Posts made by Suerna 2313031081

MPPE C2025 -> Penugasan mandiri

by Suerna 2313031081 -
NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081

Menurut Tatan Sukwika (2023), sampling adalah proses pemilihan sebagian kecil dari populasi yang dianggap dapat mewakili keseluruhan karakteristik populasi. Tujuannya agar peneliti dapat memperoleh data yang representatif, efisien, dan memungkinkan untuk menggeneralisasi hasil penelitian tanpa meneliti seluruh populasi. Teknik sampling menjadi penting karena tidak semua populasi bisa dijangkau secara praktis, terutama bila jumlahnya sangat besar atau sumber daya terbatas.
Secara umum, teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu probability sampling dan non-probability sampling:
1. Probability Sampling (Sampel Berdasarkan Peluang) Dalam metode ini, setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama dan dapat dihitung secara matematis untuk terpilih menjadi sampel. Teknik ini menghasilkan sampel yang lebih objektif dan memungkinkan penggunaan analisis statistik inferensial untuk menggeneralisasi hasil penelitian ke populasi.
Jenis-jenisnya meliputi:
• Simple Random Sampling: setiap elemen populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih secara acak.
• Stratified Sampling: populasi dibagi ke dalam beberapa strata (lapisan) berdasarkan karakteristik tertentu (misalnya semester, jurusan, atau jenis kelamin), lalu diambil secara proporsional.
• Cluster Sampling: populasi dibagi ke dalam kelompok (cluster) seperti sekolah atau kelas, lalu beberapa cluster dipilih secara acak.
• Systematic Sampling: pemilihan sampel dilakukan berdasarkan interval tertentu dari daftar populasi.
• Multistage Sampling: pengambilan sampel dilakukan bertahap dari unit besar ke unit kecil.
Keunggulan: Metode ini memungkinkan hasil penelitian lebih akurat, mengurangi bias, serta memberikan dasar kuat untuk generalisasi. Keterbatasan: Membutuhkan informasi detail tentang seluruh populasi dan memerlukan perencanaan yang matang agar tiap strata terwakili dengan baik.
2. Non-Probability Sampling (Sampel Non-Acak)
Dalam metode ini, tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektif peneliti atau kemudahan akses. Metode ini umum digunakan untuk penelitian eksploratif, kualitatif, atau studi kasus. Jenis-jenisnya meliputi:
• Purposive Sampling: pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
• Convenience Sampling: pemilihan responden karena kemudahan akses atau ketersediaan.
• Quota Sampling: peneliti menetapkan jumlah responden dari tiap kategori tertentu.
• Snowball Sampling: responden awal membantu merekomendasikan responden berikutnya.
• Accidental Sampling: responden dipilih secara kebetulan, misalnya yang ditemui saat penelitian lapangan.
• Saturation Sampling: digunakan ketika populasi kecil (kurang dari 30 orang), sehingga semua dijadikan sampel.
• Consecutive Sampling: pengambilan sampel dilakukan secara berurutan sampai ukuran sampel terpenuhi.
Kelebihan: lebih mudah diterapkan dan efisien dalam keterbatasan waktu atau sumber daya. Kekurangan: hasilnya tidak dapat digeneralisasi secara luas dan cenderung bias jika tidak dirancang dengan hati-hati.

