Nama: Rensy Hidayah
NPM: 2313034070
Kelas: Geografi 2023 C
interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial merupakan hubungan yang bersifat timbal balik dan kompleks. manusia tidak hanya membentuk lingkungannya, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat mereka hidup. Dalam ruang sosial, interaksi manusia dengan lingkungan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti budaya, norma, nilai sosial, dan proses kognitif individu dalam memahami lingkungan. Terdapat perbedaan perspektif dalam memahami hubungan ini, di antaranya determinisme lingkungan yang menyatakan bahwa manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, serta posibilisme yang menekankan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk mengelola dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial tidak hanya didasarkan pada kebutuhan fungsional, tetapi juga melibatkan aspek psikologis dan emosional. Konsep biofilia, seperti yang dijelaskan dalam penelitian Ratnasari & Dwisusanto (2024, hlm. 204-205), menunjukkan bahwa manusia memiliki kecenderungan alami untuk terhubung dengan alam. Kecenderungan ini berperan dalam membentuk perilaku pro-lingkungan, di mana individu terdorong untuk menjaga keseimbangan ekosistem dalam ruang sosial mereka. Dengan demikian, hubungan antara manusia dan lingkungan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi atau sosial, tetapi juga oleh naluri dan keterikatan emosional terhadap alam yang membentuk kesadaran ekologis mereka.
Kesimpulannya, hubungan manusia dan lingkungan dalam ruang sosial merupakan interaksi yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek kognitif, sosial, dan budaya. Dengan memahami hubungan ini secara filosofis, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan perilaku yang lebih sadar lingkungan demi kesejahteraan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Alasan saya memilih jawaban tersebut adalah karena pendekatan yang digunakan dalam penelitian Ratnasari & Dwisusanto (2024) secara komprehensif menjelaskan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan dalam ruang sosial. Jawaban ini mencerminkan bagaimana interaksi tersebut tidak hanya bersifat fisik tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang terus berkembang.
Sumber Refrensi
Ratnasari, A., & Dwisusanto, Y. (2024). Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Kajian Filosofis. MARKA (Media Arsitektur dan Kota): Jurnal Ilmiah Penelitian, 7(2), 195-208. DOI: 10.33510/marka.2024.7.2.195-208.
NPM: 2313034070
Kelas: Geografi 2023 C
interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial merupakan hubungan yang bersifat timbal balik dan kompleks. manusia tidak hanya membentuk lingkungannya, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat mereka hidup. Dalam ruang sosial, interaksi manusia dengan lingkungan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti budaya, norma, nilai sosial, dan proses kognitif individu dalam memahami lingkungan. Terdapat perbedaan perspektif dalam memahami hubungan ini, di antaranya determinisme lingkungan yang menyatakan bahwa manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, serta posibilisme yang menekankan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk mengelola dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial tidak hanya didasarkan pada kebutuhan fungsional, tetapi juga melibatkan aspek psikologis dan emosional. Konsep biofilia, seperti yang dijelaskan dalam penelitian Ratnasari & Dwisusanto (2024, hlm. 204-205), menunjukkan bahwa manusia memiliki kecenderungan alami untuk terhubung dengan alam. Kecenderungan ini berperan dalam membentuk perilaku pro-lingkungan, di mana individu terdorong untuk menjaga keseimbangan ekosistem dalam ruang sosial mereka. Dengan demikian, hubungan antara manusia dan lingkungan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi atau sosial, tetapi juga oleh naluri dan keterikatan emosional terhadap alam yang membentuk kesadaran ekologis mereka.
Kesimpulannya, hubungan manusia dan lingkungan dalam ruang sosial merupakan interaksi yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek kognitif, sosial, dan budaya. Dengan memahami hubungan ini secara filosofis, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan perilaku yang lebih sadar lingkungan demi kesejahteraan sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Alasan saya memilih jawaban tersebut adalah karena pendekatan yang digunakan dalam penelitian Ratnasari & Dwisusanto (2024) secara komprehensif menjelaskan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan dalam ruang sosial. Jawaban ini mencerminkan bagaimana interaksi tersebut tidak hanya bersifat fisik tetapi juga dipengaruhi oleh aspek sosial, ekonomi, dan budaya yang terus berkembang.
Sumber Refrensi
Ratnasari, A., & Dwisusanto, Y. (2024). Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Kajian Filosofis. MARKA (Media Arsitektur dan Kota): Jurnal Ilmiah Penelitian, 7(2), 195-208. DOI: 10.33510/marka.2024.7.2.195-208.