Posts made by ACHMAD RAEHAN DINATA

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Video

by ACHMAD RAEHAN DINATA -
Nama : Achmad Raehan Dinata
NPM : 2315031086
Kelas : PSTE C

Pancasila, sebagai modal sosial bangsa Indonesia, memiliki relevansi yang signifikan di tengah revolusi Industri 4.0. Berikut adalah penjelasan mengenai peran Pancasila sebagai modal sosial dalam konteks revolusi industri saat ini:

1. Kesesuaian dengan Nilai-Nilai Revolusi Industri 4.0:
- Pancasila menekankan nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, dan demokrasi, yang sejalan dengan semangat kerjasama dan keterbukaan dalam Revolusi Industri 4.0.

2. Kreativitas dan Inovasi:
- Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengedepankan kreativitas dan inovasi.

3. Pendidikan dan Sumber Daya Manusia:
- Pancasila memberikan dasar bagi pendidikan yang mencakup nilai-nilai moral dan etika, yang penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter di era Industri 4.0.

4. Keseimbangan Antara Teknologi dan Kemanusiaan:
- Pancasila mengajarkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan perhatian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, menghindarkan dampak negatif seperti ketidaksetaraan dan depersonalisasi.

5. Keterlibatan Masyarakat dan Pemberdayaan:
- Nilai gotong royong dalam Pancasila dapat menjadi modal sosial untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi perubahan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh Revolusi Industri 4.0.

6. Adaptasi dan Fleksibilitas:
- Pancasila mendorong sikap adaptasi dan fleksibilitas, hal ini relevan dengan kecepatan perubahan yang ditandai oleh Revolusi Industri 4.0.

7. Toleransi dan Keanekaragaman:
- Nilai-nilai toleransi dalam Pancasila mendukung integrasi teknologi secara inklusif, memperhatikan keanekaragaman sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Indonesia.

Pancasila, sebagai fondasi moral, etika, dan sosial, dapat membantu masyarakat Indonesia mengelola dan mengarahkan Revolusi Industri 4.0 agar memberikan manfaat secara merata dan sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Jurnal

by ACHMAD RAEHAN DINATA -
Nama : Achmad Raehan Dinata
NPM : 2315031086
Kelas : PSTE C

Penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) memiliki urgensi yang fundamental dalam konteks pembangunan dan kemajuan suatu negara. Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai urgensi tersebut:

1. Mengakar pada Identitas Nasional:
- Pancasila merupakan dasar falsafah negara Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai budaya, moral, dan spiritual masyarakat Indonesia.
- Pengakuan terhadap Pancasila sebagai landasan Iptek mengikat pembangunan pada akar budaya dan identitas nasional.

2. Panduan Etika dan Moral:
- Memberikan arahan etika dan moral dalam pengembangan Iptek, menjaga agar kemajuan teknologi tidak melanggar nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberadaban.
- Membentuk ilmuwan dan teknolog beretika yang mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan kemanusiaan dari inovasi mereka.

3. Menjamin Keberlanjutan dan Keseimbangan:
- Mengedepankan pemikiran holistik dan keberlanjutan dalam pengembangan Iptek, memastikan bahwa kemajuan tersebut berkontribusi positif terhadap kesejahteraan manusia dan lingkungan.
- Mendorong inovasi yang berkelanjutan, menjauhkan diri dari tindakan yang merugikan keberlanjutan ekologi.

4. Membangun Kesejahteraan Bersama:
- Mengarahkan Iptek untuk berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, menghindari ketidaksetaraan dan ketidakadilan dalam akses terhadap manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi.

5. Keberagaman dan Toleransi:
- Mempromosikan pengembangan Iptek yang menghormati dan memperhatikan keberagaman masyarakat Indonesia, menciptakan solusi inklusif yang mencerminkan keberagaman budaya, agama, dan suku.

Pengakuan dan penerapan Pancasila dalam pengembangan Iptek adalah langkah penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia, menciptakan perkembangan yang berdampak positif dan berkelanjutan.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Video-2

by ACHMAD RAEHAN DINATA -
Nama : Achmad Raehan Dinata
NPM : 2315031086

Peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 tidak secara langsung terkait dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Bom tersebut dijatuhkan oleh Amerika Serikat pada Jepang selama Perang Dunia II, yang kemudian memaksa Jepang menyerah. Sejarah kemerdekaan Indonesia lebih terkait dengan keadaan pasca-perang di Asia Tenggara.

