Kiriman dibuat oleh Syahrani Harahap

PEMBELAJARAN PGSD PKN SD 4G -> forum diskusi

oleh Syahrani Harahap -
Nama : Syahrani Harahap
NPM : 2313053216
Kelas : 4G


Menurut pendapat saya mengapa di sekolah dasar saat ini menggunakan model pembelajaran tematik karena model pembelajaran tematik ini adalah model pembelajaran yang menggabungkan berbagai mata pelajaran dalam satu tema yang menarik sehingga dalam satu tema pembelajaran siswa dapat mempelajari berbagai mata pelajaran, dan dengan model ini siswa akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti diskusi, eksperimen, kunjungan lapangan, dan pembuatan proyek. Pendekatan ini membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, serta inovasi. Tidak hanya memahami teori, tetapi mereka juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, relevan dalam kehidupan nyata, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. model ini juga dianggap mampu mendorong, mempermudah, dan memperkaya proses belajar-mengajar di tingkat sekolah dasar.

Kelebihan Model Pembelajaran Tematik
  1. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi peserta didik sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lama.
  2. Kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa dapat dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa.
  3. Meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa karena menggunakan pendekatan yang bervariasi.
  4. Menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan kemampuan bekerja dalam tim.
Kekurangan Model Pembelajaran Tematik
  1. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan satu tema pembelajaran.
  2. Membutuhkan persiapan dan perencanaan pembelajaran yang lebih matang dari pendidik.
  3. Memerlukan sarana dan sumber belajar yang bervariasi.

PEMBELAJARAN PGSD PKN SD 4G -> Aktivitas 1

oleh Syahrani Harahap -
Nama : Syahrani Harahap
NPM : 2313053216
Kelas : 4G

Metode pembelajaran adalah pendekatan yang digunakan oleh pendidik dalam kegiatan belajar mengajar. Metode bertujuan untuk mengembangkan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran.
Terdapat beberapa metode pembelajaran yang tepat untuk PKN SD dalam kurikulum 2013 di mana K-13 ini menekankan pendekatan saintifik dan pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Metode yang sesuai digunakan dalam proses pembelajaran tersebut, antara lain :
1. Metode Bercerita
Dalam metode ini, guru akan menyampaikan materi-materi PKN dengan bercerita yang menarik dan interaktif. Dengan menggunakan cerita sebagai medium pembelajaran, siswa akan lebih mudah memahami konsep-konsep PKN dan memperoleh pengetahuan dengan cara yang menyenangkan, metode ini juga sangat baik dalam membangun karakter dan kepribadian siswa.
2. Metode Diskusi Kelompok
Metode diskusi kelompok metode yang efektif dalam mendorong siswa untuk mengungkapkan pendapat serta berinteraksi dengan teman sebaya. Dalam pembelajaran PKN, metode ini melibatkan siswa dalam diskusi bersama untuk membahas berbagai topik terkait nilai-nilai kewarganegaraan. Melalui diskusi kelompok, siswa tidak hanya memperdalam pemahaman mereka, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan keterampilan bekerja sama dalam tim.
3. Metode Simulasi
Metode simulasi adalah metode pembelajaran yang menyajikan pelajaran dengan menggunakan proses nyata, dengan peserta didik terlibat aktif dalam berinteraksi dengan situasi di lingkungannya.
Dalam pembelajaran PKN, guru dapat menghadirkan situasi yang meniru kehidupan nyata, di mana siswa berperan sebagai warga negara yang bertanggung jawab dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan. Melalui metode ini, siswa akan memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan konsep PKN dalam kehidupan sehari-hari mereka.
4. Metode Permainan
Metode permainan ini juga menjadi pilihan yang sangat menarik dalam pembelajaran PKN di SD. Dalam metode ini, guru menciptakan permainan yang berhubungan dengan materi PKN. Misalnya, permainan tebak tokoh pahlawan untuk meningkatkan pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa. Atau permainan adu pantun untuk mempelajari kebudayaan daerah. Melalui metode ini, siswa akan belajar sambil bermain dan tentunya menjadi lebih antusias dalam proses pembelajaran.