Posts made by Syahrani Harahap

Nama : Syahrani Harahap
NPM : 2313053216
Kelas : 3G

Judul jurnal ini adalah “Pendidikan Moral di Sekolah”
Pada bagian pendahuluan jurnal ini membahas mengenai sekolah yang merupakan lingkungan mikrosistem. Dalam teori Bronfenbrenner, di mana sekolah menjadi lingkungan yang memengaruhi perkembangan siswa melalui interaksi langsung dengan guru, teman, dan lingkungan sekitar. Sekolah tidak hanya bertujuan mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual, sesuai dengan fungsi pendidikan menurut Noeng Muhadjir, yakni menumbuhkan kreativitas, nilai insani, dan produktivitas.
Selain itu, teori Armstrong menekankan sekolah sebagai tempat pengembangan manusia secara utuh, mencakup aspek kognitif, sosial, etik, dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan moral yang komprehensif diperlukan, melibatkan pendidik, materi, metode, dan evaluasi agar pembentukan karakter siswa lebih optimal. Pendahuluan ini menekankan pentingnya pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan optimal.
Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah dengan metode gabungan antara teori dan hasil penelitian lapangan.

Pada bagian hasil dan pembahasan jurnal ini membahas mengenai pendidikan moral di sekolah, di sekolah pendidik moral tidak terbatas hanya pada guru, tetapi juga pada masyarakat yang ada di sekolah seperti pegawai tata usaha, tukang kebun, dan komite sekolah. Semua subjek ini berperan untuk membangun moral siswa. Peran strategis guru dalam membentuk moral siswa dan menciptakan sekolah sebagai ruang publik yang demokratis. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi teladan moral dan membangun keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia siswa.

Pada bagian pembahan ini juga menjelaskan bahwa materi pendidikan moral mencakup nilai-nilai yang berhubungan dengan diri sendiri, sesama manusia, alam semesta, dan Tuhan. Pendidikan moral terhadap diri sendiri menekankan kebersihan, disiplin, dan kerajinan. Dalam hubungan sosial, nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, dan tanggung jawab sangat penting. Hubungan dengan alam menyoroti pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan. Sedangkan dalam hubungan dengan Tuhan, pendidikan moral menekankan nilai-nilai agama yang menjadi pedoman hidup, dengan tetap mengedepankan toleransi dan menghindari egoisme agama. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya Indonesia yang berbasis ketuhanan.

Lalu pada pembahasan ini juga membahas mengenai metode pendidikan moral menurut Kirschenbaum (1995), berikut adalah beberapa metode yang di paparkan:
1. Inklusi nilai, penanaman nilai moral kepada peserta didik.
2. Metode Keteladanan, anak meniru perilaku moral dari orang tua atau guru.
3. Metode klarifikasi nilai, memberikan kebebasan kepada anak untuk membentuk nilai-nilai mereka sendiri melalui proses klarifikasi. Di Indonesia banyak pendidik yang menolak dan mengkritik metode ini.
4. Metode fasilitas nilai, membantu anak merealisasikan nilai-nilai moral melalui sarana dan prasarana yang disediakan.
5. Metode keterampilan nilai moral, mengembangkan keterampilan moral melalui pembiasaan dan komitmen diri sendiri.

Pendidikan moral juga membutuhkan evaluasi untuk mengukur ketercapaian moral, evaluasi pendidikan nilai juga mencangkup tiga ranah berupa, penalaran moral, karakteristik afektif, dan evaluasi perilaku.

Jadi kesimpulannya pendidikan moral di sekolah penting untuk membentuk karakter siswa secara menyeluruh, mencakup aspek intelektual, emosional, dan spiritual. Guru berperan sebagai teladan moral, namun seluruh komunitas sekolah juga memiliki tanggung jawab. Materi pendidikan moral melibatkan nilai-nilai terkait diri sendiri, hubungan sosial, alam, dan Tuhan, yang selaras dengan Pancasila. Metode yang digunakan antara lain inklusi nilai, keteladanan, klarifikasi nilai, fasilitas nilai, dan keterampilan nilai moral. Evaluasi pendidikan moral penting untuk mengukur pencapaian siswa dalam aspek moral, afektif, dan perilaku.
Nama: Syahrani Harahap
NPM: 2313053216
Kelas: 3G

Video ini berjudul “Etika dan Moral Dalam Keluarga dan Pembelajaran Daring”
Pada Video ini menjelaskan di era globalisasi saat ini kita mudah mengakses informasi baik informasi yang positif dan juga informasi negatif. Di era ini kita harus mampu mengikuti zaman, tapi disisi lain kita juga harus mampu membedakan mana yang baik dan buruk untuk kehidupan kita. Saat ini marak kasus-kasus yang bisa kita akses melalui media sosial yang menggambarkan perilaku manusia saat ini, termasuk gambaran generasi mudanya. Seperti mengonsumsi narkoba, pembunuhan, tawuran ini merupakan polemik yang memprihatinkan. Ini berkaitan dengan etika dan moral.
Etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia.
3 Persamaan Etika dan Moral
• Mengacu pada perbuatan, tingkah laku, dan sifat seseorang.
• Prinsip atau aturan hidup manusia
• Bukan faktor keturunan, potensi positif yang dilakukan setiap orang, untuk mengembangkan potensi tersebut diperlukan pendidikan, pembiasaan dan keteladanan serta dukungan dari lingkungan seperti keluarga, sekolah, masyarakat.

