Posts made by Adea Aprilia

MPPE B2025 -> Menulis Summary e-journal

by Adea Aprilia -
Nama : Adea Aprilia
Npm : 2313031034

Dalam jurnal yang berjudul Membedakan antara Teori, Kerangka Teoritis, dan Konseptual Kerangka Kerja: Tinjauan Sistematis atas Pelajaran dari Lapangan, membahas mengenai Teori, Kerangka teoritis dan konsptual kerangka kerja.

Inti dari materi yang dibahas yaitu Tinjauan sistematis literatur yang relevan memberikan pemahaman bahwa teori adalah pernyataan umum tentang abstraksi atau ide yang menegaskan, menjelaskan, atau memprediksi hubungan atau koneksi antara atau di antara fenomena, dalam batasan asumsi pembatas kritis yang secara eksplisit dibuat oleh teori.

Suatu teori biasanya muncul dari proses penelitian yang panjang yang menggunakan data empiris untuk membuat pernyataan berdasarkan analisis data secara deduktif dan induktif. Seiring berjalannya waktu, dan berdasarkan asumsi yang dinyatakan dengan jelas, pengamatan dari penelitian menghasilkan hasil yang menyatu pada temuan tentang hubungan, dan ini memungkinkan peneliti untuk merumuskan proposisi inti yang darinya teori abstrak tersebut kemudian digeneralisasikan. Teori yang muncul memberikan dasar intelektual yang didasarkan pada penelitian untuk memahami, menerapkan, menganalisis, dan merancang cara-cara baru untuk menyelidiki hubungan dan memecahkan masalah dalam konteks ilmu pendidikan dan ilmu sosial. Asumsi, pernyataan, dan prediksi hubungan yang didalilkan oleh suatu teori menjadi dasar intelektual yang dapat dijadikan dasar data penelitian untuk mencari makna dalam studi mendatang. Prediksi dalam teori dapat memberikan alasan untuk penelitian terhadap masalah yang sebelumnya belum diselidiki.

Kerangka teori terdiri dari teori-teori yang diungkapkan oleh para ahli di bidang yang akan diteliti, yang dapat digunakan sebagai landasan teori untuk analisis data dan interpretasi hasil. Dengan kata lain, kerangka teori adalah struktur yang merangkum konsep dan teori, yang dikembangkan dari pengetahuan yang telah diuji dan dipublikasikan sebelumnya, yang disintesis untuk membantu memperoleh latar belakang teori atau dasar untuk analisis data dan interpretasi makna yang terkandung dalam data penelitian.

Kerangka konseptual adalah orientasi dan asosiasi logis total dari apa pun dan segala sesuatu yang membentuk pemikiran, struktur, rencana, dan praktik yang mendasari serta implementasi seluruh proyek penelitian Anda. Jadi, kerangka konseptual mencakup pemikiran Anda tentang identifikasi topik penelitian, masalah yang akan diselidiki, pertanyaan yang akan diajukan, literatur yang akan ditinjau, teori yang akan diterapkan, metodologi yang akan Anda gunakan, metode, prosedur dan instrumen, analisis data dan interpretasi temuan, rekomendasi dan kesimpulan yang akan Anda buat

MPPE B2025 -> Membuat summary e journal

by Adea Aprilia -
Nama : Adea Aprilia
NPM : 2313031034

Penelitian dalam jurnal ini membahas paradigma penelitian dalam konteks pendidikan, yang sering membingungkan bagi mahasiswa dan peneliti pemula. Artikel ini bertujuan membantu mahasiswa penelitian tingkat lanjut memahami dan mengaplikasikan konsep paradigma dalam proposal penelitian mereka. Berdasarkan literatur dan pengalaman penulis, paradigma penelitian mencerminkan "pandangan dunia" peneliti yang mencakup prinsip-prinsip abstrak dan kepercayaan yang memengaruhi cara pandang, interpretasi, dan tindakan mereka dalam dunia penelitian.

Paradigma terdiri dari empat elemen utama: epistemologi (bagaimana pengetahuan diperoleh), ontologi (sifat realitas), metodologi (pendekatan penelitian), dan aksiologi (nilai-nilai etis). Setiap paradigma penelitian mengandung asumsi berbeda terkait aspek-aspek ini, yang memandu pendekatan metodologis serta pilihan metode pengumpulan dan analisis data yang digunakan. Artikel ini juga mengulas paradigma-paradigma dominan dalam penelitian pendidikan, termasuk positivis, interpretivis, kritis, dan pragmatik, masing-masing dengan metodologi yang sesuai. Misalnya, penelitian interpretivis cenderung menggunakan metode kualitatif untuk memahami makna subjektif, sedangkan paradigma positivis lebih mengutamakan data kuantitatif untuk menemukan hubungan sebab-akibat.

Implikasi dari pemahaman ini adalah pentingnya pemilihan paradigma yang konsisten dengan tujuan penelitian, yang akan membentuk metodologi, teknik pengumpulan data, dan analisis yang relevan dengan proyek penelitian tersebut. Artikel ini memberikan panduan kepada peneliti untuk memilih dan membenarkan paradigma yang mendukung tujuan dan metodologi penelitian mereka secara efektif.