གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ 2313034051 Liani Cahyandari

Izin memberikan pendapat bu,
Nama : Liani Cahyandari
NPM : 2313034051
Kelas : Pendidikan Geografi 2023 B

Interaksi berasal dari kata "inter" dan "aksi" yang berarti tindakan Jadi, Interaksi artinya proses di mana orang-orang berkomunikasi saling mempengaruhi dalam (Binti Maunah, 2012). pikiran dan tindakan. Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia (Warmiyana, 2023).

Manusia berinteraksi dengan sesamanya dalam kehidupan untuk menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosialnya. Apabila dua orang bertemu berarti interaksi sosial dimulai, pada saat itu mereka mulai saling menegur, berjabat tangan atau bahkan berkelahi. Aktivitas-aktivitas seperti ini dinamakan bentuk interaksi sosial. Interaksi sosial dikalangan para sosiolog didefinisikan secara berbeda. Menurut Soerjono Soekanto dalam Baharuddin (2021), interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan antar kelompok dengan. kelompok.

Basrowi (2005) mendefinisikan interaksi sosial dengan hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok maupun orang dengan kelompok manusia. Bentuknya tidak hanya bersifat Kerjasama, melainkan juga bisa berbentuk tindakan persaingan, pertikaian dan sejenisnya. H. Booner dalam Elly M. Setiadi dkk (2013) berpendapat bahwa interaksi sosial, yaitu hubungan antara dua orang individua tau lebih, di mana kelakukan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebagaliknya. Gillin and Gillin mengemukakan interaksi sosial ialah hubungan-hubungan antar orang-orang secara individual, antar kelompok orang dan orang perorangan dengan kelompok Elly M. Setiadi dkk (2013).
​Dengan demikian, keempat pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa Interaksi sosial pada dasarnya merupakan hubungan timbal balik antar individu dengan individu, antar kelompok dengan kelompok dan antar individu dengan kelompok. Dengan kata lain, bahwa interaksi sosial adalah proses-proses sosial yang menunjuk pada hubungan hubungan sosial yang dinamis.

Interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial mencerminkan hubungan timbal balik antara individu atau kelompok dengan lingkungan sekitar mereka, baik dalam aspek fisik maupun sosial. Ruang sosial mencakup berbagai tempat di mana manusia berinteraksi, seperti rumah, tempat kerja, sekolah, pasar, dan media digital.

Bentuk Interaksi Manusia dan Lingkungan dalam Ruang Sosial:
1. Interaksi Sosial di Lingkungan Fisik
Permukiman: Pola interaksi dipengaruhi oleh tata ruang, seperti perkampungan padat yang mendorong komunikasi intensif dibandingkan perumahan eksklusif yang lebih privat.
Tempat Kerja: Lingkungan kerja yang kondusif meningkatkan kolaborasi, sedangkan lingkungan yang kurang mendukung bisa menurunkan produktivitas.
Ruang Publik: Taman, transportasi umum, dan pusat perbelanjaan menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok sosial dengan latar belakang berbeda.

2. Interaksi Sosial dalam Media Digital
Media sosial memungkinkan komunikasi tanpa batas geografis, mempermudah penyebaran informasi dan membentuk komunitas virtual.
Namun, interaksi di ruang digital juga membawa tantangan seperti misinformasi, cyberbullying, dan polarisasi sosial.

3. Pengaruh Lingkungan terhadap Perilaku Sosial
Lingkungan yang bersih dan nyaman cenderung mendorong interaksi positif, sedangkan lingkungan yang kumuh bisa memicu konflik sosial dan masalah kesehatan.
Faktor budaya dan kebijakan lingkungan juga berperan dalam membentuk cara manusia berinteraksi dalam suatu ruang sosial.

4. Dampak Interaksi terhadap Lingkungan
Kegiatan sosial dan ekonomi dapat mempengaruhi lingkungan, seperti urbanisasi yang mengubah lanskap dan pola interaksi sosial.
Kesadaran ekologis di ruang sosial bisa mendorong perilaku ramah lingkungan, seperti penggunaan transportasi umum dan gerakan zero waste.
Kesimpulannya, interaksi manusia dan lingkungan dalam ruang sosial bersifat dinamis dan saling mempengaruhi. Keseimbangan dalam hubungan ini penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan berkelanjutan.

Referensi:
Baindudin, S., Wulandari, K. R., Syafi’i, A. H., Irma, I., Ustianti, S., Irawan, I., Hamzaini, H., Taufik, Y., Prayogi, A., Muhammad, L. O. A., Mattaputty, J. K., & Silubun, H. C. A. (2025). Mosaik peradaban: Interaksi manusia dan kebudayaan. CV. Gita Lentera.