Posts made by Catur Febriyan
ASP A2025 -> CASE STUDY 2
NPM : 2313031018
Menyusun audit kinerja berbasis risiko untuk mengevaluasi sistem IzinCerdas,
Identifikasi risiko utama
Langkah pertama adalah mengidentifikasi risiko yang berpotensi memengaruhi efektivitas sistem IzinCerdas. Risiko yang mungkin muncul meliputi keterlambatan proses izin, ketidakjelasan status permohonan, serta adanya peluang penyalahgunaan wewenang oleh pejabat tertentu. Auditor perlu memahami akar penyebab dari setiap risiko tersebut agar fokus audit lebih tepat sasaran.
Penilaian tingkat risiko (risk assessment)
Setelah risiko diidentifikasi, auditor melakukan penilaian terhadap tingkat kemungkinan dan dampak dari masing-masing risiko. Risiko dengan dampak tinggi seperti keterlambatan penerbitan izin atau penyimpangan kewenangan perlu menjadi prioritas utama dalam audit kinerja. Hasil penilaian ini menjadi dasar dalam menentukan area yang paling perlu diaudit secara mendalam.
Perencanaan audit berbasis risiko
Tahap ini melibatkan penyusunan rencana audit yang berfokus pada area dengan risiko tertinggi. Auditor menentukan tujuan audit, metodologi, serta indikator kinerja yang akan digunakan, seperti waktu pemrosesan izin, tingkat transparansi, dan kepuasan pengguna sistem. Pendekatan ini memastikan sumber daya audit digunakan secara efisien dan tepat sasaran.
Pengumpulan dan analisis data digital
Auditor memanfaatkan teknologi digital untuk mengumpulkan data dari sistem IzinCerdas, seperti log aktivitas pengguna, waktu input dan output permohonan, serta pola akses pejabat yang berwenang. Data tersebut dianalisis menggunakan teknik analitik data (data analytics) untuk mendeteksi anomali, misalnya adanya perubahan data izin di luar jam kerja atau aktivitas pengguna yang tidak sesuai dengan kewenangan jabatannya.
Penggunaan teknologi untuk deteksi penyimpangan
Auditor dapat menerapkan sistem digital forensics dan data visualization untuk memantau aktivitas dalam sistem secara real-time. Teknologi ini membantu mendeteksi potensi manipulasi data, keterlambatan yang disengaja, atau pola perilaku tidak wajar dari pengguna sistem. Selain itu, penggunaan algoritma machine learning dapat membantu mengidentifikasi tren penyimpangan berdasarkan data historis perizinan.
Penyusunan temuan dan rekomendasi
Berdasarkan hasil analisis, auditor menyusun laporan yang berisi temuan risiko nyata dan potensi kelemahan sistem. Rekomendasi dapat mencakup peningkatan kontrol internal digital, pembatasan hak akses pengguna, perbaikan sistem pelacakan izin, serta pelatihan aparatur dalam etika dan tata kelola digital.
Pemantauan dan tindak lanjut
Tahap akhir adalah memastikan rekomendasi dijalankan melalui audit lanjutan berbasis dashboard digital yang memantau kinerja sistem secara berkelanjutan. Dengan pemantauan ini, auditor dapat menilai apakah langkah perbaikan benar-benar mengurangi risiko dan meningkatkan transparansi layanan perizinan.
Menggunakan teknologi digital dalam mendeteksi potensi penyimpangan dan kelemahan sistem.
Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam audit untuk mendeteksi potensi penyimpangan dan kelemahan sistem melalui beberapa cara. Pertama, auditor dapat menggunakan data analytics untuk menganalisis data perizinan secara menyeluruh, misalnya mendeteksi keterlambatan yang tidak wajar, pola pengajuan izin yang berulang dari akun tertentu, atau perubahan data yang mencurigakan.
Kedua, penerapan digital forensics dapat membantu melacak aktivitas pengguna di sistem, seperti waktu login, perubahan status izin, atau akses data yang tidak sesuai dengan kewenangan. Dengan cara ini, auditor bisa mengidentifikasi potensi penyalahgunaan wewenang secara lebih cepat dan akurat.
