Posts made by Antin Mutia Putri

Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Analisis jurnal 1

Jurnal "Pendidikan Moral di Sekolah" karya Rukiyati membahas pentingnya penerapan pendidikan moral di sekolah, yang melibatkan kerjasama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Agar berhasil, pendidikan moral harus dirancang secara menyeluruh dan holistik.
Tujuan utama pendidikan moral yang dijelaskan dalam jurnal ini adalah untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik, sesuai dengan pandangan Aristoteles.
Jurnal ini juga menguraikan beberapa komponen utama dalam pendidikan moral, yaitu:
1. Pendidik: Guru berperan utama sebagai teladan, dan seluruh pihak di sekolah, termasuk staf lainnya, harus mendukung proses ini.
2. Materi: Pembelajaran moral perlu mencakup nilai-nilai tentang diri sendiri, hubungan antar sesama, alam, dan Tuhan, yang disampaikan dengan sikap toleransi.
3. Metode: Pembelajaran moral dilakukan melalui aktivitas seperti membaca buku bermoral, bercerita, dan program-program pembentukan nilai lainnya.
4. Evaluasi: Penilaian dilakukan dalam tiga aspek, yaitu pola pikir, perasaan, dan perilaku siswa, untuk memastikan tercapainya tujuan pendidikan moral.
Selain itu, jurnal ini juga membahas tantangan pendidikan moral di era modern yang dipengaruhi oleh globalisasi dan teknologi. Sekolah perlu berinovasi dengan menyediakan fasilitas atau kegiatan berbasis moral, seperti kantin kejujuran.

Sebagai kesimpulan, pendidikan moral membutuhkan kerjasama antara semua pihak untuk membentuk generasi yang tidak hanya berkarakter kuat tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif untuk masyarakat dan menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Dari analisis video 4 menyebutkan bahwa etika dan moral memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan, terutama bagi generasi muda. Di tengah perkembangan zaman yang pesat dan kemudahan mengakses informasi, kita dituntut untuk dapat memilah mana yang baik dan buruk agar tidak terpengaruh oleh informasi yang salah. Etika dan moral tidak hanya diwariskan, tetapi juga dipengaruhi oleh pembiasaan dan pendidikan yang diperoleh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga berperan sebagai dasar dalam menanamkan nilai-nilai moral, sedangkan sekolah memiliki fungsi penting dalam memperkuatnya melalui peraturan yang ada. Di era pembelajaran daring, penting untuk menjaga etika berkomunikasi dengan baik, seperti menggunakan bahasa yang sopan, memperkenalkan diri dengan benar, dan menghargai waktu guru. Semua ini bertujuan untuk membentuk individu yang beretika dan bermoral, yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Dalam video analisis 3 ini membahas tentang penerapan dan penanaman nilai moral dalam keluarga melalui 8 fungsi keluarga. Fungsi-fungsi tersebut meliputi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pemeliharaan lingkungan.

Penerapan nilai moral melalui fungsi agama mencakup nilai-nilai seperti keimanan, ketaqwaan, kejujuran, kepedulian, kesalehan, dan kesabaran. Dalam fungsi sosial budaya, nilai moral yang diajarkan antara lain gotong royong, sopan santun, toleransi, dan kebangsaan. Fungsi cinta kasih mengajarkan empati, keadilan, kesetiaan, dan tanggung jawab. Melalui fungsi perlindungan, nilai yang ditanamkan termasuk pemaafan, ketanggapan, dan ketabahan.

Fungsi reproduksi menanamkan nilai tanggung jawab dan kesehatan, sementara fungsi sosialisasi dan pendidikan mengajarkan nilai percaya diri, kerjasama, dan kreativitas. Fungsi ekonomi mencakup nilai hemat, disiplin, dan ketelitian, sementara fungsi pemeliharaan lingkungan mengajarkan pentingnya kebersihan dan kedisiplinan. Secara keseluruhan, video ini menekankan bagaimana keluarga dapat menjadi tempat utama dalam membentuk karakter dan moral anak melalui penerapan nilai-nilai tersebut.
Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Dari video analisis 1 menjelaskan bahwa pendidikan moral memiliki peranan yang sangat penting bagi anak sekolah dasar dalam membentuk sikap yang positif dan penuh tanggung jawab. Penurunan moral pada anak bisa disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua serta adanya kekerasan fisik dalam keluarga. Oleh karena itu, orang tua dan guru memegang peranan kunci dalam membimbing anak dan memberi contoh sikap yang baik. Pendidikan moral sebaiknya dimulai sejak usia dini, baik di rumah maupun di sekolah, agar anak dapat berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
Nama : Antin Mutia Putri
NPM : 2313053213

Jurnal ini merupakan hasil penelitian oleh Lia Yuliana, M.Pd, yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini." Jurnal ini tidak mencakup abstrak dalam bahasa Inggris. Di bagian pendahuluan, peneliti menekankan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berfungsi sebagai dasar untuk pembentukan karakter moral, yang mendukung perkembangan perilaku dan kemampuan dasar anak sesuai dengan tahap pertumbuhannya, sehingga mereka dapat menjadi warga negara yang baik.

Selanjutnya, peneliti mendefinisikan moral menurut beberapa ahli, termasuk Jamie (2003; 15), yang menjelaskan bahwa moral berkaitan dengan ajaran tentang baik dan buruk dalam tindakan dan perilaku. Peneliti juga menguraikan ciri-ciri nilai moral menurut Syaiful Bahri Djamarah (2000: 52-55), serta menjelaskan definisi dan karakteristik anak usia dini menurut berbagai ahli. Metode penanaman nilai yang diusulkan oleh Hamid Darmadi (2007: 56-57) meliputi bermain, bercerita, pemberian tugas, dan berdialog. Peneliti menyimpulkan bahwa pendidikan memainkan peranan penting dalam membentuk warga negara yang berakhlak baik, dan masa anak usia dini adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai moral melalui pendidikan formal maupun nonformal.