Nama: Intan Ruliana
NPM: 2313031016
Materi pekan ini memberikan gambaran bahwa kinerja sektor publik tidak bisa dinilai seperti perusahaan yang berorientasi pada laba, melainkan harus dilihat dari seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat dan bagaimana sumber daya negara digunakan secara bertanggung jawab. Penilaian kinerja di instansi pemerintah berfungsi sebagai alat untuk memastikan bahwa program, kegiatan, dan anggaran benar-benar bergerak ke arah yang mendukung tujuan pembangunan. Kinerja dinilai bukan hanya dari apa yang dikeluarkan pemerintah, tetapi terutama dari hasil dan dampaknya terhadap kehidupan publik. Karena itu, pengukuran kinerja dilakukan melalui berbagai pendekatan yang mencakup aspek input, proses, output, hingga outcome, sehingga dapat terlihat apakah pelayanan publik berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Sistem seperti SAKIP, indikator kinerja, dan pendekatan value for money memperkuat upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola. Instrumen tersebut membantu organisasi publik untuk memetakan prioritas, memperjelas target, serta menilai apakah penggunaan anggaran sudah sesuai dengan tujuan pelayanan. Materi ini juga menyoroti bahwa pengukuran kinerja harus didukung data yang memadai, teknologi informasi yang memfasilitasi pemantauan, serta sumber daya manusia yang paham prinsip manajemen kinerja. Tantangan seperti keterbatasan data, budaya kerja yang belum fokus pada hasil, dan keragaman kebutuhan masyarakat membuat pengukuran kinerja perlu dilakukan secara lebih cermat dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, materi pekan ini menegaskan bahwa kinerja sektor publik merupakan fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang terpercaya dan berorientasi pada kepentingan publik.
NPM: 2313031016
Materi pekan ini memberikan gambaran bahwa kinerja sektor publik tidak bisa dinilai seperti perusahaan yang berorientasi pada laba, melainkan harus dilihat dari seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat dan bagaimana sumber daya negara digunakan secara bertanggung jawab. Penilaian kinerja di instansi pemerintah berfungsi sebagai alat untuk memastikan bahwa program, kegiatan, dan anggaran benar-benar bergerak ke arah yang mendukung tujuan pembangunan. Kinerja dinilai bukan hanya dari apa yang dikeluarkan pemerintah, tetapi terutama dari hasil dan dampaknya terhadap kehidupan publik. Karena itu, pengukuran kinerja dilakukan melalui berbagai pendekatan yang mencakup aspek input, proses, output, hingga outcome, sehingga dapat terlihat apakah pelayanan publik berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Sistem seperti SAKIP, indikator kinerja, dan pendekatan value for money memperkuat upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola. Instrumen tersebut membantu organisasi publik untuk memetakan prioritas, memperjelas target, serta menilai apakah penggunaan anggaran sudah sesuai dengan tujuan pelayanan. Materi ini juga menyoroti bahwa pengukuran kinerja harus didukung data yang memadai, teknologi informasi yang memfasilitasi pemantauan, serta sumber daya manusia yang paham prinsip manajemen kinerja. Tantangan seperti keterbatasan data, budaya kerja yang belum fokus pada hasil, dan keragaman kebutuhan masyarakat membuat pengukuran kinerja perlu dilakukan secara lebih cermat dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, materi pekan ini menegaskan bahwa kinerja sektor publik merupakan fondasi penting dalam membangun pemerintahan yang terpercaya dan berorientasi pada kepentingan publik.