Kiriman dibuat oleh Neiska Zahra Ananda Handoko

Neiska Zahra Ananda Handoko
2313053200

menurut saya jurnal tsb membahas tentang pentingnya pendidikan moral di sekolah dan bagaimana cara-cara untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik.
jurnal tsb menekankan bahwa membaca buku, baik fiksi maupun non-fiksi, bisa menjadi cara yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral kepada siswa. Misalnya, buku seperti "Diary of a Young Girl" karya Anne Frank yang mengajarkan tentang belas kasih dan toleransi. Setelah membaca, pendidik dan peserta didik bisa berdiskusi tentang nilai-nilai yang ada dalam cerita tsb, yang membantu siswa memahami dan merenungkan moralitas.
dalam pendidikan moral, pendidik dan orang tua memiliki peran yang sangat penting. anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitar mereka. jadi, jika orang tua dan guru memberikan contoh yang baik, anak-anak akan lebih mudah mengikuti. hal ini menunjukkan bahwa keteladanan lebih efektif daripada hanya mengandalkan kata-kata.
dijurnal tsb juga membahas berbagai metode yang bisa digunakan untuk mengajarkan moral, seperti klarifikasi nilai, yang berarti menjelaskan dan mendiskusikan nilai-nilai moral secara terbuka agar siswa bisa memahami dan mencerna informasi tersebut dengan baik.
selain pengajaran di kelas, fasilitas yang ada di sekolah juga berperan penting dalam pendidikan moral. misalnya, adanya tempat ibadah, ruang diskusi, dan perpustakaan dengan buku-buku yang mengandung nilai-nilai moral. fasilitas ini mendukung kegiatan luar kelas yang bisa membantu peserta didik belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.
jurnal tsb menekankan bahwa pendidikan moral bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Ketiga elemen ini harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan moral anak-anak.
assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi ibu
saya perwakilan kelompok 8 yang beranggotakan :

Rizka Apriliana (2313053197)
Neiska Zahra Ananda Handoko (2313053200)
Ahmat Nuryasir (2313053207)
Kurnia Citrawati Utami (2353053019)

izin mengirimkan tugas artikel kami yang berjudul “METODE PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI IPS DI SEKOLAH DASAR”
sebelumnya saya ucapkan terimakasi atas perhatian dari ibu
Neiska Zahra Ananda Handoko
2313053200

menurut saya, video tsb menunjukkan tentang pentingnya pendidikan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, khususnya tanggung jawab dalam keluarga.
contoh dari tanggung jawab dalam keluarga itu :
1. mendengar nasihat ayah
2. ⁠membantu ibu
3. ⁠menemani kakak
4. ⁠menjaga keselamatan adik
tanggung jawab dalam keluarga juga termasuk saat berlibur ke rumah nenek dan kakek, yaitu dengan membantunya.
lalu membuat bangga keluarga dengan cara belajar secara sungguh-sungguh.
tanggung jawab ini sangatlah penting agar hubungan yang terjalin dikeluarga menjadi harmonis.
Neiska Zahra Ananda Handoko
2313053200

menurut saya, jurnal tsb membahas tentang betapa pentingnya pendidikan moral bagi anak usia dini, yang merupakan periode penting dalam perkembangan mereka.
jurnal tsb menjelaskan bahwa lingkungan bermain harus disiapkan dengan baik sesuai dengan rencana pembelajaran. alat serta bahan yang digunakan harus menarik dan sesuai dengan usia peserta didik, agar mereka lebih tertarik untuk belajar dan bermain. hal ini penting karena peserta didik usia paud belajar banyak melalui permainan.
pendidik juga memiliki peran besar dalam mendukung para peserta didik. pendidik tidak hanya mengajarkan, tetapi juga membantu peserta didik yang kesulitan dan mendorong mereka untuk berkreasi. setelah kegiatan, pendidik juga harus mengingatkan para peserta untuk merapikan mainan mereka, hal ini mengajarkan tanggung jawab kepada peserta didik.
lalu setelah belajar, pendidik akan bertanya tentang apa yang telah dilakukan. hal ini dapat membantu para peserta didik untuk mengingat dan memperluas kosakata mereka. menurut jurnal hal ini adalah cara yang baik untuk melatih daya ingat dan komunikasi mereka.
jurnal tsb juga menekankan bahwa betapa pentingnya pendidikan moral untuk membentuk karakter peserta didik. peserta didik diajarkan untuk berbagi, menolong, dan berbicara dengan sopan. semua ini adalah nilai-nilai yang akan membantu mereka berinteraksi dengan baik di masyarakat.
di jurnal tsb juga disebutkan bahwa ada berbagai metode yang bisa digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai moral, contohnya seperti bercerita, bercakap-cakap, dan memberikan tugas. karena, melalui cerita, peserta didik dapat belajar tentang kejujuran dan sikap rendah hati. metode mengobrol juga penting untuk meningkatkan keterampilan komunikasi mereka.
jurnal ini juga menyebutksn bahwa pendidikan formal, seperti di Taman Kanak-kanak, ada kurikulum yang jelas, sedangkan di pendidikan non-formal, seperti kelompok bermain, lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan karakter peserta didik.
Neiska Zahra Ananda Handoko
2313053200

menurut saya, jurnal tsb membahas tentang bagaimana para pendidik di SD Negeri Lampeuneurut menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik.
di dalam jurnal tsb para pendidik mengajarkan sepuluh nilai moral yang berbeda, seperti nilai kejujuran, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap lingkungan. pendidik tidak hanya mengajarkan nilai-nilai ini disatu mata pelajaran saja, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam semua mata pelajaran yang diajarkan. contohnya, saat mengoreksi tugas, peserta didik diajarkan untuk melakukannya dengan jujur, walaupun tanpa pengawasan dari pendidik.
kemudian hasil jurnal tsb juga menunjukkan bahwa peserta didik cenderung tidak berbohong kepada pendidik, yang menunjukkan bahwa nilai kejujuran berhasil ditanamkan. selain itu, hubungan antar peserta didik juga baik, hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai sosialitas dan kerjasama juga diterapkan.
di jurnal tsb juga disebutkan bahwa untuk memperdalam pemahaman agama, peserta didik tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga di tempat pengajian dan TPA. hal ini menunjukkan bahwa pendidik mendorong peserta untuk terus belajar dan mengembangkan diri tidak hanya di sekolah.
namun di jurnal juga disebutkan bahwa, ada juga tantangan yang dihadapi, seperti masih adanya peserta didik yang berbohong. tapi untungnya, setelah diberikan teguran dan dukungan dari keluarga, perilaku ini masih bisa diperbaiki.