Posts made by Erlyn Anggis Safitri

Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Pendidikan moral tanggung jawab diri dalam keluarga

Dari video tersebut kita jadi mengetahui akan pendidikan moral dan tanggung jawab diri kita dalam keluarga, seperti menghargai orangtua, menghormati orangtua, membantu orangtua, mendengarkan nasihat orangtua dan mengetahui tanggung jawab sebagai anak yaitu mematuhi pemerintah orang tua dan keluarga.
Kenapa tanggung jawab itu penting? karena hubungan keluarga juga bisa termasuk kedalam tanggung jawab tersebut, contohnya kita sesama keluarga yang sedang berkumpul harus saling membantu dan tolong menolong, supaya bisa meringankan beban mereka dan bisa mempererat tali silaturahmi.
Tugas kita sebagai anak dalam sekolah adalah mengerjakan tugas dan mematuhi aturan yang ada di sekolah, dan bisa mengharumkan nama baik keluarga dengan kesuksesan ataupun prestasi kita.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Video 1
Metode pengembangan moral dan nilai-nilai agama


Membahas pentingnya penanaman nilai-nilai moral dan agama pada anak usia dini, khususnya di Taman Kanak-Kanak (TK). Pada tahap usia ini, anak berada dalam "usia emas," yaitu masa yang sangat peka terhadap pengaruh lingkungan. Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak melalui pembiasaan perilaku yang baik, baik dalam aspek moral maupun agama.
Nilai-Nilai Moral :
1. Konsep Diri: Membangun kepercayaan diri dan keberanian berpendapat.
2. ⁠Kerapihan dan Kesopanan: Melatih kebiasaan rapi dan sopan dalam kehidupan sehari-hari.
3. ⁠Sosialisasi: Mengajarkan cara berkomunikasi yang baik, menghargai orang lain, dan menyelesaikan konflik dengan adil.

Nilai-Nilai Agama:
1. Keimanan: Pengenalan terhadap Tuhan dan ciptaan-Nya.
2. ⁠Peribadatan: Pembiasaan berdoa sebelum makan dan melakukan ritual keagamaan.

Pendidikan moral pada video metode pengembangan moral dan nilai-nilai agama menekankan pentingnya pendekatan yang lembut, konsisten, dan adil dalam membimbing anak. Guru dan orang tua sebaiknya menggunakan metode bermain, bercerita, dan bermain peran untuk mengajarkan nilai-nilai tersebut secara efektif dan menyenangkan, sambil memberikan penguatan positif.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Video 2
Penerapan Model Pembelajaran Market Place Activity 01

Model pembelajaran Market Place yang dijelaskan di atas merupakan pendekatan yang interaktif dan berfokus pada kegiatan kolaboratif antar siswa melalui simulasi jual beli. Pembelajaran ini menggunakan pendekatan berbasis aktivitas pasar untuk mendorong siswa memahami materi dengan cara yang menyenangkan dan partisipatif.
Dari market place yang diajarkan memiliki beberapa tahap :

1. Pembagian Kelompok: Tahap ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja kolaboratif di mana siswa dapat belajar dalam tim, berbagi tanggung jawab, dan memperkuat kemampuan sosial mereka.

2. Pembuatan Produk: Siswa membuat poster yang hanya terdiri dari maksimal 15 simbol. Pembatasan simbol ini mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyampaikan informasi secara singkat dan jelas. Guru bertindak sebagai fasilitator yang memastikan setiap kelompok memahami materi dan mampu menyajikannya dengan benar.

3. Proses Jual Beli: Tahap ini mengajak siswa untuk menjelajah informasi dari kelompok lain melalui simulasi jual beli. Seorang anggota kelompok menjaga stand sementara anggota lainnya berkeliling untuk membeli produk dari kelompok lain. Siswa harus memahami materi yang dijual oleh kelompok lain dan menuliskannya kembali, yang meningkatkan kemampuan pemahaman dan mencatat informasi.

4. Berbagi Informasi: Setelah belanja, siswa yang bertugas membeli menyampaikan informasi yang mereka dapatkan kepada anggota yang menjaga stand. Tahap ini mendorong diskusi internal dalam kelompok dan memastikan bahwa semua anggota mendapatkan pemahaman yang sama mengenai materi yang dibahas oleh kelompok lain.