Dalam riset pendidikan ekonomi, teknik sampling memiliki peranan penting untuk memastikan bahwa data yang diperoleh benar-benar mewakili karakteristik populasi. Berdasarkan uraian dalam buku Metode Penelitian karya Tatan Sukwika (2023), teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu probability sampling dan non-probability sampling. Probability sampling digunakan jika setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel, sedangkan non-probability sampling digunakan ketika pemilihan responden dilakukan berdasarkan pertimbangan atau kriteria tertentu. Teknik sampling yang paling sering digunakan dalam penelitian pendidikan ekonomi adalah Stratified Random Sampling. Teknik ini termasuk dalam kategori probability sampling dan digunakan ketika populasi penelitian memiliki karakteristik yang beragam (heterogen), misalnya mahasiswa dari berbagai semester, jenis kelamin, atau jurusan. Melalui stratifikasi, setiap lapisan populasi memperoleh kesempatan proporsional untuk menjadi sampel penelitian. Secara teoretis, Sukwika (2023) menjelaskan bahwa stratified random sampling mampu menghasilkan sampel yang representatif karena memperkecil kemungkinan kesalahan pengambilan sampel (sampling error) serta memastikan setiap kelompok dalam populasi terwakili secara seimbang. Hal ini sangat relevan dalam pendidikan ekonomi yang umumnya memiliki perbedaan tingkat pengetahuan, pengalaman belajar, dan motivasi antarstrata mahasiswa. Selain itu, dalam penelitian kualitatif pendidikan ekonomi, teknik Purposive Sampling juga sering digunakan. Teknik ini memungkinkan peneliti memilih informan yang benar-benar sesuai dengan kriteria tertentu, misalnya guru ekonomi yang berpengalaman menggunakan media pembelajaran digital atau mahasiswa yang aktif dalam kegiatan kewirausahaan. Secara teoretik, Sukwika (2023) menegaskan bahwa purposive sampling efektif untuk memperoleh data yang mendalam dan kontekstual karena peneliti berfokus pada subjek yang memiliki pemahaman relevan terhadap fenomena yang diteliti. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Stratified Random Sampling paling sering digunakan dalam penelitian kuantitatif pendidikan ekonomi karena populasi yang heterogen dan tujuan generalisasi hasil, sedangkan Purposive Sampling dominan dalam penelitian kualitatif pendidikan ekonomi untuk memperoleh data yang lebih mendalam dan spesifik.

Sumber referensi

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Suerna 2313031081 -
NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081

Bab 4 dari buku "Metodologi Penelitian Pendidikan Berbasis Kasus" secara rinci membahas tiga elemen metodologi yang sangat penting: Teknik Sampling, Desain Penelitian, dan Instrumen Penelitian beserta Persyaratannya.

Materi diawali dengan pembahasan Teknik Sampling, yaitu prosedur penentuan sampel sebagai representasi sumber data dari populasi penelitian. Salah satu teknik yang diuraikan adalah Teknik Sampel Jenuh, di mana seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik ini dianggap praktis, murah, dan mudah untuk populasi yang relatif kecil, namun tidak sesuai diterapkan untuk populasi yang besar. Selain itu, bab ini juga merincikan berbagai jenis teknik sampling lain yang terbagi menjadi Probability Sampling dan Nonprobability Sampling.

Selanjutnya, Desain Penelitian disajikan sebagai kerangka kerja strategis yang bertujuan mengungkapkan signifikansi teoretis dan praktis dari penelitian. Komponen inti dari desain penelitian meliputi penetapan Tujuan dan Hipotesis. Tujuan penelitian harus menjadi jawaban eksplisit terhadap pertanyaan dasar yang muncul dari latar belakang, dan tujuan ini kemudian dipertajam menjadi Hipotesis, yaitu jawaban sementara yang akan diuji kebenarannya. Desain juga mencakup Kerangka Dasar Penelitian yang mendefinisikan semua variabel (dependen dan independen, terutama pada penelitian eksplanatif) secara operasional, lengkap dengan indikator empiris dan cara pengukurannya. Bagian penting lainnya dalam desain adalah perencanaan Penarikan Sampel, di mana peneliti harus mendeskripsikan besar, batas, dan ciri-ciri populasi (target population) sebelum menentukan ukuran sampel dan metode penarikannya.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Suerna 2313031081 -
NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081

Langkah-langkah metodologis merupakan fondasi utama dalam penelitian ilmiah yang sistematis, terkontrol, dan empiris. Bab 5 ini secara khusus membahas tiga penentuan krusial, yaitu teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian.

Pertama, Teknik Sampling adalah prosedur penentuan sampel yang berfungsi sebagai sumber data representatif dari populasi. Teknik ini terbagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah Probability Sampling (pengambilan sampel secara acak) yang memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih. Sub-jenisnya meliputi simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area random sampling (cluster sampling). Kelompok kedua adalah Nonprobability Sampling (pengambilan sampel tidak acak) yang melibatkan pertimbangan subjektif dan tidak menjamin keterwakilan, mencakup sampling sistematis, kuota sampling, aksidental sampling, purposive sampling (pemilihan dengan pertimbangan spesifik), sampling jenuh (seluruh populasi dijadikan sampel, efektif untuk populasi kurang dari 30), dan snowball sampling (teknik berantai). Pemilihan teknik sampling harus disesuaikan dengan tujuan penelitian dan karakteristik populasi.