Jika membahas etika dan moral yang paling mendasar adalah keluarga, pada kehidupan keluarga terdapat aturan didalamnya seperti nilai keagamaan, sopan santun, kejujuran dll.
Contoh Etika dan Moral yang sering diabaikan:
• Tidak pamitan ketika keluar rumah.
• Tidak meminta maaf ketika membuat kesalahan
• Tidak membantu ibu mengerjakan tugas rumah.
• Tidak bertutur kata lembut
• Tidak mendengarkan nasehat orang tua.
Pada video ini juga menjelaskan bahwa perlu adanya dukukan dari pendidikan untuk pengembangan etika dan moral, salah satunya sekolah. Karena di sekolah ada tata tertib yang mengontrol siswa. Saat terjadi pandemi covid-19 pemerintah mengalihkan pembelajaran menjadi jarak jauh.
Tata cara belajar daring yang sesuai dengan norma:
• Sopan santun
• Memiliki rasa tanggung atas tugasnya sebagai siswa
Contoh etika berkomunikasi yang baik dengan guru pada saat pembelajaran daring:
• Memperhatikan waktu
• Menggunakan bahasa yang baik dan sopan
• Awali dengan salam
• Ucapkan kata maaf
• Memperkenalkan diri dengan lengkap
• To the point
• Akhiri chat dengan mengucapkan terima kasih
Etika berkomunikasi dalam grup chat:
• Gunakan nama asli
• Tampilkan foto asli
• Hindari percakapan di luar pembelajaran
• Bicara dan komentar yang baik dan sopan
Jadi Kesimpulannya video ini menekankan pentingnya etika dan moral sebagai pedoman hidup. Nilai-nilai ini harus dimulai dari keluarga, didukung oleh pendidikan di sekolah, dan diterapkan dalam berbagai situasi, termasuk pembelajaran daring. Etika yang baik mencerminkan kualitas seseorang, seperti sopan santun, tanggung jawab, dan komunikasi yang sopan dalam setiap interaksi.

Nama: Syahrani Harahap
NPM: 2313053216
Kelas: 3G


Pada Video ini menjelaskan tentang Penanaman Dan Penerapan Nilai-Nilai Moral Melalui 8 Fungsi Keluarga
1. Fungsi Agama, nilai moral yang terdapat pada fungsi ini seperti:
Keimanan, ketakwaan, kejujuran, bersyukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan, kesalehan, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, kasih sayang.
2. Fungsi Sosial Budaya, contoh nilai moralnya seperti; gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, kebangsaan.
3. Fungsi Cinta Kasih, contoh nilai moral dari fungsi ini seperti: Empati, keakraban, keadilan, pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, bertanggung jawab.
4. Fungsi Perlindungan, contoh nilai moral dari fungsi ini seperti: pemaaf, tanggap, ketabahan.
5. Fungsi Reproduksi, contoh nilai moral dari fungsi ini seperti: bertanggung jawab, kesehatan, keteguhan.
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, nilai moral yang terdapat pada fungsi ini seperti:
Percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreatifitas, bertanggung jawab, bekerjasama.
7. Fungsi Ekonomi, nilai moral yang terdapat pada fungsi ini seperti: hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, keuletan.
8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan, nilai moral yang terdapat pada fungsi ini seperti: kebersihan, kedisiplinan.
Nama: Syahrani Harahap
NPM: 2313053216
Kelas: 3G
Pada video menjelaskan mengenai pentingnya pendidikan moral untuk anak sekolah dasar. Pendidikan moral adalah suatu proses yang digunakan untuk menanamkan baik, buruknya suatu perbuatan untuk mencapai kedewasaan. Pendidikan moral ini sangat penting untuk anak-anak SD karena mereka harus memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Pada video menjelaskan penyebab menurunnya moral pada anak:
1. Terjadi perundungan di sekolah, maksud dari perundungan ini adalah menyakiti korban secara fisik maupun sisial. Perundungan ini bisa terjadi akibat kurang perhatian dari orang tua, sehingga anak membuat keributan dengan cara merundung teman-temannya agar mendapat perhatian dari guru dan orang tuanya.
2. Kekerasan fisik dalam keluarga, ini disebabkan karena ketidakseimbangan dalam keluarga yang mengakibatkan terjadinya pemukulan antar saudara kandung.

Selanjutnya pada video juga menjelaskan bahwa peran orang tua dan guru itu sangat penting untuk perkembangan moral anak, karena anak itu meniru tingkah laku orang tuanya. Dan guru juga berperan untuk memperkaya dan memperkokoh kepribadian anak, dengan mencotohkan perilaku-perilaku yang baik.
Penyelesaian terhadap moral anak, agar siswa tidak menyimpang dari moralnya diperlukan motivator untuk memberikan pelajaran tentang kebaikan agar tujuannya tercapai.

Jadi kesimpulannya, pendidikan moral harus diupayakan berjalan sejak dini dengan maksimal, bukan hanya dari guru namun juga harus dari orang tuanya. Orang tua adalah peran utama yang harus mencontohkan sikap yang baik kepada anak, agar anak memiliki sikap yang baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya perwakilan kelompok 5, yang beranggotakan:

Diojuna Akbar Artanto 2313053195

Hesti Badria 2313053206

Nurul Aini 2313053208

Syahrani Harahap 2313053216

Izin mengumpulkan artikel kami yang berjudul "PERAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM  MENINGKATKAN MINAT BELAJAR IPS PADA SISWA SD"

Terimakasih buk