Kiriman dibuat oleh 2313034060 Selly Adelia

Nama: Selly Adelia
NPM: 2313034060
Kelas: 2023 B
Prodi: Pendidikan Geografi
Mata kuliah: Geografi Sosial
Dosen Pengampu: Dr. Novia Fitri Istiawati, M.Pd.

Interaksi antara manusia dan lingkungan dalam ruang sosial merujuk pada hubungan timbal balik yang dinamis antara individu atau kelompok dengan lingkungan fisik dan sosial yang mereka tempati. Menurut Ratnasari dan Dwisusanto (2024), interaksi ini melibatkan bagaimana manusia memahami, merasakan, dan bertindak terhadap lingkungannya, serta bagaimana lingkungan tersebut memengaruhi perilaku dan kesejahteraan manusia.

Dalam Interaksi antara manusia dan lingkungan dalam ruang sosial, manusia, baik sebagai individu maupun anggota kelompok sosial, mempengaruhi pembentukan lingkungan melalui norma, nilai, dan keputusan yang diambil. Sebaliknya, lingkungan juga mempengaruhi perilaku, persepsi, dan kesejahteraan manusia.

Interaksi manusia dalam ruang sosial mencakup tiga aspek utama: lingkungan fisik, psikologis, dan sosial.
Lingkungan fisik mencakup elemen nyata seperti bangunan, tata ruang kota, dan infrastruktur yang mempengaruhi aktivitas serta pola interaksi manusia. Lingkungan psikologis berkaitan dengan persepsi, emosi, dan pengalaman individu terhadap ruang, yang memengaruhi rasa nyaman, keamanan, dan keterikatan seseorang terhadap suatu tempat. Sementara itu, lingkungan sosial melibatkan hubungan antarindividu, norma, dan budaya yang membentuk dinamika sosial dalam suatu ruang. Kombinasi ketiga aspek ini menentukan bagaimana manusia memahami, merasakan, dan berinteraksi dalam ruang sosial yang mereka tempati.

Terdapat perdebatan filosofis mengenai sejauh mana lingkungan menentukan perilaku manusia. Aliran determinisme lingkungan berpendapat bahwa faktor lingkungan secara dominan membentuk perilaku manusia, sementara aliran posibilisme menekankan kemampuan manusia untuk beradaptasi dan membuat pilihan meskipun ada batasan lingkungan.
Penting juga untuk mempertimbangkan tanggung jawab etis manusia terhadap lingkungan. Pendekatan antroposentris menempatkan manusia sebagai pusat dan pemegang kendali atas alam, sedangkan pendekatan ekosentris menekankan bahwa alam memiliki nilai intrinsik dan hak untuk dihormati. Memahami dan menyeimbangkan kedua pendekatan ini penting dalam menciptakan ruang sosial yang berkelanjutan dan harmonis.

Jadi, interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial adalah proses yang saling mempengaruhi, di mana manusia membentuk dan dibentuk oleh lingkungan mereka. Memahami kompleksitas interaksi ini penting untuk merancang ruang sosial yang mendukung kesejahteraan individu dan keberlanjutan lingkungan.

Referensi:
• Ratnasari, A., & Dwisusanto, Y. B. (2023). Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Kajian Filosofis. Jurnal Ilmiah Penelitian: Media Arsitektur dan Kota, 7(2), 195-208.
• Marianus, E. S., Keban, Y. B., & Riyanto, A. (2024). Meninjau Kembali Hubungan Manusia dengan Alam dari Sudut Pandang Filosofis. Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi, 3(2), 642–648.
• Sukarna, R. M. (2022). Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Perspektif Antroposentrisme, Antropogeografi dan Ekosentrisme. Jurnal Hutan Tropika, 16(1), 84-100.