Nama : Fauzya Putri Ramadani
NPM : 2313053221
Berdasarkan jurnal tersebut guru di SD Negeri Lampeuneurut umumnya telah menanamkan 10 nilai moral (religius, sosialitas, gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, daya juang, tanggung jawab, dan penghargaan lingkungan) ke dalam berbagai mata pelajaran. Siswa sebagian besar jujur kepada guru, memiliki hubungan baik dengan teman sebaya, dan juga belajar agama di luar sekolah (pengajian, TPA). Meskipun demikian, terdapat beberapa guru yang belum sepenuhnya memahami nilai-nilai moral yang harus ditanamkan, dan beberapa nilai moral belum ditanamkan secara optimal. Observasi menunjukkan 64% guru menanamkan nilai moral, sementara 36% tidak. Nilai- nilai yang banyak ditanamkan antara lain kebiasaan berdoa, menghargai perbedaan, tanggung jawab individu, dan sportifitas. Nilai-nilai yang kurang ditanamkan meliputi ketertiban baris- berbaris, kesetaraan gender dalam pembelajaran, kejujuran dalam mengoreksi tugas, dan menjaga lingkungan.
Secara keseluruhan, penanaman nilai moral di SD Negeri Lampeuneurut dinilai cukup baik, meskipun masih terdapat ruang perbaikan. Pentingnya pelatihan dan pemahaman guru terhadap nilai-nilai moral yang harus ditanamkan, serta perlunya perhatian lebih terhadap nilai-nilai yang kurang tertanam. Jurnal ini memberikan implikasi praktis bagi peningkatan kualitas pendidikan moral di sekolah dasar, khususnya dalam hal pelatihan guru dan pengembangan kurikulum yang lebih komprehensif dalam menanamkan nilai-nilai moral.
NPM : 2313053221
Berdasarkan jurnal tersebut guru di SD Negeri Lampeuneurut umumnya telah menanamkan 10 nilai moral (religius, sosialitas, gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, daya juang, tanggung jawab, dan penghargaan lingkungan) ke dalam berbagai mata pelajaran. Siswa sebagian besar jujur kepada guru, memiliki hubungan baik dengan teman sebaya, dan juga belajar agama di luar sekolah (pengajian, TPA). Meskipun demikian, terdapat beberapa guru yang belum sepenuhnya memahami nilai-nilai moral yang harus ditanamkan, dan beberapa nilai moral belum ditanamkan secara optimal. Observasi menunjukkan 64% guru menanamkan nilai moral, sementara 36% tidak. Nilai- nilai yang banyak ditanamkan antara lain kebiasaan berdoa, menghargai perbedaan, tanggung jawab individu, dan sportifitas. Nilai-nilai yang kurang ditanamkan meliputi ketertiban baris- berbaris, kesetaraan gender dalam pembelajaran, kejujuran dalam mengoreksi tugas, dan menjaga lingkungan.
Secara keseluruhan, penanaman nilai moral di SD Negeri Lampeuneurut dinilai cukup baik, meskipun masih terdapat ruang perbaikan. Pentingnya pelatihan dan pemahaman guru terhadap nilai-nilai moral yang harus ditanamkan, serta perlunya perhatian lebih terhadap nilai-nilai yang kurang tertanam. Jurnal ini memberikan implikasi praktis bagi peningkatan kualitas pendidikan moral di sekolah dasar, khususnya dalam hal pelatihan guru dan pengembangan kurikulum yang lebih komprehensif dalam menanamkan nilai-nilai moral.