Nama : Wina Nadia Maratama
NPM : 2313031070
Skala pengukuran dalam penelitian adalah cara untuk menentukan tingkat atau derajat suatu variabel agar bisa diukur dan dianalisis secara kuantitatif. Secara umum, terdapat empat jenis skala pengukuran, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio. Skala nominal digunakan untuk membedakan atau mengelompokkan data tanpa menunjukkan urutan, seperti jenis kelamin, jurusan, atau status sekolah. Skala ordinal menunjukkan peringkat atau urutan, tetapi jarak antar kategorinya tidak harus sama, contohnya tingkat kepuasan atau prestasi belajar. Skala interval memiliki jarak yang sama antar nilai, namun tidak memiliki nol mutlak, misalnya skor hasil tes atau nilai rapor. Sedangkan skala rasio memiliki jarak yang sama dan nol mutlak, seperti tinggi badan, usia, atau pendapatan.
Dalam rancangan penelitian saya mengenai efektivitas metode pembelajaran hybrid terhadap hasil belajar matematika siswa SMA, jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala interval, karena hasil belajar siswa diukur berdasarkan skor atau nilai tes yang memiliki jarak antar nilai yang sama. Selain itu, untuk data tambahan seperti jenis kelamin atau asal sekolah digunakan skala nominal, sedangkan untuk menilai motivasi atau persepsi siswa terhadap pembelajaran hybrid digunakan skala ordinal dengan bantuan kuesioner skala Likert. Dengan penentuan skala pengukuran yang tepat, peneliti dapat memilih teknik analisis data yang sesuai sehingga hasil penelitian lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
NPM : 2313031070
Skala pengukuran dalam penelitian adalah cara untuk menentukan tingkat atau derajat suatu variabel agar bisa diukur dan dianalisis secara kuantitatif. Secara umum, terdapat empat jenis skala pengukuran, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio. Skala nominal digunakan untuk membedakan atau mengelompokkan data tanpa menunjukkan urutan, seperti jenis kelamin, jurusan, atau status sekolah. Skala ordinal menunjukkan peringkat atau urutan, tetapi jarak antar kategorinya tidak harus sama, contohnya tingkat kepuasan atau prestasi belajar. Skala interval memiliki jarak yang sama antar nilai, namun tidak memiliki nol mutlak, misalnya skor hasil tes atau nilai rapor. Sedangkan skala rasio memiliki jarak yang sama dan nol mutlak, seperti tinggi badan, usia, atau pendapatan.
Dalam rancangan penelitian saya mengenai efektivitas metode pembelajaran hybrid terhadap hasil belajar matematika siswa SMA, jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala interval, karena hasil belajar siswa diukur berdasarkan skor atau nilai tes yang memiliki jarak antar nilai yang sama. Selain itu, untuk data tambahan seperti jenis kelamin atau asal sekolah digunakan skala nominal, sedangkan untuk menilai motivasi atau persepsi siswa terhadap pembelajaran hybrid digunakan skala ordinal dengan bantuan kuesioner skala Likert. Dengan penentuan skala pengukuran yang tepat, peneliti dapat memilih teknik analisis data yang sesuai sehingga hasil penelitian lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.