Posts made by Dhea Novalia Azzahra

dhea novalia azzahra (2313053223)
Video ini membahas metode pengembangan moral dan nilai-nilai agama pada anak usia dini. Guru berperan penting dalam menanamkan kepercayaan diri, kemandirian, kesopanan, dan kerapihan melalui kegiatan interaktif. Anak juga diajarkan untuk mengembangkan empati dalam menyelesaikan konflik. Penerapan nilai-nilai agama, seperti doa, merupakan bagian integral dari pembelajaran moral. Metode bermain peran dan kegiatan luar kelas meningkatkan pemahaman sosial dan lingkungan anak. Pentingnya menciptakan lingkungan kondusif bagi perkembangan anak melalui permainan juga ditekankan.
Dhea novalia azzahra(2313053223)
jurnal ini membahas penerapan model Moral Reasoning untuk meningkatkan keberanian siswa mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP NU Nurul Huda Pakis, Malang. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)jurnal ini juga menunjukkan bahwa model ini berhasil meningkatkan partisipasi siswa secara signifikan, dari siklus pertama hingga ketiga, dengan peningkatan dalam keberanian mengemukakan pendapat, mengambil keputusan, menghargai pendapat orang lain, dan kemampuan bekerja sama. Guru juga mengalami peningkatan dalam memotivasi siswa dan mengelola kelas.Secara keseluruhan, penerapan model Moral Reasoning terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan sosial siswa.
Dhea Novalia Azzahra (2313053223)
pengembangan moral anak usia dini di TK PKK Sosrowijayan telah dilaksanakan secara sistematis, meskipun terdapat berbagai tantangan. Proses pendidikan moral ini berfokus pada nilai-nilai dasar seperti cinta kepada Tuhan, kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, serta sikap saling menghormati. Nilai-nilai ini disampaikan melalui kegiatan yang telah dirancang dalam keseharian di sekolah, dengan metode pembelajaran yang relevan bagi anak usia dini. Guru memegang peranan penting sebagai teladan moral bagi anak-anak. Melalui keteladanan dalam perilaku sehari-hari, pembiasaan, bercerita, dan bernyanyi, guru membantu membentuk karakter moral anak-anak. Setiap hari, anak-anak diajarkan untuk menerapkan nilai-nilai moral melalui interaksi dengan teman sebaya dan guru, serta dalam kegiatan-kegiatan yang terstruktur, seperti berdoa, berbagi makanan, dan mengucapkan salam. Metode pembelajaran ini dianggap efektif karena anak-anak usia dini cenderung belajar melalui contoh langsung dan pengalaman konkret. Namun, lokasi TK yang berada di lingkungan lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta menimbulkan tantangan tersendiri. Meskipun anak-anak tidak berinteraksi langsung dengan pekerja seks komersial atau kegiatan di lingkungan tersebut, mereka tetap dapat terpapar pada fenomena-fenomena yang tidak sesuai untuk usia mereka, seperti orang mabuk atau papan himbauan untuk menggunakan kondom. Fenomena ini berpotensi memberikan dampak negatif pada perkembangan moral anak, meskipun guru berusaha keras memberikan penjelasan yang tepat kepada anak-anak terkait apa yang mereka lihat.
Evaluasi terhadap perkembangan moral anak dilakukan secara informal melalui observasi harian. Guru memantau perilaku anak selama kegiatan di sekolah dan memberikan penguatan moral melalui nasihat dan teguran. Namun, evaluasi ini tidak dilengkapi dengan alat yang lebih formal seperti lembar observasi, sehingga proses evaluasi cenderung bersifat subyektif dan kurang terukur secara sistematis.
Meskipun pendidikan moral anak di TK PKK Sosrowijayan telah berjalan cukup baik, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Salah satu rekomendasi utama adalah memperhatikan lebih serius lokasi sekolah. Lingkungan yang tidak mendukung perkembangan moral anak-anak ini sebaiknya dipertimbangkan untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih kondusif bagi pembentukan karakter moral yang kuat. Selain itu, guru diharapkan untuk lebih memvariasikan metode pembelajaran moral dan menggunakan instrumen evaluasi yang lebih sistematis, sehingga pengembangan moral anak-anak dapat dievaluasi secara objektif.
nama: Dhea novalia azzahra
NPM:2313053223
Di video tersebut diperlihatkan kasus-kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur. Contoh-contohnya mencakup insiden tragis di mana siswa meninggal akibat perkelahian di sekolah, seperti kasus di Jakarta Selatan pada tahun 2015 dan Sukabumi pada tahun 2017. Dalam kasus-kasus ini, masalah yang diangkat adalah kurangnya pengawasan dari pihak sekolah, yang seharusnya mampu mencegah terjadinya kekerasan antar siswa. video ini juga menghubungkan perilaku anak-anak dengan pengaruh negatif dari media sosial dan lingkungan luar ntinya, video ini menekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam memantau aktivitas anak-anak, baik di dunia nyata maupun dunia maya, serta pentingnya tindakan pencegahan yang lebih tegas dari pihak sekolah terhadap kekerasan. Pengawasan yang lebih ketat dan pendidikan moral yang baik diharapkan mampu mencegah terulangnya insiden-insiden seperti ini di masa depan.
nama:Dhea novalia azzahra
NPM:2313053223
Materi ini membahas tentang dilema moral yang disebut Trolley Problem. Kita dihadapkan pada dua situasi: dalam yang pertama, kita bisa menarik tuas untuk membelokkan kereta, menyelamatkan lima orang tapi menabrak satu orang; di skenario kedua, kita bisa mendorong seseorang yang besar dari jembatan untuk menghentikan kereta dan menyelamatkan lima orang. Pada situasi pertama, kebanyakan orang memilih menarik tuas karena berpikir menyelamatkan lima orang lebih baik daripada satu orang. Tapi pada situasi kedua, banyak yang tidak mau mendorong orang karena merasa itu adalah tindakan yang lebih kejam, meski hasilnya sama (mengorbankan satu orang demi lima orang).
Dilema ini mengajarkan bahwa moralitas tidak selalu sederhana. Tindakan yang kita lakukan, baik langsung maupun tidak langsung, bisa memengaruhi cara kita menilai benar dan salah. Kita juga sering kali menggunakan alasan moralitas untuk membenarkan tindakan, terutama jika kita ada di pihak yang diuntungkan. Pertanyaannya, apakah pengorbanan demi "kepentingan yang lebih besar" selalu benar? Dilema ini membuat kita mempertanyakan moralitas dari sudut pandang yang berbeda.