གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Erlyn Anggis Safitri

PGSD_PIPSSD_G_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 7

Erlyn Anggis Safitri གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Saya dari kelompok 4, Izin bertanya.
Dalam konteks pembelajaran IPS, bagaimana model memorisasi dapat diterapkan untuk membantu siswa menguasai materi yang luas dan informatif?

Terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PGSD_PIPSSD_G_2024/2025 -> FORUM DISKUSI KELOMPOK 8

Erlyn Anggis Safitri གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Saya dari kelompok 4, Iizin bertanya Bagaimana media pembelajaran dapat membantu guru dalam menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan dan gaya belajar siswa yang berbeda? Berikan contoh penerapannya.
Terimakasih,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

“PENDIDIKAN NILAI DAN MORAL DALAM SISTEM KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH”
Kata Kunci : Kurikulum Islami, Pendidikan Nilai, Pendidikan Aceh, Qanun.

Dari jurnal tersebut bahwasannya Pendidikan nilai diatur dalam sistem pendidikan nasional. Terdapat delapan belas nilai yakni pribadi yang religius, jujur, toleran, disiplin, pekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, ingin tahu tentang dunia,nasionalis, patriotik, berprestasi, ramah dan komunikatif, cinta perdamaian, gemar membaca,sadar lingkungan, berkomitmen secara sosial dan bertanggung jawab . Aceh tidak hanya melalui proses pelaksanaannya saja Peraturan yang dikeluarkan Pusat pada tahun juga diikuti dengan Qanun di Provinsi Aceh. Dasar dari Qanun ini mungkin adalah pengenalan pendidikan Islam di sekolah-sekolah di provinsi Aceh diimplementasikan dengan sempurna. Salah satu hasil amanah Qanun, dasar pelaksanaannya adalah program Aceh lembaga pendidikan di Provinsi Aceh. Berkat ciri-ciri tersebut maka penyelenggaraan pendidikan Islam menjadi benar. Mendidik generasi muda Aceh adat istiadat yang luhur, berpedoman pada kebudayaan Aceh dan syariat Islam. Kurikulum Pendidikan Aceh Islami merupakan amanah dari Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2015 perubahan atas Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020


“Mirisnya Kekerasan di Lingkungan Sekolah”

Peristiwa yang terjadi seperti meninggalnya siswa kelas 2 SD setelah bertengkar dengan teman sekelasnya di lingkungan sekolah dan meninggalnya siswa kelas 2 SD setelah berkelahi di halaman sekolah di Sukabumi, Jawa Barat, diduga karena intimidasi dan dia melemparkan minuman beku ke orang-orang.Peristiwa tersebut terjadi akibat rusaknya nilai moral di kalangan siswa dan kurangnya pengawasan pihak sekolah. Sebagai pihak sekolah, hendaknya dapat menjamin pengawasan yang ketat ketika terjadi kekerasan di lingkungan sekolah dan memberikan pendidikan karakter melalui kurikulum yang mengajarkan siswa empati, kesabaran dan penyelesaian konflik secara damai. Pada dasarnya, keselamatan dan kesejahteraan siswa harus selalu menjadi prioritas utama di lingkungan sekolah mana pun.
Pelajar harus mengetahui bahwa mereka dapat dengan aman melaporkan kejadian kekerasan. Pelaporan anonim dapat membantu siswa melaporkan insiden tanpa rasa takut akan pembalasan.Kekerasan di sekolah adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan terpadu dari semua pihak: sekolah, keluarga, dan masyarakat. Setiap orang harus melakukan bagiannya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung semua siswa.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Pentingnya Pendidikan nilai di Era Globalisasi

Di dalam jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai di tengah dinamika kompensasi. Globalisasi membawa perubahan yang cepat dalam teknologi, ekonomi dan budaya, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sistem nilai individu dan masyarakat. Globalisasi seringkali memperkenalkan nilai-nilai baru yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai lokal dan tradisional. Globalisasi Menciptakan tantangan bagi para pendidik dalam mempertahankan nilai-nilai moral, etika, dan budaya lokal di kalangan generasi muda. Globalisasi juga mendorong Materialisme dan individualisme yang bisa berpotensi Mengikis solidaritas sosial, tantangan utama dalam penerapan pendidikan nilai adalah ketidaksesuaian antara nilai-nilai global dan lokal, dengan pengaruh media dan teknologi yang semakin besar, siswa bisa mempelajari pada nilai-nilai yang mungkin bertentangan dengan norma lokal. Oleh karena itu, pendidikan nilai harus adaptif namun tetap mempertahankan prinsip dasar dari nilai-nilai moral yang baik.