5. Tahap Konfirmasi: Guru mengkonfirmasi pemahaman kelompok-kelompok terhadap materi yang disampaikan. Pada tahap ini, guru memberikan penguatan dan koreksi bila diperlukan, serta menegaskan kembali poin-poin penting yang mungkin terlewatkan oleh siswa.

Kelebihan :
- Model ini menekankan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman nyata yang membantu siswa lebih memahami materi dengan berinteraksi langsung.
- Siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari teman sekelasnya, sehingga meningkatkan kemampuan sosial, komunikasi, dan kerja tim.

Kekurangan:
- Model ini memerlukan perencanaan yang matang dan pengelolaan waktu yang baik, agar setiap kelompok dapat berfungsi efektif dan informasi dapat diserap dengan baik.
- Jika ada siswa yang kurang aktif, mereka mungkin tidak mendapatkan manfaat maksimal dari model ini.
Market Place adalah model pembelajaran yang menarik karena melibatkan aktivitas fisik, kolaboratif, dan partisipasi siswa secara langsung dalam proses belajar.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Jurnal 2
PENERAPAN MODEL MORAL REASONING UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VIII SMP NU NURUL HUDA PAKIS KABUPATEN MALANG

Dari jurnal kedua memaparkan hasil penelitian tindakan kelas yang menggunakan model pembelajaran moral reasoning untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam mata pelajaran PKn di kelas VIII.
Sekolah tersebut menerapkan beberapa siklus.
Siklus yang pertama, jasilnya relatif rendah karena guru dan siswa belum terbiasa dengan model ini. Namun, setelah guru memberikan lebih banyak motivasi dan memahami penerapan model moral reasoning di siklus kedua dan ketiga, aktivitas siswa meningkat secara bertahap.
Seperti mengutarakan pendapat, menghargai sesama manusia, dan dapat membangun jiwa yang bertanggung jawab dan kerja keras.

Peningkatan yang terjadi menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih berani mengemukakan pendapat (naik dari 23% di siklus I menjadi 80% di siklus III), lebih baik dalam mengambil keputusan, menghargai orang lain, dan bekerjasama. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pemahaman guru terhadap model tersebut, serta lebih baiknya manajemen kelas dan motivasi yang diberikan kepada siswa. Dengan adanya pemahaman guru lebih dalam, dalam menciptakan peserta didik yang cerdik, berkualitas dan cermat dalam menanggapi sebuah masalah atau mengutarakan pendapat yang terkadang ada salah satu kurang cocok dari pendapat yang lain, bisa menambahkan pendapat lainnya supaya lebih baik lagi.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model moral reasoning secara efektif dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran PKN, karena bisa mengajarkan peserta didik lebih maju, berani dan lebih aktif dalam partisipasi kelas maupun diluar kelas.
Nama : Erlyn Anggis Safitri
NPM : 2353053020

Jurnal 1
PENGEMBANGAN MORAL ANAK DI LINGKUNGAN LOKALISASI PASAR KEMBANG TK PKK SOSROWIJAYAN YOGYAKARTA

Menggambarkan bagaimana pendidikan moral di TK PKK Sosrowijayan Yogyakarta dikembangkan di lingkungan yang tidak mendukung, yakni berada di pasar kembang. Meski pendidikan orang sudah diterapkan melalui pembiasaan, keteladanan, dan metode bercerita, pengembangan moral anak kurang karena fokus sekolah lebih pada kemampuan intelektual. Selain itu, lingkungan eksternal yang tidak kondusif dan bisa memberikan pengaruh negatif pada anak-anak, meskipun anak tidak berinteraksi langsung dengan hal-hal tersebut, anak bisa merekam dan menirukan hal-hal yang kurang baik, karena anak-anak biasa mengikuti kebiasaan orang yang dilihat nya bisa dikatakan anak tersebut menjadikan orang yang dilihat menjadi patokan atau pedoman perkembangan anak. Pengembangan moral juga dihambat oleh kurangnya kegiatan yang terjadwal dan metode yang beragam, seperti pada kegiatan TPA yang tidak teratur dan terbatasnya perhatian pada proses belajar. Evaluasi yang dilakukan lebih berorientasi pada hasil daripada proses perkembangan moral anak. Oleh karena itu, perkembangan anak tidak diperhatikan dan tidak melihat seperti apa pendidikan moral dari anak tersebut di luar sana. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan anak tersebut agar nilai moral yang sudah diajarkan bisa terlaksana dan dikembangkan oleh anak tersebut untuk keberhasilan pembelajaran nilai moral yang baik.