NAMA: SUERNA
NPM: 2313031081
Rendahnya efektivitas implementasi platform digital “SehatMandiri” disebabkan oleh beberapa faktor utama. Dari sisi teknis, integrasi data antar fasilitas kesehatan belum optimal sehingga rekam medis dan hasil laboratorium sering tidak sinkron, ditambah keterbatasan infrastruktur jaringan dan sistem yang belum stabil. Dari sisi sumber daya manusia, banyak tenaga kesehatan belum terlatih dan masih enggan beralih dari sistem manual ke digital. Secara manajerial, kurangnya monitoring, koordinasi antar unit, serta belum adanya SOP terpadu juga memperburuk penerapan sistem. Selain itu, tampilan dan pengalaman pengguna yang kurang ramah menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses layanan, sehingga keluhan justru meningkat.
Untuk mengatasinya, diperlukan audit berbasis data yang terstruktur guna mengevaluasi kinerja sistem. Audit ini dapat dimulai dengan menetapkan indikator seperti tingkat penggunaan sistem, keakuratan data, waktu pelayanan, kepuasan pengguna, serta jumlah pengaduan. Data dikumpulkan dari log sistem, survei, dan laporan pengaduan, kemudian dianalisis untuk menemukan hubungan antara penggunaan sistem dengan efektivitas layanan. Audit lapangan juga penting untuk memvalidasi data digital dengan kondisi nyata di fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil audit, perlu dilakukan pelatihan SDM, standarisasi SOP, peningkatan infrastruktur TI, serta perbaikan tampilan sistem. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kinerja “SehatMandiri” dapat meningkat dan benar-benar mendukung transformasi digital layanan kesehatan secara menyeluruh.
NPM: 2313031081
Rendahnya efektivitas implementasi platform digital “SehatMandiri” disebabkan oleh beberapa faktor utama. Dari sisi teknis, integrasi data antar fasilitas kesehatan belum optimal sehingga rekam medis dan hasil laboratorium sering tidak sinkron, ditambah keterbatasan infrastruktur jaringan dan sistem yang belum stabil. Dari sisi sumber daya manusia, banyak tenaga kesehatan belum terlatih dan masih enggan beralih dari sistem manual ke digital. Secara manajerial, kurangnya monitoring, koordinasi antar unit, serta belum adanya SOP terpadu juga memperburuk penerapan sistem. Selain itu, tampilan dan pengalaman pengguna yang kurang ramah menyebabkan masyarakat kesulitan mengakses layanan, sehingga keluhan justru meningkat.
Untuk mengatasinya, diperlukan audit berbasis data yang terstruktur guna mengevaluasi kinerja sistem. Audit ini dapat dimulai dengan menetapkan indikator seperti tingkat penggunaan sistem, keakuratan data, waktu pelayanan, kepuasan pengguna, serta jumlah pengaduan. Data dikumpulkan dari log sistem, survei, dan laporan pengaduan, kemudian dianalisis untuk menemukan hubungan antara penggunaan sistem dengan efektivitas layanan. Audit lapangan juga penting untuk memvalidasi data digital dengan kondisi nyata di fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil audit, perlu dilakukan pelatihan SDM, standarisasi SOP, peningkatan infrastruktur TI, serta perbaikan tampilan sistem. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kinerja “SehatMandiri” dapat meningkat dan benar-benar mendukung transformasi digital layanan kesehatan secara menyeluruh.