Kiriman dibuat oleh Yogi Rohani

MPPE B2025 -> Menulis Summary e-journal

oleh Yogi Rohani -
Nama : Yogi Rohani
NPM : 2313031031

Jurnal karya Charles Kivunja (2018) ini membahas secara sistematis perbedaan antara teori, kerangka teori (theoretical framework), dan kerangka konseptual (conceptual framework) yang sering kali membingungkan mahasiswa pascasarjana dan peneliti pemula. Berdasarkan pengalaman akademik penulis serta telaah literatur sistematis, artikel ini bertujuan memperjelas makna, fungsi, dan penggunaan ketiga konsep tersebut dalam penelitian ilmiah, khususnya dalam penyusunan proposal dan tesis jenjang magister dan doktoral.

Teori didefinisikan sebagai kumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang saling terkait untuk menjelaskan dan memprediksi hubungan antarvariabel berdasarkan data empiris. Teori memiliki karakteristik tertentu, seperti logis, koheren, dapat diuji, dan memiliki daya prediksi. Sementara itu, kerangka teori merupakan sintesis dari teori-teori yang relevan dari para ahli yang digunakan sebagai landasan analisis dan interpretasi data penelitian. Kerangka teori berfungsi sebagai “lensa” atau struktur analitis yang membantu peneliti memahami makna data secara ilmiah dan sistematis.

Adapun kerangka konseptual memiliki cakupan yang jauh lebih luas, karena mencakup seluruh perencanaan dan pemikiran penelitian, mulai dari penentuan topik, rumusan masalah, metodologi, hingga pelaporan hasil. Penulis menegaskan bahwa kerangka teori adalah bagian dari kerangka konseptual, sehingga keduanya tidak dapat dipertukarkan. Melalui contoh penerapan model pembelajaran konstruktivis, jurnal ini menunjukkan bagaimana kerangka teori dapat dikembangkan dan diaplikasikan secara konkret dalam analisis data. Kesimpulannya, artikel ini menekankan pentingnya pemahaman yang tepat tentang teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual agar penelitian memiliki dasar akademik yang kuat dan terhindar dari kesalahan konseptual.

MPPE B2025 -> Diskusi

oleh Yogi Rohani -
Nama : Yogi Rohani
NPM : 2313031031

Teori merupakan kumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang menjelaskan hubungan antarvariabel secara sistematis. Teori berfungsi sebagai landasan ilmiah untuk memahami dan menjelaskan suatu fenomena. Teori adalah seperangkat konstruk yang saling berhubungan dan memberikan penjelasan serta prediksi terhadap gejala tertentu. Dalam penelitian, teori digunakan untuk memperkuat argumentasi ilmiah dan menentukan arah analisis.

Kerangka pikir adalah alur logika yang menggambarkan hubungan antarvariabel berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu. Kerangka ini menunjukkan bagaimana peneliti menalar masalah penelitian dari variabel independen ke variabel dependen. Kerangka pikir berisi penjelasan konseptual tentang keterkaitan antarvariabel yang diteliti dan menjadi dasar perumusan hipotesis.

Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap hubungan antarvariabel yang kebenarannya perlu diuji secara empiris. Hipotesis disusun berdasarkan teori dan kerangka pikir yang telah dibangun. Hipotesis adalah pernyataan prediktif tentang hubungan antara dua variabel atau lebih yang dapat diuji secara statistik.

Ketiga unsur ini memiliki hubungan yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan. Teori menjadi dasar konseptual, kerangka pikir menjadi jembatan logis, dan hipotesis menjadi bentuk operasional yang siap diuji. Tanpa teori, kerangka pikir menjadi lemah. Tanpa kerangka pikir, hipotesis menjadi tidak terarah, dan tanpa hipotesis, penelitian kuantitatif kehilangan fokus pengujian.

MPPE B2025 -> Membuat summary e journal

oleh Yogi Rohani -
Nama : Yogi Rohani
NPM : 2313031031

Jurnal ini membahas konsep paradigma penelitian yang sering dianggap abstrak dan membingungkan oleh mahasiswa pascasarjana dan peneliti pemula, khususnya dalam konteks penelitian pendidikan. Penulis menjelaskan bahwa paradigma penelitian merupakan pandangan dunia (worldview) peneliti yang memengaruhi cara memahami realitas, memperoleh pengetahuan, memilih metode, serta menafsirkan data penelitian.

Paradigma penelitian terdiri atas empat unsur utama, yaitu epistemologi (cara memperoleh pengetahuan), ontologi (hakikat realitas), metodologi (cara atau prosedur penelitian), dan aksiologi (nilai dan etika penelitian). Pemahaman terhadap keempat unsur ini penting karena menentukan konsistensi antara paradigma, pertanyaan penelitian, metode, dan analisis data.

Jurnal ini juga mengulas kontroversi dan kebingungan terkait istilah paradigma akibat perbedaan penggunaan dalam ilmu alam dan ilmu sosial, serta adanya “perang paradigma” dalam sejarah penelitian sosial. Meski demikian, penulis menegaskan bahwa dalam penelitian pendidikan terdapat empat paradigma utama yang banyak digunakan, yaitu positivisme, interpretif (konstruktivis), kritis (transformatif), dan pragmatis.

Paradigma positivisme menekankan pengukuran objektif dan hubungan sebab-akibat melalui metode kuantitatif. Paradigma interpretif berfokus pada pemahaman makna subjektif dan realitas sosial yang dibangun secara sosial melalui metode kualitatif. Paradigma kritis bertujuan mengungkap ketimpangan kekuasaan dan mendorong perubahan sosial, sedangkan paradigma pragmatis menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif berdasarkan prinsip “apa yang paling efektif”.

MPPE B2025 -> CASE STUDY

oleh Yogi Rohani -
Nama : Yogi Rohani
NPM : 2313031031

1. Identifikasi Masalah Penelitian
Masalah penelitian yang relevan adalah penurunan jumlah mahasiswa baru dalam tiga tahun terakhir meskipun universitas telah melakukan berbagai strategi promosi. Hal ini menunjukkan adanya ketidakefektifan strategi promosi atau faktor lain di luar promosi yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa dalam memilih universitas.

2. Variabel Penelitian yang Dapat Dikaji
- Variabel Dependen (Y):
Jumlah mahasiswa baru / minat pendaftar
Variabel ini menjadi hasil atau dampak dari berbagai faktor yang memengaruhi keputusan calon mahasiswa.
- Variabel Independen (X):
• Efektivitas promosi universitas (media sosial, pameran pendidikan, kerja sama sekolah)
• Citra dan reputasi universitas (akreditasi, kualitas lulusan, fasilitas, biaya pendidikan).

3. Paradigma Penelitian yang Paling Tepat
Paradigma yang paling tepat adalah paradigma positivisme. Paradigma positivisme sesuai karena penelitian ini bertujuan mengukur hubungan sebab-akibat antara variabel promosi, citra universitas, dan jumlah mahasiswa baru melalui data kuantitatif, seperti survei, statistik pendaftaran, dan analisis korelasi atau regresi. Paradigma positivisme menekankan pengujian hipotesis dan pengukuran objektif terhadap fenomena sosial.

4. Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian
- Rumusan Masalah:
Apa saja yang menjadi faktor-faktor penyebab penurunan jumlah mahasiswa baru di universitas tersebut meskipun telah dilakukan promosi secara intensif?
- Pertanyaan Penelitian:
Bagaimana pengaruh efektivitas promosi dan citra universitas terhadap keputusan calon mahasiswa dalam memilih universitas tersebut?