagian dari populasi yang dianggap dapat mewakili keseluruhan karakteristik populasi tersebut. Pemilihan sampel dilakukan untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga tanpa mengurangi akurasi hasil penelitian. Nurlina T. Muhyiddin dkk. (2022) menjelaskan bahwa sampel harus memiliki sifat representatif agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan secara valid. Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih, seperti simple random sampling dan stratified random sampling. Sedangkan non-probability sampling digunakan bila populasi tidak memiliki daftar lengkap anggota, seperti purposive sampling dan accidental sampling.

Dalam penelitian-penelitian di bidang pendidikan ekonomi, peneliti umumnya menggunakan simple random sampling atau proportionate stratified random sampling, terutama ketika populasi siswa dibagi dalam beberapa kelas atau jurusan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dimuat dalam Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia (2023), di mana peneliti menentukan populasi seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi dan memilih sebagian secara acak sebagai sampel. Selain itu, penelitian oleh Sinaga (2020) juga menegaskan bahwa ukuran sampel harus mempertimbangkan besar populasi, tingkat kesalahan (error tolerance), serta tingkat kepercayaan (confidence level), sehingga hasil penelitian dapat dipercaya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemahaman yang tepat tentang populasi dan sampel sangat penting dalam penelitian pendidikan ekonomi. Peneliti harus memastikan bahwa populasi didefinisikan secara jelas dan sampel yang dipilih benar-benar representatif agar hasil penelitian dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya dan memiliki daya generalisasi yang tinggi.

Secara keseluruhan:
1. Populasi: keseluruhan subjek/objek penelitian dengan karakteristik tertentu.
2. Sampel: sebagian populasi yang mewakili karakteristik populasi secara representatif.
3. Teknik sampling dibagi menjadi probability dan non-probability.
4. Penentuan ukuran sampel dipengaruhi oleh besar populasi, tingkat kesalahan, dan tingkat kepercayaan.
5. Pemilihan sampel yang tepat meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

Daftar Referensi

Muhyiddin, N. T., Tarmizi, M. I., & Yulianita, A. (2022). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Sosial: Teori, Konsep, dan Rencana Proposal. Universitas Sriwijaya Press.

Purba, P., Siahaan, S., & Siringoringo, J. (2021). Metode Penelitian Ekonomi. Universitas Advent Indonesia.

Sinaga, D. (2020). Buku Ajar Statistika Dasar. Universitas Kristen Indonesia.

Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia. (2023). “Pengaruh Literasi Ekonomi terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Pendidikan Ekonomi.” Universitas Pendidikan Indonesia.

Rangkuti, A. N. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan Press.