NAMA : Nazwa Aulia Wahyudi
NPM : 2313034068
KELAS/PRODI : PENDIDIKAN GEOGRAFI 2023 B
MATA KULIAH : GEOGRAFI SOSIAL
DOSEN PENGAMPU : Dr. Novia Fitri Istiawati, M. Pd.
Menurut saya sendiri ruang sosial dapat artikan sebagai tempat bagi individu atau kelompok berinteraksi satu sama lain serta dengan lingkungan sekitarnya, yang memungkinkan terjadinya pertukaran sosial dan juga pemanfaatan sumber daya lingkungan, Dalam konteks geografi sosial, ruang dibagi menjadi tiga kategori: ruang fisik, ruang regional, dan ruang sosial. Ruang sosial berfungsi sebagai wadah bagi manusia dan makhluk hidup lainnya untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dalam teori Fisher dan Gifford menjelaskan bahwa hubungan manusia-lingkungan dipengaruhi oleh karakteristik sosial seperti kebiasaan, aturan, dan aktivitas. Jarak interpersonal juga memainkan peran penting dalam kualitas hubungan sosial
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup terpisah dari lingkungannya. Lingkungan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup, seperti air, udara, dan bahan pangan. Sebaliknya, manusia juga memengaruhi lingkungan melalui aktivitas sosial dan ekonomi. Lingkungan juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial dimana pada kondisi lingkungan (alam dan buatan) membentuk pola interaksi sosial. Misalnya, masyarakat di daerah pegunungan memiliki pola hidup yang berbeda dengan masyarakat di daerah pesisir. Lingkungan fisik menentukan cara masyarakat mengatur kehidupannya, mulai dari mata pencaharian hingga kebiasaan sosial,
NPM : 2313034068
KELAS/PRODI : PENDIDIKAN GEOGRAFI 2023 B
MATA KULIAH : GEOGRAFI SOSIAL
DOSEN PENGAMPU : Dr. Novia Fitri Istiawati, M. Pd.
Menurut saya sendiri ruang sosial dapat artikan sebagai tempat bagi individu atau kelompok berinteraksi satu sama lain serta dengan lingkungan sekitarnya, yang memungkinkan terjadinya pertukaran sosial dan juga pemanfaatan sumber daya lingkungan, Dalam konteks geografi sosial, ruang dibagi menjadi tiga kategori: ruang fisik, ruang regional, dan ruang sosial. Ruang sosial berfungsi sebagai wadah bagi manusia dan makhluk hidup lainnya untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dalam teori Fisher dan Gifford menjelaskan bahwa hubungan manusia-lingkungan dipengaruhi oleh karakteristik sosial seperti kebiasaan, aturan, dan aktivitas. Jarak interpersonal juga memainkan peran penting dalam kualitas hubungan sosial
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup terpisah dari lingkungannya. Lingkungan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup, seperti air, udara, dan bahan pangan. Sebaliknya, manusia juga memengaruhi lingkungan melalui aktivitas sosial dan ekonomi. Lingkungan juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial dimana pada kondisi lingkungan (alam dan buatan) membentuk pola interaksi sosial. Misalnya, masyarakat di daerah pegunungan memiliki pola hidup yang berbeda dengan masyarakat di daerah pesisir. Lingkungan fisik menentukan cara masyarakat mengatur kehidupannya, mulai dari mata pencaharian hingga kebiasaan sosial,
Lingkungan juga tidak hanya dipahami sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai ruang sosial yang membentuk pola perilaku, norma, dan nilai masyarakat. Cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sangat dipengaruhi oleh budaya, tradisi, dan kebijakan sosial. Masyarakat yang memiliki budaya konservasi cenderung lebih menjaga kelestarian lingkungan dibandingkan dengan masyarakat yang memprioritaskan eksploitasi sumber daya, Sehingga secara keseluruhan hubungan interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial itu bersifat dinamis dan saling memengaruhi
Interaksi ini menghasilkan dampak ganda baik positif maupun negatif. Misalnya, eksploitasi sumber daya alam dapat meningkatkan perekonomian, tetapi juga dapat menimbulkan degradasi lingkungan. Sebaliknya, konservasi lingkungan dapat melindungi ekosistem, tetapi memerlukan pengorbanan ekonomi.
Sukarna, R. M. (2021). Interaksi manusia dan lingkungan dalam perspektif antroposentrisme, antropogeografi dan ekosentrisme: Human and environment interactive in the perspective of antroposentrism, antropogeography and ecocentrism. Hutan Tropika, 16(1), 84-100.
Ratnasari, A., & Dwisusanto, Y. B. (2024). Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Kajian Filosofis. MARKA (Media Arsitektur Dan Kota): Jurnal Ilmiah Penelitian, 7(2), 195-208.
Sukarna, R. M. (2021). Interaksi manusia dan lingkungan dalam perspektif antroposentrisme, antropogeografi dan ekosentrisme: Human and environment interactive in the perspective of antroposentrism, antropogeography and ecocentrism. Hutan Tropika, 16(1), 84-100.
Ratnasari, A., & Dwisusanto, Y. B. (2024). Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Kajian Filosofis. MARKA (Media Arsitektur Dan Kota): Jurnal Ilmiah Penelitian, 7(2), 195-208.