Kiriman dibuat oleh Dita Silviana Putri

AUDITING B2026 -> Telaah jurnal

oleh Dita Silviana Putri -
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 313031057

Menurut saya, artikel jurnal ini memberikan pemahaman yang jelas mengenai pentingnya peran audit internal dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal suatu organisasi, khususnya pada sektor perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengendalian internal di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Sukabumi. Hal ini membuktikan bahwa semakin baik pelaksanaan audit internal, maka semakin efektif pula sistem pengendalian internal perusahaan.
Saya sependapat dengan penulis bahwa audit internal tidak hanya berfungsi untuk menemukan kesalahan atau kecurangan, tetapi juga berperan sebagai alat evaluasi dan pemberi rekomendasi bagi manajemen dalam memperbaiki sistem pengendalian. Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks, keberadaan auditor internal sangat penting untuk membantu perusahaan mengidentifikasi risiko, menjaga kepatuhan terhadap peraturan, serta melindungi aset perusahaan dari penyalahgunaan.
Selain itu, kasus fraud yang diangkat dalam artikel menunjukkan bahwa lemahnya pengendalian internal dapat menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa fungsi audit internal berjalan secara independen, objektif, dan profesional agar mampu mendeteksi serta mencegah terjadinya penyimpangan sejak dini.
Namun demikian, saya juga melihat adanya keterbatasan dalam penelitian ini. Nilai koefisien determinasi sebesar 34,6% menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian internal tidak hanya dipengaruhi oleh audit internal, tetapi juga oleh faktor lain seperti kompetensi sumber daya manusia, manajemen risiko, budaya organisasi, penerapan teknologi informasi, serta komitmen manajemen. Oleh karena itu, perusahaan tidak dapat hanya mengandalkan audit internal untuk menciptakan sistem pengendalian yang efektif.
Secara keseluruhan, artikel ini memberikan kontribusi yang baik dalam menunjukkan hubungan antara audit internal dan efektivitas pengendalian internal. Penelitian ini juga relevan dengan kondisi perusahaan saat ini yang menghadapi berbagai risiko operasional dan keuangan. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa perusahaan perlu terus memperkuat fungsi audit internal sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

AUDITING B2026 -> Diskusi

oleh Dita Silviana Putri -
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 2313031057

Menurut saya, pemeriksaan aktiva tetap memiliki peran yang sangat penting dan dapat dilihat dari berbagai perspektif. Dari perspektif akuntansi, pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengakuan, penilaian, dan penyusutan aktiva tetap telah sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penyajian laporan keuangan. Dari perspektif auditing, auditor melakukan prosedur seperti pemeriksaan fisik aset, pengecekan dokumen kepemilikan, serta pengujian perhitungan penyusutan untuk memastikan keberadaan dan kewajaran nilai aset. Sementara itu, dari perspektif pengendalian intern, pemeriksaan aktiva tetap penting untuk menilai apakah perusahaan telah memiliki sistem pengawasan yang baik dalam menjaga dan mencatat asetnya. Berdasarkan hasil penelitian terbaru di Indonesia, masih ditemukan permasalahan seperti ketidaksesuaian pencatatan dan kelemahan dalam pengendalian aset tetap, yang dapat memengaruhi keandalan laporan keuangan. Oleh karena itu, pemeriksaan aktiva tetap tidak hanya berfungsi sebagai verifikasi, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan akurasi, transparansi, dan kualitas informasi keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan.

Referensi:
Mulia, F., & Marsudi, J. (2024). Prosedur Audit Atas Aset Tetap PT Moduspek Sukses Indonesia oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Karimah Tauhid, 3(12), 13167–13173. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i12.15924

AUDITING B2026 -> Diskusi

oleh Dita Silviana Putri -
Nama: Dita Silviana Putri
NPM : 2313031057

Menurut saya, prosedur pemeriksaan biaya dibayar di muka (prepaid expenses) dalam auditing dilakukan untuk memastikan bahwa biaya tersebut memang merupakan hak perusahaan dan telah dicatat sesuai dengan periode yang benar. Auditor biasanya melakukan beberapa langkah, seperti memeriksa dokumen pendukung (misalnya polis asuransi, kontrak sewa, atau bukti pembayaran), melakukan rekonsiliasi dengan catatan akuntansi, serta menghitung kembali alokasi biaya untuk memastikan pembebanan dilakukan secara tepat sesuai masa manfaatnya. Selain itu, auditor juga melakukan pengujian cut-off untuk memastikan tidak ada kesalahan pengakuan periode, serta menilai apakah saldo yang disajikan masih relevan atau sudah seharusnya dibebankan sebagai biaya.

Adapun pertimbangan utama dalam memeriksa biaya dibayar di muka adalah terkait dengan ketepatan periode (matching principle), yaitu apakah biaya tersebut sudah dialokasikan sesuai dengan periode manfaatnya. Hal ini penting karena kesalahan dalam pengakuan biaya dibayar di muka dapat menyebabkan laba perusahaan menjadi tidak wajar (terlalu besar atau terlalu kecil). Selain itu, auditor juga harus mempertimbangkan validitas transaksi (apakah benar terjadi dan didukung bukti), serta kemungkinan adanya overstatement aset jika biaya yang seharusnya sudah menjadi beban masih dicatat sebagai aset. Oleh karena itu, pemeriksaan biaya dibayar di muka sangat penting untuk memastikan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar, akurat, dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.