Kedua, Desain Penelitian berfungsi sebagai kerangka kerja atau strategi terperinci yang memandu seluruh proses penelitian, mulai dari pengumpulan data hingga analisis. Desain ini memastikan bahwa penelitian dilaksanakan secara terorganisir dan terarah, sehingga tujuan penelitian dapat dicapai secara efektif dan hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Desain ini menjadi peta jalan bagi peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian.

Ketiga, Instrumen Penelitian merupakan alat bantu yang krusial untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis, dan menyajikan data. Instrumen yang efektif harus memenuhi tiga syarat utama: Validitas (mengukur apa yang seharusnya diukur), Reliabilitas (menghasilkan data yang konsisten atau ajeg), dan Praktikabilitas (mudah dan efisien untuk digunakan). Pemilihan instrumen dipengaruhi oleh variabel seperti tujuan studi, karakteristik sampel, lokasi penelitian, serta jenis data yang dicari. Contoh instrumennya adalah instrumen dokumentasi, yang biasa digunakan dalam penelitian analisis isi atau untuk mengumpulkan bukti berupa catatan, laporan, atau peraturan. Penentuan ketiga komponen ini secara tepat akan menjamin kualitas dan kredibilitas temuan penelitian.
NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081
KELAS: C

Kali ini saya menggunakan e-book berjudul “Metode Penelitian” (Zainuddin Iba & Aditya Wardhana, 2023) dan juga Jurnal Pendidikan Ekonomi Universitas Kuningan. Sebagai sumber bacaan saya untuk materi populasi dan sampel. Berikut hasil laporan dari kedua referensi tersebut yang dapat saya jabarkan:

Sumber e-book
1. Pengertian Populasi
Populasi yang dimanfaatkan dalam studi merupakan sekelompok objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dianalisis guna mendapatkan kesimpulan yang relevan. Terdapat dua jenis populasi, yaitu populasi terbatas, di mana jumlah anggota dapat diidentifikasi, dan populasi tak terbatas, di mana jumlah anggotanya tidak dapat ditentukan. Sesuai dengan pendapat Babin, Carr, Griffin (2019). Sugiyono (2019), Asiamah, Mensah, Oteng-Abayie (2017), dan Wardhana et al (2015), populasi adalah domain umum yang menjadi fokus 167 penelitian untuk pengamatan atau analisis pada suatu wilayah dan periode tertentu.
Populasi dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yang berbeda, yaitu homogen dan heterogen. Populasi homogen terdiri dari unsur-unsur yang seragam dan tidak memerlukan pengukuran kuantitatif. Contohnya, dalam konteks penelitian di bidang ilmu sosial, seperti populasi pengguna internet di Indonesia dan populasi mahasiswa di Indonesia. Sebaliknya, populasiheterogen terdiri dari unsur-unsur yang bervariasi secara alami dan memerlukan penetapan batas yang telah ditetapkan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dalam penelitian di ilmu sosial, jenis populasi ini sering digunakan karena isinya sering melibatkan manusia dan fenomena sosial yang muncul dalam kehidupan manusia (Wardhana et al, 2015).
2. Pengertian Sampel
Sampel adalah subset yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola dari populasi yang lebih besar. Sampel mengandung karakteristik yang serupa dengan populasi yang lebih besar, yang memungkinkan penggunaannya dalam analisis statistik ketika populasi terlalu besar untuk mengakomodasi seluruh anggotaatau pengamatan yang mungkin ada. Untuk memastikan keakuratan dan menghindari bias, sampel harus secara teliti mencerminkan seluruh populasi tanpa memihak atribut khusus.
3. Teknik atau Metode Pengambilan Sampel
Teknik atau metode pengambilan sampel merupakan elemen kunci dalam setiap proyek penelitian karena memungkinkan untuk melakukan analisis yang komprehensif dan akurat terhadap populasi. Dengan mengambil sampel dari populasi dan menganalisanya menggunakan metode statistik atau estimasi penelitian, peneliti dapat menentukan ukuran dan karakteristik populasi serta membuat kesimpulan yang berlaku untuk seluruh populasi.
a. Probability Sampling (Sampel Acak)
Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai sampel. Teknik ini banyak digunakan dalam penelitian kuantitatif. Jenis-jenisnya antara lain:
• Simple Random Sampling – pengambilan sampel secara acak sederhana, tanpa memperhatikan strata atau tingkatan.
• Stratified Random Sampling – populasi dibagi ke dalam beberapa strata (misalnya berdasarkan kelas, jurusan, atau gender), kemudian sampel diambil dari masing-masing strata secara proporsional.
• Cluster Sampling – digunakan jika populasi sangat luas atau tersebar, misalnya mengambil beberapa sekolah sebagai sampel dari seluruh sekolah di suatu kabupaten.
• Systematic Sampling – pemilihan sampel dilakukan berdasarkan interval tertentu, misalnya setiap anggota ke-5 dari daftar populasi.
b. Non-Probability Sampling (Sampel Non-Acak)
Tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih. Biasanya digunakan dalam penelitian kualitatif.
Jenis-jenisnya antara lain:
• Purposive Sampling – pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian.
• Quota Sampling – penentuan sampel berdasarkan kuota yang sudah ditetapkan.
• Snowball Sampling – responden awal merekomendasikan responden lain yang sesuai dengan kriteria penelitian.
• Accidental Sampling – pemilihan sampel berdasarkan siapa saja yang ditemui secara kebetulan dan sesuai dengan konteks penelitian.

