Posts made by NURUL FADILAH

Nama: Nurul Fadilah
NPM: 2313053217

Dalam video tersebut menjelaskan metode pengembangan moral dan nilai-nilai agama pada anak usia dini, menyoroti pentingnya pembinaan moral dan keagamaan pada fase perkembangan anak yang peka terhadap pengaruh luar. Guru berperan penting dalam memberikan pengaruh positif melalui kegiatan bermain dan aktivitas bermanfaat lainnya. Dalam mengembangkan nilai moral, guru membantu anak membentuk karakter, kepribadian, dan perkembangan sosial.

Ada beberapa program yang dapat dilakukan, yaitu pengembangan konsep diri, kesopanan, dan kerapihan. Konsep diri anak dibentuk dengan menanamkan rasa percaya diri, kemandirian, dan keberanian dalam berpendapat melalui kegiatan tanya jawab dan aktivitas bersama seperti makan bersama. Kerapihan mencakup cara makan, berpakaian, dan berperilaku, sementara kesopanan mencakup cara berkomunikasi dan bersikap terhadap orang lain. Program ini melatih nilai moral yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Video ini juga menjelaskan bagaimana anak diajarkan untuk mengembangkan sosial dan empati. Misalnya, dalam situasi konflik, guru memberikan panduan untuk menyelesaikan masalah secara adil dan mengajarkan bagaimana perbuatan seseorang dapat mempengaruhi orang lain. Anak dilatih untuk tidak hanya meminta pengertian dari orang lain, tetapi juga belajar untuk memahami orang lain.

Penerapan nilai-nilai agama juga penting, seperti mengajarkan doa sebelum makan dan beribadah, yang membantu anak memahami hubungan mereka dengan Tuhan dan menghargai ciptaan-Nya. Kegiatan seperti bernyanyi, membaca, dan bercerita bertema keagamaan membantu anak meresapi nilai-nilai spiritual sejak dini.

Untuk mengembangkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai moral dan sosial, metode yang efektif adalah bermain peran, di mana anak-anak memerankan tokoh atau situasi tertentu yang meniru kehidupan nyata. Ini memungkinkan mereka untuk belajar tentang empati, sosialisasi, dan menghadapi emosi mereka. Bermain dengan boneka atau mainan tiruan juga mendorong anak untuk beralih dari bermain sendiri ke bermain bersama dalam kelompok, meningkatkan kemampuan sosial dan kerja sama.

Pentingnya memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak melalui kegiatan di luar sekolah seperti karya wisata juga dibahas dalam video. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosial mereka, kesadaran terhadap lingkungan, dan pemahaman tentang budaya serta ciptaan Tuhan. Jika karya wisata tidak memungkinkan, alternatifnya adalah mengajak anak beraktivitas di sekitar lingkungan sekolah, mengenalkan anak pada lingkungan sekitar dan mendiskusikan apa yang mereka amati. Pengalaman ini dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran di dalam kelas, terutama dalam kegiatan pra-membaca, yang menghubungkan pengalaman luar kelas dengan pembelajaran formal.

Guru berperan penting dalam memberikan lingkungan kondusif bagi perkembangan anak, dan perlu diingat bahwa anak belajar paling efektif melalui permainan. Nilai-nilai moral dan agama yang baik perlu ditanamkan sejak dini, karena hal ini akan mempengaruhi anak hingga dewasa nanti. Guru harus membantu anak mengembangkan karakter, kepribadian, dan perkembangan sosial mereka dengan berbagai program yang dapat dilakukan. Hal terpenting adalah mendemonstrasikan hal-hal positif kepada anak-anak, serta memberikan pengalaman langsung yang dapat mengembangkan nilai dan moral mereka. Pendidikan moral sejak dini memberikan pondasi kuat bagi perkembangan anak, membantu mereka menjadi anggota masyarakat yang baik di masa depan.
Nama : Nurul Fadilah
NPM : 2313053217

Judul jurnal ini adalah “Pengembangan Moral Anak Di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta”

Jurnal tersebut menyajikan analisis mendalam mengenai pengembangan moral anak di Taman Kanak-Kanak PKK Sosrowijayan, Yogyakarta. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana nilai-nilai moral ditanamkan dalam konteks pendidikan anak usia dini, serta tantangan yang dihadapi dalam lingkungan yang kompleks.

