Kiriman dibuat oleh Dela Novita

MPPE A2025 -> CASE STUDY 2

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
NPm : 2313031023

1. Teori yang dapat digunakan
Teori Kepemimpinan (Trait Theory, Behavioral Theory, Situational Leadership, Transformational–Transactional Leadership)
Teori Motivasi (Maslow, Herzberg, McClelland)
Teori Kinerja (Gibson, Mangkunegara) yang menekankan faktor kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja sebagai penentu kinerja

2. Kerangka pikir
Gaya kepemimpinan → memengaruhi motivasi dan semangat kerja → berdampak pada produktivitas → menghasilkan peningkatan atau penurunan kinerja karyawan

3. Hipotesis
H₁ Gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup
H₀ Gaya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan startup

MPPE A2025 -> CASE STUDY

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
NPm : 2313031023

1. Teori yang relevan sebagai landasan teori
Teori Konstruktivisme (Piaget, Vygotsky) menjelaskan bahwa hasil belajar terbentuk dari pengalaman dan interaksi termasuk melalui media daring.
Teori Belajar Humanistik (Rogers, Maslow) menekankan bahwa keberhasilan belajar dipengaruhi motivasi, kenyamanan, dan kebutuhan belajar.
Teori Pembelajaran Daring atau E-Learning (Moore & Kearsley) menekankan efektivitas yang dipengaruhi interaktivitas, aksesibilitas, dan kemandirian belajar.
Teori Efektivitas Pembelajaran menjelaskan bahwa kualitas pembelajaran dapat dilihat dari input, proses, dan output yaitu hasil belajar.

2. Kerangka pikir
Pembelajaran daring pascapandemi memberikan fleksibilitas, akses materi, dan interaksi virtual yang memengaruhi motivasi, kemandirian, serta kualitas proses belajar dan pada akhirnya berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Variabel bebas adalah pembelajaran daring dan variabel terikat adalah hasil belajar mahasiswa.

3. Hipotesis penelitian
H₁ Terdapat pengaruh positif dan signifikan pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19
H₀ Tidak terdapat pengaruh pembelajaran daring terhadap hasil belajar mahasiswa di masa pascapandemi COVID-19

MPPE A2025 -> Menulis Summary e-journal

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
NPm : 2313031023

Jurnal karya Charles Kivunja (2018) berjudul “Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework” membahas perbedaan mendasar antara tiga istilah yang sering membingungkan mahasiswa riset, khususnya di jenjang magister dan doktor. Penulis menekankan bahwa banyak mahasiswa masih menggunakan teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual secara bergantian tanpa memahami fungsi spesifiknya.

Teori dipahami sebagai seperangkat konsep, proposisi, dan hubungan antar variabel yang bertujuan menjelaskan atau memprediksi fenomena. Teori lahir dari penelitian panjang dan berfungsi sebagai dasar ilmiah dalam memahami suatu masalah. Sementara itu, kerangka teori adalah struktur konseptual yang disusun dari teori-teori relevan untuk menganalisis data dan menginterpretasikan hasil penelitian. Kerangka teori berperan sebagai “coat hanger” yang membuat data lebih terorganisasi dan bermakna dalam menjawab pertanyaan penelitian.

Berbeda dengan itu, kerangka konseptual bersifat lebih luas karena mencakup keseluruhan rancangan penelitian, mulai dari pemilihan topik, pertanyaan riset, metodologi, hingga pelaporan hasil. Dengan kata lain, kerangka konseptual adalah “rumah” dari penelitian, sementara kerangka teori hanya “salah satu ruangannya”.

Artikel ini juga menjelaskan pentingnya membangun kerangka teori dari kajian literatur yang mendalam agar penelitian memiliki dasar akademik yang kuat. Tanpa kerangka teori, analisis data akan cenderung deskriptif dan dangkal. Selain itu, penulis menekankan bahwa kerangka teori meningkatkan kredibilitas, validitas, reliabilitas, serta memperlihatkan kontribusi ilmiah peneliti.

Kesimpulannya, pemahaman yang jelas tentang teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual akan membantu mahasiswa riset menghindari kesalahan konseptual, menyusun proposal yang solid, dan menghasilkan penelitian yang bernilai akademik tinggi.

MPPE A2025 -> Diskusi

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
NPm :2313031023

Teori adalah seperangkat konsep, prinsip, dan generalisasi yang menjelaskan suatu fenomena.
Kerangka pikir merupakan alur logis yang menghubungkan teori dengan masalah penelitian untuk menjelaskan arah analisis.
Hipotesis adalah dugaan sementara yang disusun berdasarkan teori dan kerangka pikir, kemudian diuji kebenarannya melalui penelitian.

Ketiganya saling berhubungan: teori menjadi dasar, kerangka pikir menjembatani, dan hipotesis menjadi turunan yang dapat diuji.

ASP A2025 -> CASE STUDY 2

oleh Dela Novita -
Nama : Dela Novita
NPm : 2313031023

Audit kinerja berbasis risiko terhadap IzinCerdas dapat disusun dengan mengidentifikasi area rawan, seperti keterlambatan penerbitan izin, transparansi status izin, dan potensi penyalahgunaan wewenang. Fokus audit diarahkan pada proses alur izin, kepatuhan SOP, serta efektivitas kontrol internal sistem. Teknologi digital seperti data analytics digunakan untuk menelusuri pola keterlambatan, mendeteksi anomali dalam alur persetujuan, serta memantau log aktivitas pengguna secara real time, sehingga potensi penyimpangan dan kelemahan sistem dapat diidentifikasi lebih cepat dan akurat.