Nama: Rahma Noviyana
NPM: 2313031060
Jenis-jenis anggaran sektor publik dan ruang lingkupnya, yaitu
1. Anggaran Operasional (Current Budget)
Anggaran operasional digunakan untuk merencanakan pengeluaran rutin dalam menjalankan pemerintahan. Contoh pengeluaran yang termasuk dalam anggaran ini adalah belanja administrasi dan pemeliharaan.
2. Anggaran Modal (Capital Budget)
Menunjukkan rencana jangka panjang untuk pembelaanjaan atas aset tetap seperti gedung, kendaraan, dan peralatan. Pengeluaran ini memiliki manfaat lebih dari satu tahun dan berkontribusi pada peningkatan kekayaan organisasi.
3. Anggaran Berbasis Kinerja
Mengutamakan hasil atau output dari pengeluaran anggaran, bertujuan untuk meningkatan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana.
4. Anggaran Incremental (Incremental Budgeting)
Metode penganggaran yang menyesuaikan anggaran sebelumnya dengan menambahkan persentase tertentu untuk periode berikutnya, sering kali tidak mempertimbangkan perubahan kondisi atau kebutuhan.
5. Anggaran Program (Program Budgeting)
Fokus pada program-program tertentu dengan alokasi dana berdasarkan tujuan program tersebut, memungkinkan penilaian kinerja berdasarkan hasil yang dicapai.
6. Anggaran Dasar Nol (Zero-Based Budgeting)
Setiap periode anggaran dimulai dari nol, mengharuskan semua pengeluaran dibenarkan secara terpisah, bukan hanya berdasarkan pengeluaran tahun sebelumnya.
Ruang Lingku Anggaran Sektor Publik
Ruang lingkup anggaran sektor publik mencakup beberapa aspek penting:
1. Perencanaan: Anggaran digunakan sebagai alat perencanaan untuk menentukan kebutuhan masyarakat dan alokasi sumber daya finansial yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
2. Pelaksanaan: Setelah disetujui, anggaran harus dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, dengan pengawasan yang ketat untuk memastikan akuntabilitas.
3. Pelaporan dan Akuntabilitas: Anggaran sektor publik harus dilaporkan kepada masyarakat untuk memastikan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah atas penggunaan dana publik.
4. Pengawasan: Proses penganggaran harus diawasi oleh lembaga independen untuk memastikan bahwa dana digunakan secara efisien dan efektif sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan