Kiriman dibuat oleh Batin Kiani

Nama : Batin Kiani
Npm : 2353053017

Video ini menjelaskan pentingnya pengembangan moral dan nilai agama pada anak usia dini. Guru berperan penting dalam membentuk karakter melalui kegiatan seperti tanya jawab, bermain, dan sosialisasi. Program yang dapat dilakukan mencakup pengembangan konsep diri, kesopanan, kerapihan, serta penanaman nilai-nilai agama, seperti doa dan ibadah. Anak diajarkan untuk berempati dan memahami dampak tindakan mereka pada orang lain. Pengalaman langsung, seperti karya wisata atau observasi lingkungan, juga penting untuk meningkatkan pemahaman sosial dan budaya.
Nama : Batin Kiani
Npm : 2353053017

Model pembelajaran market place terdiri dari beberapa tahapan:

1.Pembagian kelompok: Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

2.Pembuatan produk: Siswa membuat poster yang berisi maksimal 15 kata atau simbol untuk menyederhanakan dan mengkomunikasikan informasi.

3.Proses jual beli informasi: Siswa bertindak sebagai penjual dan pembeli informasi, dengan satu anggota kelompok menjaga stan dan anggota lainnya membeli informasi dari kelompok lain.

4.Berbagi informasi: Informasi yang diperoleh dari kelompok lain dibagikan kepada penjaga stan agar seluruh anggota kelompok mendapat informasi.

5.Konfirmasi: Guru menanyakan informasi yang didapat dan memberikan penguatan serta kesimpulan.

Model ini mendorong kolaborasi, keterampilan komunikasi, dan membuat suasana kelas aktif dan menyenangkan.
Nama : Batin Kiani
Npm : 2353053017

MEMBINA NILAI MORAL SOSIAL BUDAYA INDONESIA DIKALANGAN REMAJA

pentingnya faktor personal dalam interaksi sosial dan perilaku individu, dengan penekanan pada pendidikan moral dan nilai-nilai sosial budaya di kalangan remaja Indonesia. Teks tersebut menggarisbawahi peran orang tua, guru, dan tokoh masyarakat dalam membentuk jati diri generasi muda, serta pentingnya internalisasi nilai-nilai Pancasila. Selain itu, kurangnya kasih sayang dari orang tua dapat menyebabkan masalah sosial, sehingga pendidikan yang menekankan aspek afektif dan perilaku luhur sangat diperlukan. Komunikasi yang efektif dalam pendidikan dan penghargaan terhadap perbedaan budaya juga dianggap penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.
Nama : Batin Kiani
Npm : 2353053017

PENERAPAN NILAI MORAL PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN GENERASI ANTI KORUPSI DI SD NEGERI OSILOA KUPANG TENGAH

penerapan nilai moral Pancasila di SD Negeri Osiloa Kupang Tengah dengan tujuan mencegah korupsi sejak dini. Jurnal ini menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa untuk membentuk generasi yang memiliki budaya anti korupsi. Metode pendidikan yang digunakan termasuk sosialisasi dan kuis untuk melibatkan siswa dalam pembelajaran tentang kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan keadilan. Tujuannya adalah untuk memberikan dasar moral yang kuat sesuai dengan Pancasila, sehingga berkontribusi pada budaya anti korupsi sejak usia dini.
Nama : Batin Kiani
Npm : 2353053017
Kelas : 3G

Video ini membahas berbagai kasus kekerasan di sekolah, termasuk insiden tragis di mana perkelahian antara siswa menyebabkan kematian. Salah satu contoh adalah peristiwa di Jakarta Selatan tahun 2015, ketika seorang siswa kelas 2 SD meninggal akibat berkelahi dengan temannya di SD Negeri Kebayoran Lama. Kurangnya pengawasan dari pihak sekolah menjadi faktor utama yang menyebabkan kejadian ini, di mana insiden tersebut seharusnya dapat dicegah. Kasus serupa juga terjadi pada tahun 2017 di Sukabumi, di mana seorang siswa kelas 2 meninggal dunia setelah mengalami perundungan dan kekerasan dari temannya.

Selain kurangnya pengawasan, video ini juga menyoroti pengaruh media sosial dan lingkungan luar terhadap perilaku anak-anak. Banyak informasi yang tidak pantas diakses anak melalui media sosial, yang bisa mendorong perilaku negatif, seperti kasus di Bogor yang melibatkan siswa SMP dan SMA dalam jual beli senjata tajam.

Orang tua dan sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi aktivitas anak, termasuk membimbing mereka tentang etika dan moral. Sekolah juga harus lebih tegas dalam menangani perilaku siswa yang menyimpang, termasuk pemberian sanksi yang sesuai. Tempat belajar yang seharusnya aman justru bisa menjadi tempat kekerasan jika tidak ada perhatian dan tindakan pencegahan yang memadai.