Ketiga, auditor dapat memanfaatkan dashboard pemantauan real-time yang menampilkan indikator kinerja utama (KPI) sistem, sehingga anomali atau gangguan operasional bisa terdeteksi secara langsung. Selain itu, penggunaan teknologi machine learning juga bisa membantu memprediksi dan mengenali pola penyimpangan berdasarkan data historis, misalnya munculnya perilaku pengguna yang tidak biasa.
Terakhir, teknologi data visualization memudahkan auditor melihat hubungan antar data, tren kinerja, dan titik rawan kelemahan sistem melalui grafik atau peta interaktif. Dengan kombinasi teknologi tersebut, proses audit menjadi lebih objektif, cepat, dan berbasis bukti digital yang dapat dipertanggungjawabkan.
ASP A2025 -> CASE STUDY
NPM : 2313031018
Analisis Penyebab Rendahnya Efektivitas Implementasi
1. Kurangnya kesiapan SDM, Banyak tenaga kesehatan belum terlatih menggunakan platform digital, sehingga penggunaan sistem tidak maksimal.
2. Infrastruktur teknologi belum merata, Beberapa Puskesmas mungkin memiliki keterbatasan jaringan internet atau perangkat komputer yang memadai.
3. Integrasi sistem yang lemah, Data tidak sinkron karena belum ada sistem integrasi antar basis data di tiap fasilitas kesehatan.
4. Manajemen perubahan yang kurang efektif, Tidak ada strategi komunikasi dan pendampingan yang cukup untuk memastikan seluruh unit kerja memahami manfaat dan cara kerja sistem baru.
5. Kurangnya monitoring dan evaluasi rutin, Tidak dilakukan pemantauan berkala terhadap kinerja sistem dan tingkat kepuasan pengguna (pasien dan tenaga medis).
Penetapan tujuan audit
Tujuan audit ini adalah untuk menilai sejauh mana efektivitas platform SehatMandiri dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan kesehatan masyarakat. Tahap ini juga menentukan ruang lingkup dan fokus audit agar evaluasi lebih terarah.
Pengumpulan data digital
Auditor mengumpulkan berbagai data yang berkaitan dengan penggunaan sistem, seperti log aktivitas pengguna, tingkat pemakaian fitur, waktu respons layanan, dan data keluhan masyarakat. Selain itu, juga dikumpulkan data kinerja fasilitas kesehatan seperti waktu tunggu pasien, jumlah layanan online, dan ketepatan hasil laboratorium.
Analisis data dan evaluasi kinerja
Data yang telah diperoleh dianalisis untuk menemukan penyebab inefisiensi dan kendala sistem. Auditor dapat menggunakan teknik analisis statistik untuk membandingkan kinerja antar-Puskesmas dan menilai indikator efektivitas seperti kecepatan pelayanan, tingkat adopsi sistem, serta kepuasan pasien.
Penyusunan temuan dan rekomendasi
Berdasarkan hasil analisis, auditor merumuskan temuan utama dan memberikan rekomendasi perbaikan. Rekomendasi dapat berupa peningkatan pelatihan SDM, penguatan infrastruktur digital, serta penyempurnaan sistem integrasi data agar sinkronisasi antar fasilitas berjalan lebih baik.
Tindak lanjut dan pemantauan
Tahap ini memastikan bahwa rekomendasi audit benar-benar dijalankan. Auditor dapat melakukan audit berkelanjutan dengan memanfaatkan dashboard pemantauan real-time dan melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas perbaikan yang telah diterapkan.
ASP A2025 -> Summary
ASP A2025 -> Diskusi
NPM : 2313031018
langkah-langkah dalam mengembangkan laporan audit kinerja sektor publik :
1. Perencanaan audit, Menetapkan tujuan, ruang lingkup, dan langkah kerja agar proses audit berjalan terarah dan efisien.
2. Pengumpulan data, Mengumpulkan bukti melalui observasi, wawancara, serta penelaahan dokumen yang relevan.
3. Analisis dan evaluasi, Menganalisis data yang diperoleh untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan ekonomis kegiatan yang diaudit.
4. Penyusunan temuan, Menyusun hasil audit yang mencakup kondisi, penyebab, akibat, serta rekomendasi yang dapat diterapkan.
5. Penyusunan laporan, Membuat laporan audit secara jelas, objektif, dan disusun sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.
6. Tindak lanjut, Memantau pelaksanaan rekomendasi audit serta memastikan adanya perbaikan dan peningkatan kinerja.