4. Hubungan antara Populasi dan Sampel
Populasi dan sampel memiliki hubungan yang sangat erat. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, sedangkan sampel adalah bagian kecil dari populasi yang dipilih untuk mewakili keseluruhannya. Jika sampel tidak representatif, maka hasil penelitian akan bias dan tidak dapat digunakan untuk mewakili populasi. Pemilihan sampel yang tepat membantu peneliti memperoleh hasil yang akurat tanpa harus meneliti seluruh populasi, sehingga efisiensi waktu, biaya, dan tenaga dapat tercapai.
5. Tujuan Penggunaan Sampel
• Efisiensi – menghemat waktu, tenaga, dan biaya penelitian.
• Praktis dan Terukur – mempermudah proses pengumpulan dan analisis data.
• Generalisasi – hasil penelitian dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan.
• Keakuratan Data – dengan pemilihan sampel yang representatif, hasil penelitian dapat mencerminkan keadaan populasi secara objektif.

Sumber Jurnal
1. Pengertian Populasi
Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Kuningan semester ganjil tahun akademik 2017–2018, dengan jumlah 153 orang mahasiswa. Peneliti memilih populasi ini karena seluruhnya memiliki karakteristik yang sama, yakni mahasiswa aktif pada jenjang dan jurusan yang sama, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi pada seluruh populasi mahasiswa Pendidikan Ekonomi di universitas tersebut. Populasi ini dikategorikan sebagai populasi terbatas (finite population) karena jumlahnya dapat dihitung dan teridentifikasi dengan jelas.
2. Sampel
Peneliti menggunakan rumus Slovin untuk menentukan ukuran sampel dengan tingkat kesalahan 5% (0,05).
Sampel dipilih menggunakan teknik proportional sampling, yaitu setiap kelas atau kelompok mendapatkan jumlah responden yang sebanding dengan proporsi populasi di kelas tersebut. Dengan cara ini, peneliti memastikan setiap bagian populasi memiliki peluang proporsional untuk menjadi responden penelitian.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Teknik proportional random sampling dipilih karena dianggap mampu mewakili karakteristik populasi yang heterogen berdasarkan pembagian kelas. Peneliti ingin agar hasil penelitian tetap valid dan dapat digeneralisasikan untuk seluruh mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Selain itu, penggunaan metode sampling ini juga memperhatikan faktor efisiensi waktu, tenaga, dan keterbatasan sumber daya, sehingga data yang diperoleh tetap akurat tetapi prosesnya lebih efektif.
4. Penerapan Populasi dan Sampel dalam Penelitian
Dalam penelitian Sunarti (2018), penentuan populasi dan sampel menjadi dasar untuk memperoleh data tentang kecerdasan emosi, efikasi diri, dan motivasi belajar mahasiswa terhadap prestasi belajar mereka. Dengan populasi yang jelas dan sampel yang representatif, peneliti dapat menganalisis hubungan antarvariabel dengan teknik regresi ganda dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik secara simultan maupun parsial, ketiga variabel (kecerdasan emosi, efikasi diri, dan motivasi belajar) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan populasi dan sampel yang tepat memberikan hasil penelitian yang akurat, relevan, dan dapat digeneralisasikan.

(Link e-Book)

(Link Jurnal )