Posts made by REZKY TANIA

DKPM.A -> FORUM DISKUSI

by REZKY TANIA -
nama: rezky tania 2313032027

izin menjawab.

Pendidikan budi pekerti, yang bertujuan untuk mengembangkan minat yang berakhlak mulia melalui kejujuran, disiplin, kerja sama, serta nilai-nilai moral lainnya, seharusnya menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan di sekolah. Namun, implementasi program ini dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti kebijakan sekolah, kualitas pengajaran, komitmen para pendidik, dan budaya sekolah.

Di beberapa sekolah, pendidikan budi pekerti dan program serupa telah diterapkan dengan serius. Para pendidik berupaya mengintegrasikan nilai-nilai moral, etika, dan kedisiplinan dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari. Dalam hal ini, siswa diberi pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai tersebut dan diberi contoh nyata untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, di beberapa tempat, implementasi mungkin belum optimal. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya pelatihan bagi pendidik terkait pendidikan budi pekerti, terbatasnya sumber daya, dan fokus yang lebih kuat pada pencapaian akademik dibandingkan dengan pengembangan karakter.

Penting untuk mencatat bahwa setiap sekolah dan lembaga pendidikan memiliki pendekatan dan konteks unik. Penting untuk terus mendorong pendidikan budi pekerti dan memastikan bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan kerja sama terintegrasi secara efektif dalam kurikulum dan lingkungan sekolah. Ini akan membentuk generasi yang lebih baik dan memiliki karakter moral yang kuat.

DKPM.A -> FORUM DISKUSI

by REZKY TANIA -
nama; rezky tania
npm: 2313032027

izin menjawab.
Pendidikan moral Pancasila memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pembentukan karakteristik pemuda Indonesia. Berikut adalah beberapa dampak positifnya:

1. Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila:
Pendidikan moral Pancasila membantu pemuda memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dasar Pancasila, seperti gotong royong, keadilan sosial, demokrasi, dan persatuan. Hal ini membentuk pemuda yang memiliki landasan moral yang kuat.

2. Berkembangnya Sikap Toleransi dan Menghormati Perbedaan:
Pemuda yang teredukasi dalam pendidikan moral Pancasila akan memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap perbedaan budaya, agama, dan pandangan. Mereka belajar untuk menghormati keragaman dan membangun harmoni sosial.

3. Kepemimpinan yang Berkualitas:
Pembelajaran tentang kepemimpinan dan tanggung jawab sosial dalam konteks Pancasila mendorong pemuda untuk menjadi pemimpin yang adil, bertanggung jawab, dan memimpin dengan integritas.

4. Kecerdasan Emosional dan Empati:
Pendidikan moral membantu mengembangkan kecerdasan emosional dan empati pada pemuda. Mereka belajar untuk memahami perasaan dan perspektif orang lain, menciptakan masyarakat yang lebih empatik dan peduli.

5. Kesadaran Lingkungan yang Tinggi:
Nilai Pancasila seperti tanggung jawab sosial dan keadilan berkontribusi pada kesadaran pemuda terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan, menghasilkan generasi yang peduli terhadap alam.

6. Pemuda Berintegritas dan Jujur:
Pendidikan moral Pancasila menanamkan prinsip integritas dan kejujuran pada pemuda, membentuk karakter yang kuat dalam hal etika dan moralitas pribadi.

7. Kepedulian Sosial dan Kesejahteraan Bersama:
Melalui nilai-nilai Pancasila, pemuda dibimbing untuk peduli terhadap kesejahteraan bersama, memupuk semangat gotong royong, membantu sesama, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
8. Keterlibatan Aktif dalam Demokrasi:
Pendidikan moral Pancasila mengajarkan prinsip-prinsip demokrasi dan kewarganegaraan yang memotivasi pemuda untuk terlibat secara aktif dalam proses demokratis, seperti pemilihan umum dan pengambilan keputusan publik.

Dengan demikian, pendidikan moral Pancasila membentuk pemuda yang memiliki karakter kuat, peduli, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat dan negara. Ini merupakan investasi yang sangat penting untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

DKPM.A -> FORUM DISKUSI

by REZKY TANIA -
nama: rezky tania
npm; 2313032027

izin menjawab.
Pengertian moral :
Secara Etimologis: bhs. Latin mos (jamak: mores), berarti tata-cara atau adat-istiadat.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1989), moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila. Kata Moral sering disinonimkan dengan Etika, berasal dari bhs. Yunani (Ethos berarti: kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap atau cara berfikir).
Kata Moral sering juga dipadankan dengan kata akhlak (bhs. Arab, berarti:perangai (watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya.
Sedangkan Nilai adalah Sesuatu yang menunjuk kepada tuntunan perilaku yang membedakan perbuatan yang baik dan buruk atau dapat diartikan sebagai kualitas kebaikan yang melekat pada sesuatu.

DKPM.A -> FORUM DISKUSI

by REZKY TANIA -
nama: rezky tania
npm: 2313032027

izin menjawab.
Hasil Penelitian dari jurnal yg saya baca Menunjukkan bahwa Urgensi Pendidikan Pancasila Sejak Dini Bagi Generasi Z yaitu generasi sekarang sangat penting dilakukan, hal ini disebabkan dengan adanya pendidikan pancasila diharapkan agar generasi muda tidak tercabut dari akar budayanya sendiri dan agar mereka memiliki pedoman atau kaidah penuntun dalam berpikir serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari dengan berlandaskan makna serta nilai-nilai Pancasila. Selain itu Penerapan Pendidikan Pancasila Melalui Generasi Z sangat efektif dan efisien.

DKPM.A -> FORUM DISKUSI

by REZKY TANIA -
nama: rezky tania
npm: 2313032027

izin menjawab.
karena pendididkan nilai moral sangat penting bagi generasi penerus bangsa karena kita manusia tidak bisa hidup semaunya sendiri karena di dalam kehidupan bermasyarakat terdapat berbagai aturan dimana aturan tersebut sesuai dengan norma dan nilai moral yang sesuai dengan kaidah yang berlaku di masyarakat.

moral di kalanagan remaja menurun? jawabannya iya , karena banyak faktor penyebabnya terutama dari keluarga kurang perhatian, kurang kasih sayang, broken home, orang tua otoriter dan orang tua over affection. cara menanggulanginya yaitu dengan membangun keluarga yang harmonis dengan di keluarga saling mengobrol tukar pikiran dan pendapat, kemudian menanamkan pendidikan karakter di lingkungan keluarga , sekolah, dan masyarakat ( tri pusat pendididkan) sidini mungkin.