གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dhea Novalia Azzahra

Nama:Dhea Novalia Azzahra
NPM:2313053223

Jurnal Pendidikan Moral di Sekolah oleh Rukiyati menegaskan pentingnya pendidikan moral dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berkarakter baik. Guru menjadi aktor utama dalam pendidikan moral, didukung oleh seluruh warga sekolah. Materi yang diajarkan meliputi nilai personal, sosial, ekologis, dan religius, yang relevan dengan konteks budaya Indonesia. Beragam metode, seperti inkulasi nilai, keteladanan, klarifikasi nilai, fasilitasi, dan pembiasaan, diterapkan untuk menginternalisasi nilai-nilai moral pada siswa. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk menilai pemahaman, perasaan, dan perilaku moral siswa melalui observasi jangka panjang. Dengan pendekatan holistik ini, pendidikan moral di sekolah diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang bermoral baik, berkarakter kuat, dan mampu menghadapi tantangan globalisasi secara positif.

Nama:Dhea Novalia Azzahra
NPM:2313053223
di video tersebut mengajarkan kita bagaimana kita mennjalankan tanggung jawab dirumah, seperti mendengarkan nasihat ayah, membantu ibu, menjaga adik, menemani kakak agar tak terjadi hal yang tidak di inginkan. lalu ada juga tanggung jawab lain yaitu, saling menjaga silaturahmi dengan cara mengunjungi kakek nenek, dan membantu keluarga yang sedang kesulitan. tanggung jawab tersebut bisa membuat hubungan kekeluargaan kita menjadi erat.
Nama:Dhea Novalia Azzahra
NPM:2313053223
Jurnal ini membahas pentingnya mengajarkan nilai moral pada anak sejak kecil, terutama di lembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Tujuan utamanya adalah membentuk karakter anak agar mereka tumbuh menjadi warga negara yang baik. Menurut penulis, pendidikan moral seharusnya bukan hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun sikap dan kepribadian.

Metode Penanaman Nilai Moral
Penulis mengusulkan empat metode utama:
1. Bermain – Anak belajar bersosialisasi, berbagi, dan menghargai aturan.
2. Bercerita – Melalui cerita, anak belajar nilai-nilai seperti jujur, rendah hati, dan menghormati orang lain.
3. Pemberian Tugas – Mengajarkan tanggung jawab dan kerjasama dalam tugas individu atau kelompok.
4. Bercakap-cakap – Anak diajarkan sopan santun dan nilai sosial dalam interaksi sehari-hari.

Nilai moral bisa ditanamkan baik di pendidikan formal seperti TK maupun non-formal seperti keluarga. Di sekolah formal, guru menggunakan metode yang terstruktur, sedangkan di lingkungan non-formal lebih fleksibel, mengandalkan kegiatan sehari-hari untuk mengajarkan nilai moral.
Kesimpulan nya adalah Jurnal ini menekankan bahwa mengajarkan nilai moral sejak dini, baik di rumah maupun sekolah, sangat penting untuk membentuk anak yang berbudi pekerti luhur.
Nama:Dhea Novalia Azzahra
NPM:2313053223
Jurnal yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Moral pada Siswa di SD Negeri Lampeuneurut" ini mengulas penelitian mengenai bagaimana guru di SD tersebut mengajarkan nilai-nilai moral kepada siswa. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif ini bertujuan untuk memahami proses penanaman nilai moral oleh guru di sekolah dasar. Temuan utama menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai moral dalam berbagai mata pelajaran. Nilai yang diajarkan meliputi nilai religius, sosialitas, gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, daya juang, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap lingkungan. Selain di sekolah, guru juga mendorong siswa untuk mendalami agama di tempat pengajian atau TPA.
Secara keseluruhan, guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan nilai-nilai moral dengan cukup baik, meskipun ada beberapa guru yang belum memahami sepenuhnya pentingnya nilai-nilai tertentu. Penelitian ini menekankan pentingnya bimbingan dan contoh nyata dari guru dalam mendukung perkembangan moral siswa agar generasi mendatang memiliki kepribadian yang baik dan berkarakter.
Dhea novalia azzahra(2313053223)
video ini menjelaskan tentang Market Place Activity ia  adalah model pembelajaran yang melibatkan interaksi jual beli informasi di kelas, terdiri dari lima tahap:

1. Pembentukan Kelompok: Siswa dibagi ke dalam kelompok berdasarkan warna kertas.
2. Pembuatan Produk: Setiap kelompok membuat poster ringkas dari sumber bacaan.
3. jual beli indormasi: Siswa bergiliran menjelaskan poster sambil “berbelanja” informasi dari kelompok lain.
4. Diskusi: Siswa membahas informasi yang diperoleh dalam kelompok mereka.
5. Tahap Konfirmasi: Guru mengonfirmasi pemahaman dan memberikan umpan balik serta kesimpulan.

Model ini mendukung kolaborasi dan keterampilan sosial siswa.