Metode Pengembangan moral yang digunakan di TK PKK Sosrowijayan dilakukan melalui berbagai metode yang dirancang untuk menginternalisasi nilai-nilai positif pada anak. Metode yang digunakan meliputi pembiasaan, keteladanan, dan bercerita. Pembiasaan dilakukan dengan cara mengulangi perilaku baik dalam aktivitas sehari-hari, sehingga anak-anak dapat belajar melalui pengalaman langsung. Keteladanan menjadi aspek penting, di mana guru dan orang tua diharapkan menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Dengan melihat perilaku positif dari orang dewasa, anak-anak dapat meniru dan mengadopsi nilai-nilai tersebut. Selain itu, metode bercerita digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai moral dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka dapat mengaitkan cerita dengan kehidupan sehari-hari.

Peran orang tua dan komunikasi. Jurnal ini menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam penanaman nilai-nilai moral. Ketika nilai yang diajarkan di sekolah sejalan dengan yang diterapkan di rumah, anak-anak akan lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang konsisten bagi perkembangan moral anak. Guru diharapkan untuk secara aktif melibatkan orang tua dalam proses evaluasi dan pengembangan moral, sehingga orang tua dapat memberikan dukungan yang diperlukan di rumah.

Evaluasi di TK ini dilakukan dengan cara mengamati perilaku anak dalam kegiatan sehari-hari. Guru mengamati bagaimana anak-anak berinteraksi dan menerapkan nilai-nilai yang telah diajarkan. Metode ini membuat anak-anak merasa lebih nyaman, karena mereka tidak merasa diawasi secara ketat. Namun, ada catatan bahwa evaluasi ini lebih fokus pada hasil akhir daripada proses belajar. Hal ini dapat menjadi perhatian dalam konteks pendidikan moral, di mana proses belajar yang baik seharusnya juga mendapatkan perhatian. Guru diharapkan untuk tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada bagaimana anak-anak belajar dan berkembang selama proses tersebut.

Lingkungan sekitar TK, yang berada di area lokalisasi, memberikan tantangan tersendiri dalam pengembangan moral anak. Meskipun anak-anak tidak berinteraksi langsung dengan fenomena negatif di sekitar, mereka tetap terpapar oleh berbagai situasi yang dapat mempengaruhi pemahaman mereka tentang moral. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memberikan pemahaman yang tepat tentang fenomena tersebut agar anak-anak dapat mengembangkan perspektif yang sehat. Guru perlu menjelaskan situasi yang mungkin mereka lihat di sekitar sekolah, sehingga anak-anak dapat memahami dan mengatasi pengaruh negatif yang mungkin timbul.

Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bahwa pengembangan moral di TK PKK Sosrowijayan telah dilakukan dengan baik melalui berbagai metode dan pendekatan. Namun, ada kebutuhan untuk meningkatkan variasi dalam metode pengajaran dan evaluasi agar lebih objektif. Guru diharapkan untuk tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses belajar yang mendukung perkembangan moral anak secara menyeluruh. Dengan memperhatikan semua aspek ini, diharapkan pengembangan moral anak di TK PKK Sosrowijayan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak di masa depan.
Nama : Nurul Fadilah
NPM : 2313053217

Pada video tersebut membahas tentang berbagai kasus kekerasan di lingkungan sekolah dasar, yang sangat memprihatinkan dan kriminal. Beberapa contoh kasus yang disorot adalah perkelahian antar siswa yang berakibat fatal, seperti kematian seorang siswa kelas 2 di Jakarta Selatan pada tahun 2015 dan kasus serupa di Sukabumi pada tahun 2017. Kasus-kasus ini menunjukkan kurangnya pengawasan dari pihak sekolah, sehingga insiden kekerasan tidak dapat dicegah.