Pasca bom atom, Jepang menyerah kepada Sekutu, termasuk tentara Sekutu yang termasuk Belanda. Indonesia kemudian mengumumkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Meskipun demikian, Belanda berusaha menguasai kembali koloninya, memicu Konflik Bersenjata Indonesia-Belanda.

Hubungan antara peristiwa bom atom dan kemerdekaan Indonesia lebih bersifat kontekstual, karena pasca-perang membawa perubahan besar dalam geopolitik global, dan keadaan tersebut dapat mempengaruhi tindakan pihak-pihak terlibat di Asia Tenggara. Namun, secara langsung, bom atom dianggap sebagai faktor yang menentukan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Video-1

by ACHMAD RAEHAN DINATA -
Nama : Achmad Raehan Dinata
NPM : 2315031086

Tanggapan saya terhadap pabrik yang membuang limbah baju langsung ke sungai adalah prilaku yang sangat buruk karena dapat merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Solusinya adalah pabrik harus mengadopsi praktik produksi yang ramah lingkungan, seperti pengelolaan limbah yang tepat dan investasi dalam teknologi pengolahan limbah yang efisien. Selain itu, pihak berwenang perlu menegakkan regulasi dan memberikan sanksi yang tegas untuk mendorong kepatuhan industri terhadap standar lingkungan.

Teknik elektro C 23 -> Forum Analisis Soal

by ACHMAD RAEHAN DINATA -
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
: Proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 sangat menantang. Siswa dan seluruh elemen pendidikan 'dipaksa' untuk beradaptasi dalam suasana yang serba terbatas. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan bahwa pandemi telah mengungkapkan ketimpangan akses pendidikan. Siswa yang memiliki perangkat dan koneksi internet dapat jauh lebih mudah beradaptasi dengan pembelajaran secara daring / online, sementara yang kurang beruntung menghadapi beragam tantangan dan kesulitan. Inilah salah satu tantangan utama yang perlu diatasi dalam menjaga keberlanjutan pendidikan selama pandemi COVID-19.

Pembelajaran jarak jauh (pjj) meskipun memberikan keuntungan di satu sisi, tapi juga memberikan kerugian di sisi yang lain. Memberikan kemudahan, tapi juga memberikan kesulitan. Memberikan kebebasan, tapi juga memberikan keterbatasan. Proses pembelajaran yang berlangsung juga menurut saya menjadi kurang efektif. Kesenjangan yang ada juga menjadi semakin terlihat.

Menurut Prof. Djisman Simandjuntak, seorang pakar pada bidang pendidikan, perluasan akses pendidikan jarak jauh (pjj) perlu diimbangi dengan pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik untuk menghadapi tantangan baru dalam pengajaran secara online. Juga, perlu disediakan infrastruktur yang memadai, seperti akses internet yang merata dan perangkat belajar untuk semua siswa.

B. Penting untuk memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 agar tetap sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pengembangan karakter Pancasilais pada murid harus menjadi fokus utama. Selain mencakup aspek akademik, kita harus memperhatikan aspek moral dan karakter. Dalam pendidikan online, nilai-nilai Pancasila dapat diintegrasikan dalam semua mata pelajaran, dan tugas-tugas dapat dirancang untuk mengembangkan karakter Pancasilais pada murid. Melibatkan orangtua dalam proses pendidikan dan memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila juga sangat penting.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawab :
Salah satu contoh kasus yang menunjukkan pengembangan karakter Pancasilais adalah ketika dalam lingkungan sekitar Anda, ada sebuah komunitas warga yang secara gotong royong membersihkan lingkungan setempat dari sampah. Melalui kegiatan ini, nilai gotong royong terwujud dengan jelas, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan serta kerjasama yang harmonis di antara anggota masyarakat. Dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, masyarakat turut menunjukkan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka, menumbuhkan rasa peduli terhadap kebersihan, serta menunjukkan sikap ramah lingkungan. Saya percaya bahwa melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, nilai-nilai Pancasilais seperti gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab dapat ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, membentuk karakter yang baik dan mendorong terciptanya masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

D. Hakikat Pancasila adalah inti atau esensi dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai panduan dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat. Pancasila sebagai paradigma berpikir berarti mengarahkan masyarakat untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip dasar Pancasila.

Sebagai paradigma bersikap, Pancasila mengajarkan kepada masyarakat untuk memiliki sikap yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, saling menghormati, keadilan, kebhinekaan, dan demokrasi. Paradigma berperilaku Pancasila mengacu pada tindakan nyata yang diambil oleh individu atau masyarakat dalam rangka mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat, diharapkan terciptanya kehidupan yang harmonis, adil, demokratis, dan berkeadilan bagi semua warga negara Indonesia.