Selain itu, video ini juga menyoroti pengaruh negatif media sosial dan lingkungan terhadap perilaku anak-anak. Misalnya, kasus di Bogor di mana siswa SMP dan SMA terlibat dalam transaksi jual beli senjata tajam. Informasi tidak pantas yang tersebar di media sosial dapat memicu perilaku berbahaya pada anak-anak.

Dari kasus-kasus ini, terlihat bahwa nilai-nilai karakter dan moral pada anak-anak usia sekolah dasar sangat minim. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua. Orang tua memegang peran penting sebagai pondasi awal pendidikan anak di rumah. Mereka harus aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka dan memastikan konten yang diakses melalui gadget adalah yang sesuai dan bermanfaat. Pengawasan ini penting untuk mencegah anak-anak meniru perilaku buruk yang mereka lihat.

Di sisi lain, pihak sekolah juga harus meningkatkan pengawasan terhadap siswa selama jam sekolah. Guru dan staf sekolah harus lebih peka terhadap interaksi antar siswa dan bertindak tegas jika menemukan hal-hal yang tidak beres. Sekolah juga perlu mengadakan sosialisasi mengenai perundungan dan kekerasan, melibatkan orang tua agar tidak terjadi miskomunikasi.

Selain itu, perhatian terhadap kesehatan mental anak juga sangat penting. Sekolah dan orang tua harus bekerja sama untuk mengayomi anak-anak dengan baik. Tanggapan terhadap peristiwa kekerasan ini tidak boleh hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dengan menanamkan nilai-nilai positif dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua siswa.

Kesimpulannya, video ini mengingatkan kita akan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam menanamkan nilai moral dan etika kepada anak-anak. Kedua pihak harus bekerja sama untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter positif, serta mencegah terjadinya kekerasan dan perilaku menyimpang di sekolah.
Nama : Nurul Fadilah
NPM : 2313053217

Setelah menonton video tentang "trolley problem," saya jadi banyak memikirkan tentang dilema moral yang disajikan. Dalam video tersebut, kita dihadapkan pada pilihan untuk menarik tuas agar kereta berubah jalur dan menyelamatkan lima orang dengan mengorbankan satu orang, atau membiarkan kereta tetap di jalurnya dan menyebabkan lima orang meninggal.

Pilihan ini membuat saya berpikir tentang perbedaan antara tindakan aktif dan pasif. Menarik tuas untuk menyelamatkan lima orang mungkin tampak lebih masuk akal, tetapi itu berarti saya harus secara langsung mengambil keputusan untuk mengorbankan satu nyawa. Sebaliknya, mendorong seseorang ke jalur kereta untuk menghentikannya terasa jauh lebih tidak etis, meskipun hasil akhirnya sama.

Video ini juga mengajarkan bahwa moralitas sering digunakan untuk membenarkan tindakan tertentu. Dalam konteks sosial dan politik, pengorbanan satu individu demi kepentingan yang lebih besar sering kali dianggap dapat diterima, seperti dalam kasus perang atau kebijakan diskriminatif.

Saya juga menyadari bahwa keputusan moral tidak selalu hitam-putih. Sering kali, keputusan tersebut dipengaruhi oleh egoisme dan kepentingan pribadi. Video ini mengajak saya untuk mempertimbangkan lebih dalam tentang nilai-nilai moral yang saya pegang dan bagaimana keputusan yang saya buat dapat mempengaruhi orang lain.

Kesimpulannya, video ini mendorong saya untuk berpikir lebih kritis tentang moralitas dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang serta dampak jangka panjang dari setiap keputusan yang saya buat. Saya diajak untuk lebih sadar dan reflektif tentang nilai-nilai yang saya anut dan bagaimana mereka dapat digunakan untuk membenarkan tindakan-tindakan tertentu.